Media Sosial VAZnews.com

Politik

Haris Ke Pangdam Dudung: Tugas Satpol PP Masa Dikerjakan Tentara

Diterbitkan

|

Haris Ke Pangdam Dudung Tugas Satpol PP Masa Dikerjakan Tentara

VAZNEWS.COM – Aktivis HAM yang juga mantan Koordinator KontraS, Haris Azhar melihat ada yang menyimpang dari Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Pangdam Dudung mengaku perintahkan prajuritnya copot baliho yang dinilai Haris Azhar tugas Satpol PP.


Haris Ke Pangdam Dudung: Tugas Satpol PP Masa Dikerjakan Tentara. Haris Azhar yang dikenal sebagai Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) menilai sikap Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman terlalu berlebihan.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman sebelumnya mengaku memerintahkan prajuritnya untuk mencopot spanduk dan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) di seluruh Jakarta.

Haris Azhar yang juga pendiri Kantor Hukum dan HAM Lokataru Foundation itu menerangkan terkait penertiban spanduk dan baliho merupakan masalah ketertiban umum dan terlalu jauh jika harus melibatkan TNI.

“Wewenang dan tugasnya Satpol PP ya masa sampai tentara yang mengerjakan?” kata Hari, mengutip dari laman VIVA, Sabtu, (21/11/2020).


Baca Juga:


Haris menjelaskan penurunan baliho boleh dilakukan oleh Satpol PP dengan catatan jika ditemukan kesalahan prosedur seperti pelanggaran hukum.

Jika penurunan baliho tersebut sampai melibatkan TNI, apakah ada dalam poster atau spanduk tersebut yang punya muatan dengan peperangan.

“Berarti ini serius terhadap Riziq Shihab, tapi saya tidak yakin RS bisa mengakibatkan atau menyulut perang. Wong perang antar negara saja ada mediasi dan diplomasi kok,” ujar Haris.

Baca Juga: RI Kantongi Utang dari Australia Rp15 Triliun Untuk Tangani Covid-19

“Atau jika TNI turun tangan, ada ancaman lain selain perang, terorisme, bencana dan lainnya. Akan tetapi jika RS punya kandungan terorisme, bencana dan lainnya kan masih ada otoritas lain,” janjutnya.

Haris Azhar lantas menduga ada institusi di negara ini yang sedang lumpuh dengan mengatakan, “Atau memang institusi lain sudah tidak bisa bekerja sehingga harus TNI yang kerjakan”.

Comments

Trending