Temukan VAZnews di

Politik

Belum Dipublikasi, Draf Final Omnibus Law Masih Dibaca Jokowi

Diterbitkan

|

Belum Dipublikasi, Draf Final Omnibus Law Masih Dibaca Jokowi
Belum Dipublikasi, Draf Final Omnibus Law Masih Dibaca Jokowi (foto: metrotempo)

VAZNEWS.COM –  Akhirnya Draf Omnibus Law UU Cipta Kerja sudah di tangan Presiden Joko Widodo. Donny Gahral Adian selaku Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan Presiden Jokowi membaca draft UU Ciptaker tersebut.


Belum Dipublikasi, Draf Final Omnibus Law Masih Dibaca Jokowi. “Presiden pasti baca. Enggak mungkin enggak baca. Beliau sudah menyampaikan beberapa hal penting dalam Ciptaker yang selama ini disalah pahami,” ujar Donny, pada Jumat (16/10/2020).

Jokowi telah meluruskan beberapa pasal antara lain ialah terkait Upah Minimum Provinsi dan Upah Minimum Kabupaten Kota serta terkait Amdal. Kata Donny gahral adian, klausul ini tidak dihilangkan dari UU Omnibus Law.


Baca Juga:


“Beliau itu sungguh-sungguh membaca dan menyampaikan sebenar-benarnya tentang UU Ciptaker ini. Bahwa UU ini dibuat sepenuh-penuhnya untuk kepentingan rakyat,” katanya.

Meski demikian, Donny mengatakan bahwa Jokowi membaca klaster yang penting saja seperti terkait ketenagakerjaan. Bukan membaca semua draft satu per satu.

“Pasti enggak dibaca semua tapi klaster-klaster penting sesuai azas dan tujuan UU. Seperti kemudahan berusaha, perlindungan untuk buruh, pemerataan,” jelas donny.

“Di mana sekarang UMKM tidak perlu lagi ajukan izin hanya perlu mendaftar. Soal Amdal. Ya yang menonjol-menonjol saja,” sambungnya.

Donny juga menyatakan draf UU  akan diunggah ke laman resmi milik negara. Namun pengunggahan dilakukan setelah draf diresmikan.

Baca Juga:  Terkait Omnibus Law, Prabowo:”Presiden itu selalu bela rakyat kecil”

“Nanti setelah diundangkan. Setelah dicatat di lembar negara. Iya setelah ada draf resminya,” pungkasnya.

Terakhir, Indra Iskandar selaku Sekjen DPR  menyebut jumlah halaman draf UU Ciptaker menjadi 812 halaman. Perubahan terjadi karena perubahan format kertas yang digunakan.

“Kemarin sudah dijelaskan, itu hanya teknis dari kertas ukuran biasa ke legal kalau dulu kita menyebut folio,” kata indra.

Klik tompol ← → (panah) untuk menjelajah!

Comments

Trending