Temukan VAZnews di

Ekonomi

BI Tolak Desakan DPR Cetak Uang, DW: Tapi Kita Mau Cari Uang Dari Mana?

Diterbitkan

|

BI Tolak Desakan DPR Cetak Uang, DW Tapi Kita Mau Cari Uang Dari Mana
Photo: © bisnis

VAZNEWS.COM – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dikabarkan menolak usulan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menyarankan BI segera mencetak uang. Meski demikian ekonom Dradjad Wibowo menilai situasinya begitu dilematis.


BI Tolak Desakan DPR Cetak Uang. Rencana yang didengungkan DPR agar Indonesia mencetak uang memang memiliki risiko tinggi. Hal ini bisa langsung berdampak negatif bagi warga miskin. Jika uang dicetak dalam jumlah yang sangat besar kemungkinan besar Rupiah bisa anjlok tak bernilai.

Ekonom senior, Dradjad Wibowo menanggapi penolakan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo atas desakan Banggar DPR agar pemerintahan Jokowi secepatnya untuk mencetak uang.

Melansir dari RMOL, minggu (10/5/2020) Dradjad Wibowo mengatakan secara tegas bahwa “Mencetak uang baru itu risikonya sangat tinggi. Lembar (uang) 100 ribu bisa-bisa buat beli tempe saja kurang.”


Baca Juga:


Namun demikian, penolakan Perry Warjiyo itu tidak serta merta menghindarkan Indonesia dari situasi keterpurukan ekonomi. Penolakan itu kemudian malah menimbulkan polemik baru. Menurut Dradjad, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf saat ini sedang kesusahan dalam mencari uang.

Kalau tidak cetak uang baru, pemerintah harus mampu menemukan atau mencari sumber pendanaan alternatif untuk stimulus pemulihan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Bagikan Sembako Di Jalan Raya, Dosen: Pak Jokowi, Anda Tidak Terpilih Untuk Menjadi Santa Claus!

“Semua ekonom sangat memahami alasan BI menolak mencetak uang. Tapi dilemanya, kita mau cari uang dari mana?” ujar Dradjad Wibowo.

Dradjad menjelaskan terkait penerimaan pajak yang menurun. “Sekarang pajak jeblok, bahkan penerimaan pajak kuartal I 2020 hanya Rp 246,1 triliun. Turun Rp 6,1 triliun  dibanding kuartal I 2019,” kata Dradjad menambahkan.

Klik tompol ← → (panah) untuk menjelajah!

Trending