Terhubung Dengan Kami

Opini

Dana Covid-19 667 T, Said Didu; Tesnya Harusnya Gratis

Diterbitkan

|

Dana Covid-19 667 T, Said Didu; Tesnya Harusnya Gratis
Photo: © Disediakan oleh Republika

VAZNEWS.COM –  Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu mengatakan jika pemerintah tidak boleh sekadar memberi subsidi pada setiap pihak yang hendak menjalankan tes corona. Seharusnya tes itu gratis, baik rapid test maupun swab test, sebab dana covid-19 sekitar 667 triliyun.


Dana Covid-19 667 T, Said Didu; Tesnya Harusnya Gratis.  Itulah ungkapan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menanggapi pernyataan Wasekjen DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon.

Sebelum itu, Jansen Sitindaon menyoroti perjalanan orang di saat era new normal yang sudah mulai ramai. Diantara yang disorot Jansen yaitu perjalanan antar wilayah yang turut mensyaratkan kepemilikan hasil tes corona.

Meski demikian, harga tes ini bervariasi pada setiap rumah sakit dan tidak memiliki standar yang jelas. Jansen meminta agar ada standarisasi yang jelas sehingga tidak menyulitkan rakyat.


Baca Juga:


“Rapid test berlaku 3 hari. Swab test 7 hari. Setelah itu test lagi. Harga standard rapid/swab ini dibuat Kemenkes agar mengikat untuk semua, agar tidak jadi komersialisasi.” Tegas Jansen dalam akun Twitter pribadi miliknya pada, Senin 22 Juni 2020.

Jansen Sitindaon mengatakan tidak mau ada pihak-pihak yang justru mencari keuntungan di tengah pandemik. Selain dari pada itu, ia juga mempertanyakan kontribusi pemerintah dalam mencegah sebaran covid-19 ini. Karena seharusnya, kata Jansen, pemerintah sudah memberi subsidi untuk biaya tes corona. Ini semua mengarah pada Perppu Corona yang telah disahkan DPR dan kini menjadi UU 2/2020.

“Pemerintah apa tidak subsidi rapid/swab ini? Perppu kan udah kita sahkan,” kata Jansen.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Masinton; Ini Adalah Kotak Pandora Birokrasi

Selain Jansen, Said Didu juga menilai bahwa kedua tes tersebut harusnya digelar secara gratis. Sebab pemerintah telah menambah utang hingga Rp 1.038 triliun pada tahun ini, dimana mayoritas dana tersebut adalah untuk penanganan corona.

“Harusnya sih gratis. Kan tahun ini akan menambah utang Ro 1.038 triliun dan untuk Covic-19 dananya Rp 667 trilyun.” Ungkap Said Disu di akun Twitter pribadinya.

Klik tompol ← → (panah) untuk menjelajah!

Trending