Media Sosial VAZnews.com

Politik

Demokrat Minta UNESCO Surati Jokowi Setop Proyek ‘Jurassic Park’ NTT

Benny Kabur Harman selaku Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat meminta UNESCO agar menyurati Presiden Joko Widodo secara resmi guna menghentikan mega proyek pemugaran kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diterbitkan

|

Demokrat Minta UNESCO Surati Jokowi Setop Proyek 'Jurassic Park' NTT
Demokrat Minta UNESCO Surati Jokowi Setop Proyek 'Jurassic Park' NTT (foto: dawainusa)

VAZNEWS.COM – Benny Kabur Harman selaku Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat meminta Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNESCO) agar menyurati Presiden Joko Widodo secara resmi guna menghentikan mega proyek pemugaran kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).


Demokrat Minta UNESCO Surati Jokowi Setop Proyek ‘Jurassic Park’ NTT. “Saya minta PBB dalam hal ini UNESCO secara resmi menyurati Presiden RI untuk menghentikan proyek tersebut! Harus mutlak dihentikan,” ujar Benny lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, pada Selasa (27/10/2020). Dia menyatakan bahwa mega proyek pemugaran kawasan TNK akan sangat mengganggu ekosistem komodo sebagai hewan purba tertua di dunia.

[the_ad id=”3605″]

Ia pun mengingatkan bahwa komodo merupakan hewan yang ekosistemnya harus dilindungi. Menurut Benny, kelestarian dan keseimbangan ekosistem di kawasan TNK harus dijaga karena merupakan aset milik dunia.

“Itu bukan saja milik Indonesia, tapi milik dunia. Dunia harus melindungi ekosistem komodo ini,” ujar anggota Komisi II DPR RI itu.


Baca Juga:


Sebelumnya, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno menyatakan bakal mengawasi jalannya proyek pembangunan ‘Jurassic Park’ di daerah konservasi komodo di Pulau Rinca, NTT. Ia ingin memastikan, bahwa tidak akan ada komodo yang menjadi korban.

“Nggak boleh ada satu ekor pun komodo yang mati. Oleh karena itu saya memastikan lagi. Kamis saya ke Pulau Rinca, memastikan protokol yang lebih ketat lagi. Terutama pada pekerja,” imbuh Wiratno.

Ia juga menegaskan setiap hari setidaknya ada 10 ranger yang berjaga untuk memastikan pembangunan tidak membahayakan komodo. Begitu juga dengan masyarakat sekitar yang diklaim juga turut mengawasi pembangunan.

Sementara BOPLBF atau Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores menyatakan pemugaran kawasan TNK bertujuan meningkatkan fasilitas pariwisata di habitat komodo tersebut.

Baca Juga: Opening Ceremony Piala Dunia U-20 2021 Tanpa Acara Khusus

[the_ad id=”1235″]

Shana Fatina  selaku Direktur Utama BOPLBF, mengklaim pemerintah tetap memperhatikan kelestarian dan keseimbangan ekosistem dalam proses pembangunan di kawasan Taman Nasional Komodo tersebut.

Selain itu, Ia mengatakan pihaknya selalu terbuka berkomunikasi dengan pemangku kepentingan, termasuk dengan masyarakat lokal terkait rencana pengembangan pariwisata di tempat tinggal hewan endemik tersebut.

Comments

Trending