Media Sosial VAZnews.com

Nasional

Jurnalis Asing: Hutan Terbakar, Jokowi Malah Santai Ngevlog Bareng Cucu

Diterbitkan

|

Jurnalis Asing Hutan Terbakar, Jokowi Malah Santai Ngevlog Bareng Cucu

VAZNEWS.COM – Vlog Presiden Jokowi dengan cucunya Jan Ethes di Istana Bogor mendapat sorotan dari jurnalis asing, Max Walden. Max menilai wajar rakyat marah atas tingkah Jokowi di tengah bencana dan polemik Indonesia.


[the_ad id=”1235″]

Jurnalis Asing: Hutan Terbakar, Jokowi Malah Santai Ngevlog Bareng Cucu. Max Walden, jurnalis media ABC News mengomentari kicauan Jokowi di jejaring sosial twitter. Akun @jokowi itu mengunggah video vlog Jokowi dan Jan Ethes saat bercengkerama di Istana Bogor, Jawa Barat.

Dalam kicauannya, Jokowi bercerita tentang kegiatannya bersama Jan Ethes seperti melihat kuda, kambing, dan rusa yang sedang merumput di pelataran istana.

“Jalan-jalan pagi di sekitar Istana Bogor bersama Jan Ethes, melihat kuda, kambing, dan rusa merumput di pelataran. Ngomong-ngomong, Jan Ethes paling suka binatang apa?” cuit akun @jokowi.


Baca Juga:


Cuitan dan vlog Jokowi tersebut menuai banyak reaksi negatif dari warganet. Vlog Jokowi itu dinilai tidak etis karena dilakukan di tengah bencana kebakaran hutan yang melanda di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan

Banyaknya kecaman atas vlog tersebut menjadi perhatian Max Walden. Max kemudian ikut mengomentari cuitan dan vlog Jokowi dengan nada yang cukup ironi.

Banyak balasan yang marah untuk tweet ini. Ketika Indonesia menghadapi bencana kebakaran hutan gambut, komisi antikorupsi yang tercinta ini baru saja dimusnahkan oleh parlemen (DPR), dan perubahan kejam terhadap kode kriminal sedang tertunda, presiden dengan riang berselingkuh (ngevlog) dengan cucunya” tulis Max.

Baca Juga: Sukanto Tanoto Akan Kembalikan Konsesi Lahan Ke Pemerintah

[the_ad id=”1235″]

Aksi Jokowi bersama cucunya tersebut justru dicibir banyak warganet karena vlog tersebut menampilkan dirinya dan Jan Ethes tengah asik menikmati udara segar di sekitar Istana Bogor.

Vlog tersebut dinilai tak pantas untuk dipamerkan mengingat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak henti-hentinya menimpa penduduk di Sumatra dan Kalimantan.

Comments

Trending