Terhubung dengan kami

Diterbitkan

pada

VAZNEWS.COM – Anies Baswedan Buka Suara Terkait Tindakan Tegas Jual Saham Bir. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan terus mengupayakan pelepasan saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta Tbk. Meski upaya itu diadang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Bahkan, Anies akan melaporkan kepada masyarakat Jakarta bahwa wakil-wakilnya ingin tetap memiliki saham produsen Anker Bir itu. “Ya kami coba terus, kami berniat lakukan itu (melepas saham).

Kami laporkan pada rakyat Jakarta bahwa wakil-wakil Anda ingin tetap memiliki saham bir,” kata Anies di Balai Kota, Selasa 5 Maret 2019.

Selamat Menyaksikan.

Anies Baswedan Buka Suara Terkait Tindakan Tegas Jual Saham Bir.

Komentar

Ekonomi

Utang Indonesia Menumpuk Dimana-mana, Berikut Rinciannya

Diterbitkan

pada

Oleh

Photo: © Disediakan oleh CNBC Indonesia / Ilustrasi & Grafis: Arie Pratama

VAZNEWS.COM – BI atau Bank Indonesia merilis utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I 2019 tercatat senilai US$ 387,6 miliar atau setara dengan Rp 5.542,6 triliun dengan kurs Rp 14.300 per Dollar.


Hutang Indonesia Menumpuk Dimana-mana, Berikut Rinciannya. Catatan dari BI untuk ULN pemerintah menunjukkan angka US$ 187,7 miliar atau tumbuh 3,6%. Sementara itu untuk utang luar negeri swasta tercatat US$ 197,1 miliar atau tumbuh 12,8% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kira-kira negara mana saja yang memberikan utang kepada Indonesia? berikut rinciannya.

Dari data statistik utang luar negeri Indonesia (SULNI) per kuartal I 2019, negara yang paling banyak memberikan utang ke Indonesia adalah Singapura yakni sebesar US$ 64 miliar, kemudian diposisi kedua ada Jepang dengan rincian US$ 29,01 miliar, lalu diurutan ketiga ada Amerika Serikat (AS) dengan nilai hutang US$ 21,3 miliar.

Kemudian selanjutnyaada negara China dengan jumlah US$ 17,9 miliar,  kemudian Hong Kong, US$ 15 miliar dan negara Asia lainnya dengan jumlah utang mencapai US$ 10,4 miliar.

Berikutnya kreditor atau pemberi utang adalah negara Belanda dengan nilai utang luat negeri sebesar US$ 8,3 miliar.

Selain negara-negara di atas, ada juga gabungan sindikasi negara-negara yang memberikan pinjaman yang nilainya mencapai US$ 6,6 miliar.

Photo: © tempo

Korea Selatan juga merupakan salah satu pemberi pinjaman ke pemerintah Indonesia yakni dengan nilai US$ 6,3 miliar.

Jerman juga termasuk negara yang memberikan pinjaman ke Indonesia sebesar US$ 4,6 miliar. Kemudian ada juga Prancis yang memberikan pinjaman US$ 4,1 miliar. Inggris juga tidak ketinggalan memberikan pinjaman sejumlah US$ 3,2 miliar.

Ada juga Negara Amerika lainnya yang juga menggelontorkan pinjaman sebesar US$ 2,6 miliar. Negara Eropa lainnya memberi utang sejumlah US$ 1,9 miliar. Kemudian tak ketinggalan Australia memberikan pinjaman US$ 1,2 miliar.

Namun demikian BI mengaku utang Indonesia masih terkendali dengan struktur yang tetap sehat. ULN Indonesia didominasi oleh ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,1% dari total ULN.

Seperti dilansir dari laman detik finance BI mengatakan Dengan perkembangan tersebut, meskipun ULN Indonesia mengalami peningkatan, namun masih terkendali dengan struktur yang tetap sehat,” tulis keterangan resmi BI, dikutip Sabtu (18/5/2019).

BI dan Pemerintah tetap berkoordinasi memantau perkembangan utang luar negeri dan berusaha mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, dengan meminimalkan risiko yang mungkin dapat memengaruhi stabilitas perekonomian Indonesia. [dtk]

Prev post

Lanjutkan Membaca

Ekonomi

Elite Sibuk Jaga Kekuasaan dan Jabatan, Sandi: lebih baik jaga harga

Diterbitkan

pada

Oleh

Photo: Tribunnews

VAZNEWS.COM – Calon wakil presiden 02, Sandiaga Salahuddin Uno menyoroti sejumlah harga bahan pokok yang naik di bulan suci Ramadan. Ia menghimbau para elite politik jangan terlalu sibuk memikirkan kekuasaan dan jabatan.


Elite Sibuk Jaga Kekuasaan dan Jabatan, Sandi: lebih baik jaga harga. Memasuki bulan suci Ramadan, Sandiaga Uno berharap harga-harga bahan pokok agar tetap terjaga stabil. Menurutnya, melonjaknya harga-harga bahan pokok akan memberatkan masyarakat.

Mantan wakil Gubernur DKI itu menyampaikan pesan Ramadan kepada para elite politik di Indonesia. Sandi berharap para elite sejenak menahan diri dari perdebatan politik pasca pencoblosan pemilui serentak 2019.

Sandiaga Uno juga mengajak para elite politiok untuk memperhatikan sejenak apa yang diinginkan masyarakat, khususnya selama suci Ramadan ini. Menurut Sandi, masyarakat menginginkan harga-harga bahan pokok tetap stabil dan tidak melonjak.


Baca Juga:


ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

Seperti yang dilansir dari laman tempo pada 5 Mei 2019, Sandi mengatakan “Jadi elite (politik) daripada sibuk jaga suara, jaga kursi, jaga kekuasaan, jaga jabatan, lebih baik jaga harga,”. Sandiaga menyampaikan pesan itu seusai salat tarawih di Masjid Jami At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu malam (05/05/2019).

Hal ini ia sampaikan lantaran telah mendapat cerita dari kunjungannya ke Bandung, Jawa Barat pada minggu siang dihari yang sama. Ia mengaku telah menerima laporan dari Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) setempat.

Dilaporkan bahwa sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan seperti harga daging yang kini berada di angka Rp 140-150 ribu per kilogram. Sandi juga menyebut bahwa harga bawang putih mulai mengalami kenaikan.

“Ini memberatkan masyarakat. Jadi mari elite (pejabat politik) kita sama-sama cool down sedikit. Fokus di pekerjaan kita,” pinta Sandiaga Uno.

Selain itu, Sandi juga mengajak semua untuk menciptakan suasana yang sejuk dan damai selama Ramadan. Ia menginginkan seluruh pihak untuk memberi ungkapan-ungkapan yang dapat menyejukkan sembari tetap serius dalam mengawal proses perhitungan suara Pemilu 2019 yang sedang berlangsung.

Sandiaga Uno juga tetap akan terus mengawal suaranya di pemilihan presiden 2019. Sandiaga mengatakan pengawalan suara itu menjadi pekerjaannya saat ini.

“Kalau buat saya kerjaan saya sekarang adalah menjaga suara,” ujar Sandi. Lebih lanjut ia juga mengatakan “Saya akan keliling di masyarakat, pastikan bahwa proses pemilu ini jujur dan adil,”

Lanjutkan Membaca

Ekonomi

Faisal Basri: Infrastruktur paling banyak dibiayai dari utang BUMN

Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan penggunaan utang luar negeri pemerintah lebih banyak dialokasikan untuk belanja pegawi bukan penmbangunan infrastruktur.

Diterbitkan

pada

Oleh

Photo: Netralnews

VAZNEWS.COM – Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan penggunaan utang luar negeri pemerintah lebih banyak dialokasikan untuk belanja pegawi bukan penmbangunan infrastruktur.


Faisal Basri: Infrastruktur paling banyak dibiayai dari utang BUMN. Ekonom Faisal Basri mengungkap penggunaan utang luar negeri oleh pemerintah. Faisal menyebut utang negara lebih banyak dialokasikan untuk belanja pegawai bukan seperti yang selama ini dinarasikan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur.

Data yang ia paparkan mengungkap proyeksi belanja pegawai pada 2018 adalah sebesar Rp 366 triliun, atau naik 28% sejak 2014. Sementara di posisi kedua adalah belanja barang sebesar Rp 340 triliun atau naik 58% sejak 2014.

Sementara infrastruktur, yang masuk dalam kategori capital, berada di urutan ketiga yakni sebesar Rp 204 triliun atau naik 36% sejak 2014.


Baca Juga:


“Infrastruktur itu paling banyak dibiayai dari utang BUMN, yang tidak masuk dalam kategori utang yang direncanakan,” katanya di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Selasa (3/4).

Menurutnya Proyek-proyek besar kebanyakan dilakukan dengan penugasan kepada BUMN. Sebagian kecil dimodali dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan selebihnya BUMN disuruh mencari dana sendiri.

“Beberapa BUMN pontang-panting membiayai proyek-proyek pemerintah pusat dengan dana sendiri sehingga kesulitan cash flow, mengeluarkan obligasi, dan pinjaman komersial dari bank. Selanjutnya, BUMN menekan pihak lain dengan berbagai cara,” kata Faisal.

Sementara pada bagian pengeluaran modal untuk sosial malah menurun sebesar 44% sejak tahun 2014. Proyeksi expenditure untuk sektor ini adalah sebesar Rp 81 triliun pada 2018. Faisal mengatakan: “Kita termasuk negara dengan social safetiness terburuk se-Asia Pasifik,”.

Data Bank Indonesia hingga akhir Januari 2018 menunjukkan utang luar negeri Indonesia meningkat 10,3% (year on year/yoy) menjadi USD 357,5 miliar atau sekitar Rp 4.915 triliun (kurs: Rp 13.750). Rinciannya, Rp 2.521 triliun utang pemerintah dan Rp 2.394 triliun utang swasta.

source: kumparan

Next post

Lanjutkan Membaca

Trending