Media Sosial VAZnews.com

Hukum

Bebas usai Grasi Jokowi, Neil Bantleman Tetap Bantah Sodomi Siswa JIS

Diterbitkan

|

Photo: © Disediakan oleh detikcom

VAZNEWS.COM – Terpidana kasus sodomi siswa Jakarta International School (JIS), Neil Bantleman, menerima grasi dari Presiden Jokowi dan bebas. Neil tetap mengaku tak bersalah.


[the_ad id=”1235″]

Bebas usai Grasi Jokowi, Neil Bantleman Tetap Bantah Sodomi Siswa JIS. Seperti dilansir media Kanada CBC, Jumat (12/7/2019), Neil Bantleman sudah pulang ke kampung halamannya di Ontario sejak akhir Juni 2019. Kabar penerimaan grasi dan kebebasannya itu disampaikan Neil Bantleman lewat keterangan tertulis.

“Lima tahun lalu, saya dituduh secara tidak benar dan dihukum atas kejahatan yang tidak saya lakukan dan tidak pernah terjadi,” kata Neil Bantleman dalam keterangannya.

Dia lalu mengajukan grasi ke Presiden Joko Widodo dan grasi itu diberikan akhir Juni lalu. Neil Bantleman berterimakasih kepada kakaknya, Guy, atas waktu dan usaha yang diberikan untuk kepulangannya.

Baca Juga: Terpidana Pencabul Siswa JIS Dapat Grasi Dari Jokowi

Neil Bantleman juga mengapresiasi Pemerintah Kanada atas komitmen teguh untuk membawanya pulang.

“Saya ingin berterimakasih pada istri saya, Tracy. Tanpa cinta dan komitmennya, hari ini tidak akan pernah ada. Usahanya yang tidak kenal lelah serta koordinasi dan komunikasi antara tim legal, sekolah, kedutaan, dan keluarga di Kanada adalah kunci kebebasan saya,” papar Neil Bantleman.

Sementara itu bila merujuk pernyataan Menkum HAM, Yasonna Laoly, grasi dapat diberikan bila terpidana mengaku salah. Hal itu pernah disampaikan Yasonna terkait terpidana kasus terorisme Ustaz Abu Bakar Ba’asyir.

“Kalau mau grasi, harus dimohonkan yang bersangkutan, berarti mengaku salah,” kata Yasonna saat ditanya wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Sebelumnya diberitakan, Neil Bantleman bebas setelah mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo. Grasi itu diberikan lewat Kepres No 13/G Tahun 2019 yang diteken 19 Juni 2019.

“Sudah bebas dari Lapas Klas I Cipinang tanggal 21 Juni 2019,” kata Kabag Humas Ditjen PAS, Ade Kusmanto, Jumat (11/7/2019).

[the_ad id=”1235″]

Pada April 2015, PN Jaksel menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Neil. Vonis itu dianulir oleh Pengadilan Tinggi Jakarta pada Agustus 2015. Baru menghirup udara bebas beberapa bulan, Neil kembali harus menghuni penjara.

Sebab, pada Februari 2016, MA memutuskan Neil bersalah dan menghukum Neil untuk menghuni penjara 11 tahun lamanya. [dtk]

Comments

Trending