Temukan VAZnews di

Olahraga

Eduardus Mantan Atlet Indonesia Meninggal Dunia, Ini Pesan Terakhirnya

Diterbitkan

|

Eduardus Mantan Atlet Indonesia Meninggal Dunia, Ini Pesan Terakhirnya
Eduardus Mantan Atlet Indonesia Meninggal Dunia, Ini Pesan Terakhirnya (foto: minewsid)

VAZNEWS.COM – Kabar duka kembali menyelimuti dunia olahraga tanah air. Pasalnya, mantan pelari jarak jauh kebanggaan Indonesia, Eduardus Nabunome, dikabarkan meninggal dunia akibat serangan jantung.


Eduardus Mantan Atlet Indonesia Meninggal Dunia, Ini Pesan Terakhirnya. Berita duka ini dikabarkan pada Senin (12/10/2020) malam, dua hari setelah Eduardus Nabunome dilarikan ke Rumah Sakit Medistra, Jakarta, karena ia mengalami nyeri dibagian dada.

Sosok yang beralih profesi sebagai pelatih di Eduard Atletik Club itu sejatinya akan menjalani operasi pemasangan ring di jantungnya. Namun, sebelum rencana itu terlaksana, Eduardus Nabunome sudah terlebih dulu menghembuskan napasnya yang terakhir.


Baca Juga: 


“Papa memang punya riwayat jantung pada 2017. Lalu hari Sabtu itu memang jadwal latihan Papa bersama adik-adik di GBK, Senayan. Cuma ada sedikit masalah di sana, sampai ada tekanan emosi,” kata Usy soal kejadian sebelum masuk rumah sakit.

Jenazah mantan atlet asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu sudah di bawah ke rumah duka, di depan SMA 48 Pinang Ranti, Jakarta Timur.

Eduardus Nabunome adalah atlet legendaris di Indonesia dengan berbagai torehan rekor di cabor atletik nomor lari jarak jauh yang belum terlampaui hingga sekarang.

Pria yang kerap disapa Edo tersebut adalah pemegang rekor nasional lari maraton dengan catatan waktu 2 jam 19 menit 18 detik. Catatan itu dibuat Edo pada pada (12-09-1993) di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIII/1993 yang berlangsung di Jakarta.

Dan masih banyak lagi torehan rekor yang luar biasa yang dicetak oleh Edo, antara lain seperti:

  1. Pemegang rekor lari 10 km (jalan raya) dengan waktu 29 menit 25 detik Rekor tersebut dibuatnya di ajang Bali 10K di Denpasar pada 20 Oktober 1989.
  2. Edo juga merupakan atlet dengan catatan hattrick medali emas nomor lari 10.000 meter putra SEA Games tahun 1987, 1989, dan 1991.
  3. Di nomor 5.000 meter putra, pria asal Nusa Tenggara Timur tersebut juga mengoleksi medali emas di ajang SEA Games 1987 dan 1989. Juga lari maraton di SEA Games 1997.

Pensiun sebagai atlet, Ia beralih menjadi pelatih lari untuk anak muda. Sejak sebagai pelatih, bukan kali pertama Edo harus dirawat di rumah sakit karena menderita serangan jantung. Pada tahun 2017, Edo sempat menjalani perawatan atas keluhan yang sama di RS Pasar Rebo Jakarta Timur.

Usy selaku anak dari Eduardus Nabunome mengaku cukup kehilangan dengan sosok ayahnya yang pekerja keras. Bahkan, ketika terbaring di rumah sakit, ayahnya masih sempat menanyakan latihan ketiga adiknya.

Ya, dari enam orang anaknya, yang mengikuti jejak Eduardus sebagai pelari ialah adik-adiknya.

“Sebenarnya semua anak papa sempat dilatih oleh papa. Tapi dari SMA, saya sudah putuskan mau kuliah, dan mengambil jurusan sosiologi karena saya senang dunia sosial. Nah, adik-adik ini yang ikut papa,” tutur mahasiswi Universitas Negeri Jakarta jurusan sosiologi semester 7 ini.

Baca Juga: Resmi! Tinggalkan Barcelona, Arturo Vidal Pindah Ke Inter Milan

“Kami merasa ini terlalu cepat ya, tapi papa selalu tanya adik-adik. Bagaimana latihannya, adik-adik harus latihan. Jadi di rumah sakit masih sempat tanya-tanya.”

“Papa pernah bilang ingin dibawa ke kampung saja. Kalau papa usia panjang, begitu mama pensiun, papa ingin tinggal berdua dengan mama di NTT. Tapi kondisi sedang begini, kalau ke kampung harus sekeluarga. Jadi belum tahu mau di Jakarta atau NTT. Apalagi di kampung papa kepala suku. Jadi masih dirembukkan,” ujarnya.

Klik tompol ← → (panah) untuk menjelajah!

Comments

Trending