Terhubung dengan VAZnews.com
[the_ad id="3299"]

Nasional

14.520 Lansia di Jakarta Mulai Terima Rp 600 Ribu per Bulan

Diterbitkan

|

Photo: © Disediakan oleh poskotanews

VAZNEWS.COM – Gubernur Jakarta Anies Baswedan secara simbolis membagikan 12.141 Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di RPTRA Pulo Gundul Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.


14.520 Lansia di Jakarta Mulai Terima Rp 600 Ribu per Bulan.  Pembagian akan dilakukan bertahap hingga ditargetkan tersalurkan ke yang berhak sebanyak 14.520 KLJ tahun ini.

“Para lansia ini akan menerima Rp 600 ribu per bulan, dan yang dibagikan sekarang ini dirapel dua bulan. April dan bulan Mei. Mereka menerima Rp 1,2 juta bulan ini,” kata dia, Selasa (8/5).

Anies mengatakan, ada beberapa kriteria penerima program KLJ ini. Mereka yang menerima KLJ harus berusia di atas 60 tahun, harus tinggal di Jakarta, dan tidak memiliki penghasilan tetap atau miskin sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya.

Selain itu, lanjut Anies, mereka yang memiliki penyakit menahun juga berhak mendapat KLJ, serta tidak bisa melakukan kegiatan, dan juga warga telantar. Program ini merupakan salah satu dari janji kampanye dan program prioritas Anies-Sandi saat kampanye Pilkada DKI Jakarta lalu.


Baca Juga:


“Saya sampaikan pada semua bahwa nomor satu layani orang tua ini dengan sepenuh hati, dengan baik hati dan pastikan mereka semua bahagia dalam prosesnya,” ujar dia.

Pendistribusian KLJ hari ini, Selasa (8/5), diperuntukkan bagi 2.903 penerima yang dilaksanakan serentak di 13 titik lokasi Jakarta Pusat. Untuk wilayah lainnya akan didistribusikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Sebanyak 919 KLJ akan dibagikan di Jakarta Barat dan 658 KLJ di Jakarta Utara pada Rabu (9/5). Sebanyak 3.894 KLJ akan dibagikan di Jakarta Selatan. Sementara itu, di Jakarta Timur sebanyak 3.531 KLJ dibagikan pada Selasa dan Rabu pekan depan.

Jumlah penerima KLJ tahap I sebanyak 12.141 lansia yang disalurkan mulai 8 Mei 2018. Sementara itu, tahap II akan disalurkan menjelang Hari Raya Idul Fitri kepada 2.379 lansia sehingga jumlah keseluruhan mencapai 14.520 lansia.

Lansia penerima KLJ merupakan penduduk Provinsi DKI Jakarta yang telah terdaftar dan ditetapkan dalam Basis Data Terpadu (BDT) pada desil dengan kondisi status sosial-ekonomi terendah (desil 1) serta bertempat tinggal/berdomisili di Provinsi DKI Jakarta.

Untuk lansia yang merupakan penduduk Provinsi DKI Jakarta, tetapi belum terdaftar dan ditetapkan dalam BDT, dapat secara aktif mendaftarkan diri atau didaftarkan melalui lurah atau SKPD/UKPD terkait dalam pelaksanaan pemutakhiran BDT.

KLJ berbentuk kartu ATM yang diterbitkan oleh Bank DKI yang dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi oleh pemegang kartu, terkait dengan program bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar di Provinsi DKI Jakarta.


Baca Juga:


Para pemegang KLJ telah dibukakan rekening Tabungan Monas Bank DKI secara massal dan dapat digunakan secara tunai dan nontunai melalui ATM dan EDC, untuk berbagai pemenuhan kebutuhan dasar. Selain itu, KLJ juga berfungsi untuk mengakses program subsidi Pemprov DKI Jakarta, yaitu subsidi pangan murah dan transportasi Transjakarta gratis.

Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi mengatakan, dana yang diterima setiap lansia terhitung bulan April 2018. Berikutnya, kata dia, dana KLJ dicairkan setiap tanggal 5 per bulannya. Pada saat lansia melakukan pengambilan KLJ, Bank DKI akan menyerahkan kartu ATM beserta PIN dengan persyaratan setiap lansia membawa undangan dari Dinas Sosial, KTP, dan KK asli dan foto kopi.

“Kita memang enggak memberikan buku tabungan. Tapi kalau dibutuhkan catatan print out-nya itu bisa,” ujar dia.

Namun, saat ini belum semua kartu diaktivasi pada saat pendistribusian. Untuk penerima KLJ yang telah melengkapi berkas, kartu tersebut akan aktif selambat-lambatnya satu pekan setelahnya dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Para penerima KLJ disarankan melakukan penarikan melalui ATM Bank DKI sebab penarikan dana KLJ di mesin ATM bank lain akan dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan bank yang berlaku. Penerima KLJ diimbau senantiasa berhati-hati dan waspada serta tidak memberikan PIN kepada orang lain yang tidak berkepentingan.


Source: Artikel asli

Komentar

Nasional

Jokowi Tunda Peresmian Proyek ‘Tol Langit’ Palapa Ring

Diterbitkan

|

Oleh

Jokowi Tunda Peresmian Proyek 'Tol Langit' Palapa Ring
Photo: © Disediakan oleh tribunnews

VAZNEWS.COM – Plt Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu mengkonfirmasi batalnya Presiden Jokowi meresmikan proyek pembangunan infrastuktur internet cepa, Palapa Ring atau lebih dikenal dengan istilah Tol Langit.


Jokowi Tunda Peresmian Proyek ‘Tol Langit’ Palapa Ring. Proyek Palapa Ring yang rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Jumat (11/10/2019) dinyatakan harus ditunda terlebih dahulu.

Informasi penundaan tersebut diperoleh dari keterangan Ferdinandus Setu yang merupakan Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Peresmian Pengoperasian Palapa Ring (oleh Jokowi) yang direncanakan dilakukan Jumat 11 Okt 2019 pukul 08.00 di Istana Merdeka ditunda,” ujar Ferdinandus, mengutip dari laman detikcom, Jumat (11/10/2019).


Baca Juga:


Ketika ditanya terkait sampai kapan penundaan peresmian proyek internet cepat tersebut, pihak pemerintah enggan memberitahukannya lebih lanjut. Pihak kominfo hanya mengatakan tunggu pemberitahuan lebih lanjut.

“Sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata Ferdinandus Setu.

Tidak diketahui pasti alasan penundaan peresmian tol langit tersebut. Apakah penundaan tersebut berkaitan dengan insiden penusukan Menko polhukam, Wiranto di Pandeglang kemarin juga belum ada konfirmasi terkait hal itu.

Seperti diketahui, Palapa Ring adalah proyek pembangunan jaringan serat optik nasional oleh pemerintah. Proyek internet cepat ini akan menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Wiranto Ditusuk Pisau Oleh Teroris

Total panjang kabel laut diperkirakan mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer demi menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Proyek yang dijuluki tol langit ini dimaksudkan untuk menyediakan sinyal yang dapat membuat masyarakat Indonesia bisa lebih mudah berkomunikasi satu sama lain, baik di perkotaan maupun pelosok negeri berkat infrastruktur telekomunikasi.

Sebelumnya

Lanjut Baca

Nasional

Presiden Jokowi Sebut Wiranto Ditusuk Pisau Oleh Teroris

Diterbitkan

|

Oleh

Presiden Jokowi Sebut Wiranto Ditusuk Pisau Oleh Teroris
Photo: © Disediakan oleh Antaranews

VAZNEWS.COM – Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi mengungkap pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Ia menyebut pelaku penusukan Wiranto adalah seorang teroris.


Presiden Jokowi Sebut Wiranto Ditusuk Pisau Oleh Teroris. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto diserang oleh seseorang yang diduga teroris saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten.

Menurut laporan yang diterima Presiden Jokowi, pelaku penusukan Wiranto adalah seorang teroris. Setelah terjadinya insiden penusukan Wiranto, Jokowi mengaku langsung mengeluarkan perintah agar yang bersangkutan segera dibawa menggunakan heli menuju ke RSPAD di Jakarta.

“Tadi hanya beberapa menit setelah kejadian penusukan dengan pisau oleh teroris kepada Menko Polhukam, Bapak Wiranto, saya langsung mendapatkan laporannya dan saat itu juga saya langsung perintahkan yang ada di lapangan untuk segera dibawa dengan heli menuju ke Jakarta menuju ke RSPAD,” kata Jokowi kepada wartawan seperti yang dimuat laman detikcom, Kamis (10/10/2019).


Baca Juga:


Pihak kepolisian sebelumnya juga mengatakan bahwa pelaku dengan identitas SA alias Abu Rara terpapar ISIS, dan terkait jaringan JAD. Terkait kondisi Wiranto, Jokowi mengatakan saat ini sedang dalam penanganan dokter.

“Saat ini beliau, Bapak Wiranto masih dalam penanganan oleh tim dokter di RSPAD dalam proses operasi dan kesempatan ini,” ujar Jokowi.

Wiranto ditusuk oleh pelaku yang bernama Abu Rara di Menes, Pandeglang, Banten, pukul 11.50 WIB. Diketahui pelaku mengajak istrinya dalam aksinya itu. Pelaku dan istrinya kini ditangkap polisi. Polisi menyebut penusuk Wiranto terpapar jaringan ISIS.

Baca Juga: Pak Wiranto Apa Tidak Ingin Husnul Khotimah?

Sementara Wapres Jusuf Kalla (JK) juga ikut menanggapi insiden Wiranto. JK kemudian mengaitkan pelaku dengan kelompok radikal.

“Yang jelas bahwa di Indonesia ini kelompok yang sangat radikal itu masih ada dan itu berkeliaran,” beber Jusuf Kalla di RSPAD, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Lanjut Baca

Nasional

Usai Ditikam dan Terluka, Wiranto Dilarikan Ke RSUD Pandeglang

Diterbitkan

|

Usai Ditikam dan Terluka, Wiranto Dilarikan Ke RSUD Pandeglang
Photo: © Disediakan oleh Republika

VAZNEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjadi korban penusukan oleh orang tidak dikenal. Wiranto kini tengah menjalani proses perawatan di RSUD Pandeglang.


Usai Ditikam dan Terluka, Wiranto Dilarikan Ke RSUD Pandeglang. Menko Polhukam, Wiranto dikabarkan mengalami luka pada bagian perutnya setelah ditikam menggunakan pisau tajam oleh orang tidak dikenal.

Insiden penikaman Wiranto terjadi ketika ia turun dari mobil dinasnya yang hendak menyalami masyarakat yang sudah menunggunya di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Peristiwa penusukan tersebut terjadi sekitar pukul 11.50 WIB. Diketahui, kehadiran Wiranto di Pandeglang dikabarkan dalam rangka menghadiri acara di Universitas Mathlaul Anwar.


Baca Juga:


Saat ini, mantan Panglima ABRI itu sedang dalam proses pemulihan di RSUD Pandeglang, Banten.

Seperti dimuat dalam laman RMOL, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan peristiwa penusukan yang dialami Menko Polhukam Wiranto. Saat ini pelaku juga sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Wiranto Ditikam, JK Sebut Kelompok Radikal Masih Berkeliaran

Atas insiden ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sangat menyayangkan hal tersebut bisa sampai terjadi. JK menyinggung keberadaan kelompok radikal yang menurutnya masih ada dan tersebar di Indonesia.

“Yang jelas bahwa di Indonesia ini kelompok yang sangat radikal itu masih ada dan itu berkeliaran,” katanya di RSPAD, Jakarta, mengutip dari laman detikcom Kamis (10/10/2019).

Lanjut Baca

Trending