Media Sosial VAZnews.com

Ekonomi

Efek Corona; “Haji Batal Dana Dikelola Untuk Perkuat Rupiah” Benarkah?

Diterbitkan

|

Efek Corona; "Ibadah Haji Batal Dana Haji Dikelola Untuk Pekuat Rupiah" Benarkah?
Photo: © okezone

VAZNEWS.COM – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan dana haji akan aman di rekeningnya dan hanya akan digunakan untuk keperluan penyelenggaraan ibadah haji.


[the_ad id=”1235″]

Efek Corona; “Haji Batal Dana Dikelola Untuk Pekuat Rupiah” Benarkah?. Efek corona, ibadah haji batal, hal ini bersamaan dengan adanya keputusan pemerintah yang meniadakan keberangkatan haji 2020 untuk seluruh warga Indonesia.

“Dana tersebut memang tersimpan di rekening BPKH. Jika tidak dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji akan dikonversi ke dalam mata uang rupiah dan dikelola oleh BPKH. Dana konversi rupiah itu sendiri nantinya akan tetap tersedia dalam rekening BPKH yang aman dan dipergunakan dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji,” kata Kepala BPKH pada, Rabu3 Juni 2020.

Kepala BP-BPKH, Anggito Abimanyu mengtakan per Mei 2020 dana yang dikelola sejumlah lebih dari Rp 135 triliun. Dana tersebut dalam bentuk rupiah dan valuta asing yang dikelola yang mengarah pada instrumen syariah yang aman dan likuid.


Baca Juga:


Anggito memberikan klarifikasi terkait dana haji sebesar US$ 600 juta untuk membantu memperkuat rupiah. Kabar yang beredar mengenai dana US$ 600 juta BPKH dapat dipakai untuk memperkuat rupiah diucapkan di acara internal Halal Bihalal Bank Indonesia pada 26 Mei 2020. Namun, bukan setelah pemerintah mengumumkan haji ditunda pada 2 Juni 2020.

“Pernyataan tersebut adalah bagian dari ucapan silaturahmi secara online kepala BP-BPKH kepada Gubernur Bank Indonesia (BI),” jelas Anggito.

Kepala BP-BPKH menyampaiakan ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H dan memberikan update mengenai Dana Haji didepan Gubernur dan Deputi Gubernur BI. Selain itu, ia juga menyampaikan tentang Dana Kelolaan, Investasi dan Dana Valuta asing serta kerja sama BI dan BPKH mengenai kantor di Bidakara. Kemudian mengenai pengelolaan Valuta Asing dan rencana Cashless Living Cost Haji dan Umrah.

[the_ad id=”1235″]

Baca Juga: Uji Vaksin Corona, Indonesia Akan Mulai Pada Bulan Juni

“Menteri Agama mengumumkan pada tanggal 2 Juni 2020 bahwa haji 2020 ditiadakan. Namun pada tanggal tersebut, Kepala BP-BPKH sama sekali tidak memberikan pernyataan terkait dengan pembatalan haji 2020. Apalagi menyangkut kaitannya dana US$ 600 juta tersebut,” pungkasnya.


sources : detik

Comments

Trending