Media Sosial VAZnews.com

Nasional

Kemungkinan Aset Negara di DKI Jakarta Akan Dijual Untuk Bangun Ibu Kota Baru

Diterbitkan

|

Aset Negara di DKI Jakarta Akan Dijual Untuk Bangun Ibu Kota Baru
Ilustrasi (Sumber foto : poskotanews)

VAZNEWS.COM – Aset negara di kawasan seluruh Jakarta diperkirakan mencapai Rp1.120-an triliun. Sudirman dan Thamrin, yang termasuk kawasan segitiga emas Jakarta diperkirakan nilainya sekitar Rp 357 triliun.


[the_ad id=”1235″]

Aset Negara di DKI Jakarta Akan Dijual Untuk Bangun Ibu Kota Baru. Aset negara di DKI Jakarta itu meliputi gedung perkantoran Kemenag, Bawaslu, Kemenko Maritim, BPPT, Kementerian PAN RB dan Kemendikbud.

Ada juga aset negara yang digunakan untuk non kantor. Aset negara di DKI Jakarta yang paling besar nilainya adalah Gelora Bung Karno (GBK) lebih dari Rp 310-320 triliun.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberi sinyal bila aset-aset tersebut bisa dipakai untuk pembiayaan ibu kota baru di Kalimantan. Tidak berarti semuanya akan dijual, tapi ada skema lain seperti sewa atau kerja sama operasi atau lainnya.

“Pemanfaatan aset negara bisa dengan berbagai macam. Ada yang dengan sewa, kerja sama pemanfaatan, KSO, atau BOT. Ada berbagai modalitas untuk bisa memanfaatkan aset tanpa dijual” kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Isa Rachmatarwata, kepada CNBC Indonesia, Kamis (8/8/2019).


Baca Juga:


[the_ad id=”1500″]

Ia juga mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk menjual aset negara yang ada di DKI Jakarta bilamana opsi tersebut diperlukan.

“Menjual bisa menjadi satu pilihan, bisa dengan tukar guling atau transfer aset itu ke pihak lain,” ujar Isa Rachmatarwata.

Menurutnya, khusus untuk tukar guling, secara ketentuan cukup panjang prosesnya, dan belum tentu jadi pilihan ideal atau menguntungkan bagi negara.

“Dalam berbagai kesempatan kami mencoba mengeksplor beberapa pilihan lain. termasuk kalau ada BUMN yang piawai mengelola suatu properti.

Bisa saja aset tersebut kita masukan ke BUMN tersebut sebagai penyertaan modal bukan dijual. Kita sertakan sebagai inbreng modal kepada BUMN yang akan mengelolanya lebih profesional,” kata Isa.

Bila mencermati apa yang disampaikan Isa, total nilai aset negara di DKI Jakarta sejatinya sudah bisa menutupi biaya pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Nilai aset tersebut hampir tiga kali lipat lebih banyak dari jumlah biaya yang dianggarkan untuk memindahkan Ibukota. Bahkan aset di segitiga emas aja sudah hampir bisa membiayai biaya pemindahan ibu kota di Kalimantan.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pernah mengatakan lahan calon lokasi ibu kota di Kalimantan sekitar 30.000 hektare hingga 40.000 hektare. Tergantung jumlah aparat sipil negara (ASN) yang dipindahkan.

[the_ad id=”1235″]

Baca Juga: Akhirnya Jokowi Putuskan Kalimantan Timur Tempat Ibu Kota Baru

“Kalau soal biaya sudah tadi, kira-kira Rp 466 triliun (untuk 40.000 hektare), kalau 30.000 hektare kira-kira Rp 322 triliun,” ujar Basuki.


Source: Artikel asli

Comments

Trending