Media Sosial VAZnews.com

News

Demokrat Tak Cukup Suara Tolak RUU Ciptaker, AHY: ‘Saya Mohon Maaf’

Diterbitkan

|

Demokrat Tak Cukup Suara Tolak RUU Ciptaker, AHY 'Saya Mohon Maaf'
Demokrat Tak Cukup Suara Tolak RUU Ciptaker, AHY: 'Saya Mohon Maaf' (foto: portalsurabaya - pikiranrakyat)

VAZNEWS.COM – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara terang-terangan menolak Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dan menjelaskan alasan partainya menolak tentang pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.


Demokrat Tak Cukup Suara Tolak RUU Ciptaker, AHY: ‘Saya Mohon Maaf’. Fraksi Partai Demokrat menegaskan penolakan tersebut dengan walk out nya fraksi partai demokrat dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Senin (5/10/2020).

[the_ad id=”5067″]

“Keputusan kami ini sudah disampaikan oleh F-PD dalam Pandangan Akhir Mini Fraksi pada Pengesahan Tingkat I di Rapat Kerja Badan Legislasi DPR RI (Sabtu, 3/10), dan kami sampaikan lagi dalam pendapat fraksi Sidang Paripurna DPR RI,” ujar AHY dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2020).


Baca Juga:


AHY turut mengucapkan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya buruh dan pekerja atas disahkannya RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang.

“Saya mohon maaf pada masyarakat Indonesia, khususnya buruh dan pekerja, karena kami belum cukup suara untuk bisa memperjuangkan kepentingan rakyat. Insya Allah kita terus memperjuangkan harapan rakyat” pungkasnya.

Menurutnya, pembahasan UU Cipta Kerja terburu-buru dan sangat dipaksakan serta tidak memiliki urgensi di masa pandemi Covid-19. Bahkan, para kalangan buruh merasa banyak pasal-pasal yang merugikan bagi kesejahteraannya. Pancasila menjadi kapitalistik dan neo liberalistik.

“Tentu, menjadi jauh dari prinsip-prinsip keadilan sosial. Alih-alih berupaya untuk menciptakan lapangan kerja secara luas, RUU tersebut berpotensi menciptakan banyak sekali masalah lainnya,” kata AHY.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut mengajak seluruh masyarakat yang terdampak UU Cipta Kerja khususnya buruh dan pekerja untuk selalu bersuara dan tetap menegakkan nilai-nilai keadilan.

“Kita (Partai Demokrat) harus berkoalisi dengan rakyat, No one is left behind. Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit. Tuhan Bersama Kita,” kata AHY. DPR sebelumnya telah mengesahkan omnibus law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang melalui rapat paripurna, pada Senin (5/10/2020).

Dari sembilan fraksi di DPR, hanya dua fraksi yang menolak seluruh hasil pembahasan RUU Cipta Kerja yakni Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Baca Juga: Gibran Senang Sandiaga Uno Jadi Jurkam Di Pilkada Solo dan Medan

[the_ad id=”1235″]

Hasilnya, RUU Cipta Kerja tetap disahkan menjadi undang-undang. Pemerintah yang diwakili Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, RUU Cipta Kerja diperlukan untuk meningkatkan efektivitas birokrasi dan memperbanyak lapangan kerja. Menurutnya, dengan adanya RUU Cipta Kerja akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah.

“Kita memerlukan penyederhanaan, sinkronisasi, dan pemangkasan regulasi. Untuk itu, diperlukan UU Cipta Kerja yang merevisi beberapa undang-undang yang menghambat pencapaian tujuan dan penciptaan lapangan kerja. UU tersebut sekaligus sebagai instrumen dan penyederhanaan serta peningkatan efektivitas birokrasi,” kata Airlangga.

Comments

Trending