Media Sosial VAZnews.com

Nasional

Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Minta Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia meminta kepada pemerintah untuk menunda rencana dimulainya kembali proses pembelajaran tatap muka di sekolah pada Januari 2021 mendatang.

Diterbitkan

|

Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Minta Pembelajaran Tatap Muka Ditunda
Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Minta Pembelajaran Tatap Muka Ditunda (foto: metrotempo)

VAZNEWS.COM – Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia meminta kepada pemerintah untuk menunda rencana dimulainya kembali proses pembelajaran tatap muka di sekolah pada Januari 2021 mendatang.


Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Minta Pembelajaran Tatap Muka Ditunda.”Meminta kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk menunda pembelajaran tatap muka di sekolah,” tulis rekomendasi IPK Indonesia, pada Kamis (17/12).

Rekomendasi yang disampaikan ini sejalan dengan hasil studi IPK Indonesia yang menemukan konsep pembelajaran jarak jauh (PJJ) tak memberikan dampak buruk terhadap kondisi psikologis siswa.


Baca Juga:


“Kondisi psikologis siswa tidak dapat dijadikan alasan pembukaan sekolah. Karena hal ini tidak terbukti,” tulis IPK Indonesia.

Sebelumnya, lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, pemerintah telah memperbolehkan sekolah untuk kembali menggelar pembelajaan tatap muka (PTM) pada Januari 2021. Kondisi psikologis anak jadi salah satu pertimbangannya.

Kemendikbud, Nadiem Makarim menyebut, tekanan psikososial dan kekerasan dalam keluarga selama PJJ berlangsung jadi salah satu alasan diizinkannya PTM. Serta minimnya interaksi dengan guru, teman, lingkungan luar, dan tekanan akibat sulitnya PJJ dianggap dapat menyebabkan stres pada anak.

Sementara studi yang dilakukan tim Satgas Penanggulangan Covid-19 IPK Indonesia tidak menemukan hal yang tersebut.

Penelitian yang melibatkan sekitar 15 ribu siswa di Indonesia ini menemukan, kondisi psikologis siswa yang mengikuti PJJ justru lebih baik dibandingkan mereka yang mengikuti PTM maupun campuran antara PJJ dan PTM.

IPK Indonesia menegaskan, keamanan dan kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan demi menghindari life-loss ataupun health-loss.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmi Bubarkan 10 Lembaga Nonstruktural

“Adapun kekhawatiran terjadi learning-loss dapat diantisipasi dengan meningkatkan efektivitas proses PJJ serta mengejarnya di kemudian hari ketika kondisi sudah membaik,” tulis IPK Indonesia.

“Kami berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memberi perhatian terhadap rekomendasi ini, demi kesehatan fisik dan mental masyarakat dan sebagai upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia,” pungkas IPK Indonesia.

Comments

Trending