Connect with us

Nasional

Kasus Covid-19 Capai 500 Ribu, DPR Pastikan Pilkada 2020 Tetap Lanjut

Komisi II DPR RI menegaskan bahwa Pilkada Serentak 9 desember 2020 akan tetap lanjut meski jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia kini telah mencapai angka 500 ribu per Senin (23/11).

Published

on

Kasus Covid-19 Capai 500 Ribu, DPR Pastikan Pilkada 2020 Tetap Lanjut
Kasus Covid-19 Capai 500 Ribu, DPR Pastikan Pilkada 2020 Tetap Lanjut (foto: cnnindonesia)

VAZNEWS.COM – Komisi II DPR RI menegaskan bahwa Pilkada Serentak 9 desember 2020 akan tetap lanjut meski jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia kini telah mencapai angka 500 ribu per Senin (23/11).


Kasus Covid-19 Capai 500 Ribu, DPR Pastikan Pilkada 2020 Tetap Lanjut. Arwani Thomafi Wakil Ketua Komisi II DPR RI juga mengatakan anggota parlemen masih optimistis bahwa semua pihak nantinya akan dapat mencegah timbulnya angka kenaikan klaster Covid-19 pilkada.

[the_ad id=”5067″]

“Pilkada itu kami lanjutkan karena ada jaminan dari pemerintah, jaminan dari penyelenggara bahwa semua bisa menerapkan protokol kesehatan,” ucap Arwani, pada Senin (23/11).

Ia menyampaikan tidak ada rencana perubahan skema pada Pilkada 2020.


Baca Juga:


Arwani turut mengatakan, pemerintah dan seluruh pihak penyelenggara Pilkada harus bisa memastikan protokol kesehatan diterapkan pada hari pemungutan suara. Arwani juga meminta jika ada pelanggaran terhadap protokol kesehatan darus ada penindakan serta ketegasan dari aparat.

“Semua stakeholder untuk mematuhi protokol dan juga ketegasan aparat dalam menertibkan,” ujar Arwani.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Zulfikar Arse juga memastikan kelanjutan Pilkada meski kasus infeksi virus corona tembus lebih setengah juta kasus.

“Lanjut tapi ketat, dengan protokol kesehatan semua pihak, pesertanya, pemilihnya, penyelenggaranya, satgasnya, Pemda, aparat penegak hukumnya,” tutur Zulfikar kepada CNNIndonesia.com, pada Senin (23/11).

Ia melihat data Satgas Penanganan Covid-19 yang menyebut bahwa jumlah zona merah di daerah Pilkada, berkurang. Dia berkata, data itu menunjukkan pilkada bisa dijalankan jika penegakan protokol diperketat.

“Operasi yustisi perlu digencarkan lagi, khususnya di daerah dan tahapan Pilkada,” sambungnya.

Pada waktu sebelumnya, Indonesia telah mencatat 502.110 kasus positif Covid-19 per Senin (23/11). Jumlah ini sesuai dengan prediksi epidemiolog dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra.

Baca Juga: Pertamina hadirkan Pertashop, Bagaimana Nasib Pedagang BBM Eceran?

[the_ad id=”1235″]

Usai pelbagai pelanggaran protokol kesehatan di Pilkada secara masif pada awal September, Hermawan memprediksi akan ada klaster jumbo Covid-19 akibat Pilkada.

“Kita berharap Pemerintah tidak menganggap sepele Pilkada. Adapun kasus Covid-19 sudah hampir 200 ribu, jadi bayangkan nanti kita bisa tembus 500 ribu bahkan melonjak sejuta kasus,” kata Hermawan, pada Sabtu (5/9).

Trending

x