Terhubung Dengan Kami

Politik

Asimilasi Digugat LSM, PDIP: Yasonna Sudah Tepat dan Cermat

Diterbitkan

|

Asimilasi Digugat LSM, PDIP Yasonna Sudah Tepat dan Cermat
Photo: © Detikcom

VAZNEWS.COM – Orang PDIP di Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan tanggapi Gugatan LSM terkait kebijakan asimilasi 30.000 Napi oleh Kemenkumham, Yasonna Laoly. Menurutnya kebijakan itu sudah tepat, cermat dan penuh pertimbangan.


Asimilasi Digugat LSM, PDIP: Yasonna Sudah Tepat dan Cermat. Yasonna Laoly membuat kebijakan kontroversi dengan membebaskan tahanan narapidana di tengah pandemik Corona, Covid-19. Kebijakan itu kini digugat oleh LSM.

Politikus PDIP, Arteria Dahlan merespon gugatan LSM tersebut. Ia mempersilahkan siapapun yang ingin menguji kebijan pemerintah asal pada saluran yang tepat dan tidak membuat polemik di ruang publik.

“Itu kan hak mereka dan kanalnya tepat. Namun kita juga harus menghormati proses peradilan yang akan berlangsung dan tidak perlu mengumbar polemik di ruang publik,” kata anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP itu dalam keterangan tertulisnya, mengutip dari laman rmol, Senin (27/4/2020).


Baca Juga: 


Arteria juga menilai kebijakan yang dibuat kemenkumham sudah tepat dan cermat karena dilakukan di tengah Covid-19 yang masih tingi penyebarannya.

“Kebijakan yang diambil Menkumham Yasonna sudah tepat, cermat, dan melalui pertimbangan yang matang. Serta sempat pula dibicarakan dan disetujui oleh DPR dalam Rapat Kerja Komisi III sebelum kebijakan tersebut diambil,” tegas Arteria.

Orang PDIP itu juga tidak sepakat jika ada anggapan kebijakan tersebut dilakukan tanpa melalui pertimbangan matang dan transaksional. Menurutnya, kebijakan itu telah melalui proses yang matang termasuk sudah dibahas bersama DPR RI.

“Ini kebijakan publik yang sudah disepakati bersama. Jadi jangan sembarang bicara, apalagi kalau menggiring opini publik seolah mengesankan bahwa kebijakan tersebut diambil atas dasar transaksional. Itu fitnah besar,” ungkap Arteria.

Baca Juga: Bagikan Sembako Di Jalan Raya, Dosen: Pak Jokowi, Anda Tidak Terpilih Untuk Menjadi Santa Claus!

Kebijakan itu didasari ketidak mampuan negara dalam memberikan dan menyiapkan sarana prasarana kedaruratan kesehatan yang memadai di tengah mewabahnya virus corona, covid-19.

“Saya pribadi berpendapat, kebijakan tersebut diambil murni karena alasan kemanusiaan. Kita menyadari negara incasu Lapas/Rutan tidak mampu memberikan dan menyiapkan sarana dan prasarana kedaruratan kesehatan yang memadai. Jadi pamahi tanpa berprasangka buruk apalagi memfitnah,” pungkasnya.

Trending