Terhubung dengan VAZnews.com

Nasional

Bongkar Kecurangan Pilpres, BPN Undang Pakar IT dan Dubes Luar Negeri

Saya kira itu sesuatu yang biasa saja. Ini bukti bahwa kami memang menyampaikannya secara apa adanya, komprehensif, holistik, terbuka, tidak tertutup

Diterbitkan

pada

Photo: © Disediakan oleh matamatapolitik

VAZNEWS.COM – Bongkar Kecurangan Pilpres, BPN Undang Pakar IT dan Dubes Luar Negeri. Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Ahmad Riza Patria mengatakan, tim data BPN akan menggelar acara bertema “Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019”, Selasa (12/05/2019) besok.

Acara tersebut akan menghadirkan para pakar Information Technology (IT). BPN juga akan mengundang sejumlah perwakilan duta besar negara luar.

Pakar IT itu nantinya akan membongkar dan membahas terkait fenomena banyaknya kecurangan dan kesalahan input data dalam Situng KPU. Termasuk berbagai kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu Serentak 17 April 2019 lalu.


Baca Juga:


“Saya kira itu sesuatu yang biasa saja. Ini bukti bahwa kami memang menyampaikannya secara apa adanya, komprehensif, holistik, terbuka, tidak tertutup. Nanti silakan ada yang bertanya, berdialog, semua dipaparkan secara lugas, secara transparan, dan terbuka,” kata Riza di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/05/2019).

Riza berharap, dengan adanya acara ini, nantinya masyarakat bisa tercerahkan dalam menilai dan melihat berbagai kecurangan yang terjadi di Pemilu Serentak 2019.


Baca Juga:


“Supaya semua masyarakat bisa menilai dan mengetahui. Ada data-data yang ditemukan BPN, berbagai kecurangan yang ada. Saya kira nanti akan dipaparkan kecurangan apa yang ada pada masa sebelum hari H, hari H, maupun setelah hari H Pemilu,” ungkap Riza.


Bongkar Kecurangan Pilpres, BPN Undang Pakar IT dan Dubes Luar Negeri

Komentar

Nasional

14.520 Lansia di Jakarta Mulai Terima Rp 600 Ribu per Bulan

Diterbitkan

pada

Photo: © Disediakan oleh poskotanews

VAZNEWS.COM – Gubernur Jakarta Anies Baswedan secara simbolis membagikan 12.141 Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di RPTRA Pulo Gundul Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.


14.520 Lansia di Jakarta Mulai Terima Rp 600 Ribu per Bulan.  Pembagian akan dilakukan bertahap hingga ditargetkan tersalurkan ke yang berhak sebanyak 14.520 KLJ tahun ini.

“Para lansia ini akan menerima Rp 600 ribu per bulan, dan yang dibagikan sekarang ini dirapel dua bulan. April dan bulan Mei. Mereka menerima Rp 1,2 juta bulan ini,” kata dia, Selasa (8/5).

Anies mengatakan, ada beberapa kriteria penerima program KLJ ini. Mereka yang menerima KLJ harus berusia di atas 60 tahun, harus tinggal di Jakarta, dan tidak memiliki penghasilan tetap atau miskin sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya.

Selain itu, lanjut Anies, mereka yang memiliki penyakit menahun juga berhak mendapat KLJ, serta tidak bisa melakukan kegiatan, dan juga warga telantar. Program ini merupakan salah satu dari janji kampanye dan program prioritas Anies-Sandi saat kampanye Pilkada DKI Jakarta lalu.


Baca Juga:


“Saya sampaikan pada semua bahwa nomor satu layani orang tua ini dengan sepenuh hati, dengan baik hati dan pastikan mereka semua bahagia dalam prosesnya,” ujar dia.

Pendistribusian KLJ hari ini, Selasa (8/5), diperuntukkan bagi 2.903 penerima yang dilaksanakan serentak di 13 titik lokasi Jakarta Pusat. Untuk wilayah lainnya akan didistribusikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Sebanyak 919 KLJ akan dibagikan di Jakarta Barat dan 658 KLJ di Jakarta Utara pada Rabu (9/5). Sebanyak 3.894 KLJ akan dibagikan di Jakarta Selatan. Sementara itu, di Jakarta Timur sebanyak 3.531 KLJ dibagikan pada Selasa dan Rabu pekan depan.

Jumlah penerima KLJ tahap I sebanyak 12.141 lansia yang disalurkan mulai 8 Mei 2018. Sementara itu, tahap II akan disalurkan menjelang Hari Raya Idul Fitri kepada 2.379 lansia sehingga jumlah keseluruhan mencapai 14.520 lansia.

Lansia penerima KLJ merupakan penduduk Provinsi DKI Jakarta yang telah terdaftar dan ditetapkan dalam Basis Data Terpadu (BDT) pada desil dengan kondisi status sosial-ekonomi terendah (desil 1) serta bertempat tinggal/berdomisili di Provinsi DKI Jakarta.

Untuk lansia yang merupakan penduduk Provinsi DKI Jakarta, tetapi belum terdaftar dan ditetapkan dalam BDT, dapat secara aktif mendaftarkan diri atau didaftarkan melalui lurah atau SKPD/UKPD terkait dalam pelaksanaan pemutakhiran BDT.

KLJ berbentuk kartu ATM yang diterbitkan oleh Bank DKI yang dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi oleh pemegang kartu, terkait dengan program bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar di Provinsi DKI Jakarta.


Baca Juga:


Para pemegang KLJ telah dibukakan rekening Tabungan Monas Bank DKI secara massal dan dapat digunakan secara tunai dan nontunai melalui ATM dan EDC, untuk berbagai pemenuhan kebutuhan dasar. Selain itu, KLJ juga berfungsi untuk mengakses program subsidi Pemprov DKI Jakarta, yaitu subsidi pangan murah dan transportasi Transjakarta gratis.

Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi mengatakan, dana yang diterima setiap lansia terhitung bulan April 2018. Berikutnya, kata dia, dana KLJ dicairkan setiap tanggal 5 per bulannya. Pada saat lansia melakukan pengambilan KLJ, Bank DKI akan menyerahkan kartu ATM beserta PIN dengan persyaratan setiap lansia membawa undangan dari Dinas Sosial, KTP, dan KK asli dan foto kopi.

“Kita memang enggak memberikan buku tabungan. Tapi kalau dibutuhkan catatan print out-nya itu bisa,” ujar dia.

Namun, saat ini belum semua kartu diaktivasi pada saat pendistribusian. Untuk penerima KLJ yang telah melengkapi berkas, kartu tersebut akan aktif selambat-lambatnya satu pekan setelahnya dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Para penerima KLJ disarankan melakukan penarikan melalui ATM Bank DKI sebab penarikan dana KLJ di mesin ATM bank lain akan dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan bank yang berlaku. Penerima KLJ diimbau senantiasa berhati-hati dan waspada serta tidak memberikan PIN kepada orang lain yang tidak berkepentingan.


Source: Artikel asli

Sebelumnya

Lanjut Baca

Nasional

Sebelum Bertemu Jokowi, Ini Isi Surat Prabowo ke Amien Rais

Diterbitkan

pada

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (Amien Rais/detikcom)

VAZNEWS.COM – Tokoh reformasi, Amien Rais mengaku telah membaca surat dari Prabowo Subianto. Surat itu berisi pemberitahuan terkait Prabowo yang akan menemui Jokowi pada 13 Juli 2019.


Sebelum Bertemu Jokowi, Ini Isi Surat Prabowo ke Amien Rais. Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengatakan sudah membaca surat dari Ketum Gerindra Prabowo terkait pertemuan dengan Jokowi. Amien mengaku baru membaca surat itu pagi tadi.

“Jadi saya tadi pagi datang dari Yogyakarta, kemudian langsung baca surat di meja saya dari Pak Prabowo, surat itu tertanggal 12 Juli,” kata Amien Rais di kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

Amien Rais menyampaikan hal tersebut saat jumpa pers di kantor DPP PAN, Jalan Daksa, Jaksel. Amien langsung menyampaikan hal tersebut setiba di kantor DPP PAN.

Dalam surat yang diterimanya, kata Amien, Prabowo menjelaskan maksud pertemuan dengan Jokowi pada Sabtu (13/7) di MRT. Kata Amien, pertemuan Prabowo-Jokowi itu semata-mata untuk keutuhan NKRI.


Baca Juga:


“Isinya lebih-kurang, ‘Pak Amien, kemungkinan 13 Juli, jadi esok harinya, akan ada pertemuan dengan Pak Jokowi, bagi saya, Pak Amien, kepentingan lebih besar keutuhan bangsa, keutuhan NKRI itu lebih saya pentingkan,” kata Amien menirukan isi surat Prabowo.

“Dan paragraf dua katakan ‘Setelah ini, setelah pertemuan, saya akan ketemu Pak Amien, bisa di Jakarta, bisa terbang ke Yogya,” sambungnya.

Amien mengatakan akan segera mengatur waktu untuk bertemu dengan Prabowo. Rencananya, pertemuan itu akan digelar esok hari atau lusa.

Baca Juga: Prabowo Ke Jokowi: Mohon Maaf Kalau Nanti Kami Kritik

“Sekarang saya belum bertemu Pak Prabowo, jadi singkatnya begini, jadi saya tentu tidak bisa jelaskan secara detail mengapa Pak Prabowo sudah ketemu Pak Jokowi, tapi yang jelas saya sebentar lagi, besok pagi atau lusa saya akan bertemu. Namun buat saya rekonsiliasi itu sangat lucu kalau dalam wujud dalam bagi-bagi kursi.

Itu namanya bukan rekonsiliasi, tapi ya bagi-bagi kursi, ada aibnya, ada negatifnya, ternyata cuma, nggak ada lagi kekuatan moral, nggak memegang disiplin partai, dan lain-lain,” tuturnya. [dtk]

Lanjut Baca

Daerah

Guru Honorer Bergaji Rp 350 Ribu/Bulan Tinggal di WC SD

Diterbitkan

pada

Oleh

Photo: © Disediakan oleh detikcom

VAZNEWS.COM – Nining Suryani, guru honorer SD Negeri Karyabuana 3 Pandeglang, terpaksa manfaatkan toilet sekolah jadi bagian rumahnya sejak 2 tahun lalu. Ia mengaku tak ada pilihan lain.


Guru Honorer Bergaji Rp 350 Ribu/Bulan Tinggal di WC SD. Nining Suryani mendirikan tempat tinggal di areal WC sekolah. Setelah rumahnya yang lama hancur, ia mengaku tak punya pilihan lain.

“Kalau nempatin WC memang nggak boleh, kan ini dibangun di sebelahnya,” ujar Nining kepada wartawan di Cigeulils, Pandeglang, Banten, Senin (15/7/2019).

Nining mengaku sempat putus asa menjadi honorer sejak 2004 di sekolah ini. Dia hanya mendapat upah Rp 350 ribu per bulan dan itupun dibayarkan pertiga bulan sekali.


Baca Juga:


“Putus asa karena pemerintah nggak ada kebijakan buat saya, putus ada usia sudah tua bagaimana selanjutnya kalau nggak ada perhatian dari pemerintah,” kata Nining.

Meski susah, Nining masih menyimpan mimpi untuk diangkat oleh pemerintah menjadi PNS. Jika pun tidak, ia meminta pemerintah memberikan perhatian kepada para honorer.

“Mau kecil, mau besar saya ikhlas terima,” ujar Nining.

Untuk kebutuhan sehari-hari, guru honorer ini menjual makanan kecil untuk murid-murid. Suaminya sendiri bekerja serabutan. Nining mengaku punya 2 anak. Satu sekolah di tingkat MTS dan satu kerja.

“Anak harus sekolah terus, saya semangat untuk biaya sekolah. Harapannya pengin jadi anak pintar” kata Nining.

Baca Juga: Gubernur Kepri Terjaring OTT KPK, Nasdem: Ini tindakan perorangan!

Meski memanfaatkan toilet sekolah sebagai bagian dari rumahnya, Nining mengaku tidak terganggu. Ia memanfaatkan toilet untuk dijadikan dapur dan kebutuhan kakus. Sementara, ia memanfaatkan lahan di samping toilet untuk tinggal sehari-hari. [dtk]

Lanjut Baca

Trending