Terhubung dengan VAZnews.com
[the_ad id="3299"]

Health

Kecewa Dengan Pelayanan Kesehatan, Ini Ungkapan Seorang Influencer

Diterbitkan

|

Photo: © Disediakan oleh IDN times

VAZNEWS.COM  Andra Alodita adalah influencer atau blogger yang mengungkapkan kekecewaanya dalam pelayanan medis di Medsos hingga viral


Kecewa Dengan Pelayanan Kesehatan, Ini Ungkapan Seorang Influencer. Andra Alodita begitu kecewa dengan pelayanan kesehatan di Indonesia. Pasalnya ia mendapat pelayanan yang tidak sesuai dari berbagai pengalaman medis yang ia jalani dari tahun 2008 hingga 2014 selama di Jakarta.

Curhatan Alodita di media sosial pun kini tengah viral. Curhatan Alodita kemudian ditanggapi oleh dokter Mesty Ariotejo. Menurut dr Mesty, pengalaman pribadi Alodita tidak bisa merepresentasikan pelayanan dokter dan kesehatan di seluruh Indonesia.

Setelah mendapatkan tanggapan dari dr Mesty, Alodita kemudian mengklarifikasi perkataanya dan meminta maaf melalui akun @alodita.


Baca Juga :


“Hello teman-teman semua, yang mungkin baru mampir ke instagram saya (@alodita) karena instagram stories teman lama saya @Mestyariotedjo. Saya juga sudah mencoba menghubungi Mesty karena ingin meluruskan tulisan-tulisan saya. Pada kesempatan ini saya ingin meminta maaf yang sedalam-dalamnya jika ada perkataan dan cara penulisan saya beberapa hari lalu tentang pengobatan di Penang yang dirasa mendiskreditkan pihak-pihak maupun profesi tertentu. Saya mohon maaf” kata alodita pada akun instagram pribadinya.

Andra Alodita, Photo: © Disediakan oleh Hipwee

Melihat hal ini, praktisi kesehatan dan guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Ari Fahrial Syam juga ikut memberikan tanggapan. Menurut dr Ari, kekecewaan terhadap medis ini dapat terjadi di manapun, tidak hanya di Indonesia.

“Nah, ini kan namanya kekecewaan, setiap orang atau siapapun bisa kecewa. Tapi harus tahu juga yang namanya pelayanan kesehatan di mana-mana juga bisa seperti itu. Di Singapura, Malaysia, bahkan Amerika juga banyak dokter-dokter yang dituntut. Artinya ini suatu hal yang dapat terjadi di mana-mana” kata dr Ari pada Sabtu (5/10/2019).

Menurut dr Ari, merasa kecewa boleh-boleh saja. Akan tetapi, tidak bisa dengan satu kekecewaan lalu menggeneralisasi jika semua dokter di Indonesia itu sama.

dr Ari juga menyampaikan jika hal ini bisa menjadi masukan bagi para dokter untuk kedepannya. Ia mendorong kepada para dokter untuk aktif juga di sosial media. Kemudian menyampaikan kelebihan dan meluruskan berbagai kesalahpahaman di dunia medis kepada masyarakat.

Sebelumnya

Komentar

Health

Pesan Kemenkes Untuk Yang Biasa Berolahraga Di Sekitaran GBK

Diterbitkan

|

Pesan Kemenkes Untuk Yang Biasa Berolahraga Di Sekitaran GBK
Photo: © Disediakan oleh Akurat

VAZNEWS.COM – Takut berolahraga di GBK karena ada demo, Kementrian Kesehatan (kemenkes) sarankan untuk olahraga dirumah.


Pesan Kemenkes Untuk Yang Biasa Berolahraga Di Sekitaran GBK. Dua hari terakhir ini, Jakarta tepatnya di sekitaran gedung DPR menjadi salah satu titik aksi demo yang berakhir ricuh.

Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan yang biasanya menjadi tempat favorit bagi sebagian orang. Kini tempat itu sepi sebab orang-orang takut untuk berolahraga di GBK pasca kericuhan sering terjadi disini.

Setidaknya banyak orang yang biasanya setiap jogging sore-sore atau sekedar bersepeda di sekitaran GBK. Kini mereka pun merasa takut berolahraga di sana sebab sering terjadi kericuhan terus-menerus diwilayah itu.


Baca Juga :


Namun tak perlu khawatir, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (kemenkes) RI, dr Cut Putri Arinie membagikan saran kepada semua orang. Dalam sarannya dr Cur berujar, mengingat olahraga sangat penting dan merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyakit tidak menular.

“Tidak harus ganti tempat baru, jika kita bisa, keliling rumah aja 30 menit. Kegiatan lain untuk ibu-ibu juga bisa, di rumah, mencuci mensetrika, prinsipnya aktivitas fisik”. Ungkap  dr Cut Putri Arinie pada Kamis (26/9/2019).

Menurut dr Cut Putri Arinie. Jika tidak berolahraga hanya satu atau dua hari saja itu tidak masalah. Jika merasa takut untuk berolahraga disekitaran GBK bisa berolahraga dirumah. Yang penting, rasa takut dan malas untuk berolahraga itu tidak berkelanjutan. Sebab, jika dalam waktu yang lama tidak melakukan olahraga akan berdampak bagi kesehatan kita.

Baca Juga: Polisi Tuding Ambulan Pemprov DKI Suplai Batu, Anies Angkat Bicara

dr Cut juga menambahkan, jika berolahraga bisa membantu tubuh membakar kalori yang diperoleh dari makanan. Jika tidak berolahraga, maka tubuh kita akan mudah sekali terkena berbagai macam penyakit tidak menular. Seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, stroke, dan lain-lain sebagainya.

“Jadi dengan berolahraga kalori akan terbakar lagi. Jadi tidak ada penumpukkan dan penyumbatan yang dapat menimbulkan bermacam-macam penyakit”, pugkas dr Cut Putri Arinie.

Lanjut Baca

Health

Anjuran Minum Air Putih 8 Gelas Per Hari, Benarkah?

Diterbitkan

|

Anjuran Minum Air Putih 8 Gelas Per Hari, Benarkah
Photo: © Disediakan oleh Palapa News

VAZNEWS.COM – Pengetahuan tentang konsumsi air putih 8 gelas per hari memang tidak salah, tapi tak dapat dianggap sama untuk semua orang


Anjuran Minum Air Putih 8 Gelas Per Hari, Benarkah?. Anjuran minum air putih setiap hari sesuai kebutuhan tubuh memang tidak diragukan lagi. Pada masyarakat umumnya anjuran yang beredar adalah minum air putih minimal 8 gelas per hari.

Apakah ini memang benar anjuran yang dianjurkan?

Berikut ini 5 aturan yang dapat diterapkan pada saat mengkonsumsi air putih. Tentunya semua ini dengan konsultasi dan pengawasan tenaga medis yang kompeten, dikutip dari situs National Kidney Foundation.

1. Minum air tidak harus 8 gelas

Minum air putih 8 gelas per hari tak berlaku sama kepada semua orang. Aturan ini sebenarnya adalah rekomendasi umum berdasarkan air yang hilang yang harus segera diganti oleh tubuh. Jumlah minum air putih yang tepat harus sesuai rekomendasi dokter.

2. Minum air sedikit terkadang lebih baik

Bagi pasien penderita gagal ginjal kronis, mengkonsumsi sedikit air kadang malah lebih baik. Dalam keadaan Chronic Kidney Disease (CKD), ginjal tidak dapat mengeluarkan cukup air. Para pasien biasanya menerima rekomendasi jumlah air yang bisa dikonsumsi setiap harinya dari dokter.

3. Ada yang disebut terlalu banyak minum air

Kondisi terlalu banyak atau kebanyakan minum air memang tidak banyak terjadi pada masyarakat umum. Hal ini dapat terjadi pada atlet, yang minum sangat banyak air saat beraktivitas hingga dapat mengalami hiponatremia. Kondisi ini yaitu gangguan elektrolit dimana garam dalam tubuh terlalu banyak larut hingga kadarnya lebih rendah dibandingkan pada saat kondisi normal.

4. Perhatikan kondisi urine

Memperhatikan kondisi urine menjadi cara paling simpel mengetahui kecukupan konsumsi air putih. Jika warna urine kuning pekat, itu menunjukkan bahwa tubuh mengalami dehidrasi dan perlu air putih. Warna seperti ini juga mengindikasikan jika jangan dulu memilih konsumsi produk dengan rasa, warna, atau zat tambahan lain hingga urine kembali bening.

5. Hati-hati jika menjalani pengobatan

Jika sedang menjalani proses pengobatan, sangat dianjurkan berkonsultasi perihal minum air putih. Minum cukup air saat meminum obat sesuai resep, sebelum, dan setelah minum obat. Prosedur pengobatan ini dapat mencegah kerusakan ginjal. Tentunya harus didahului dengan konsultasi, apalagi bila dokter menyarankan pembatasan konsumsi cairan.

Itulah aturan yang benar dalam mengkonsumsi air putih. Jadi, konsultasilah terlebih dahulu kepada ahli kesehatan. Karena tidak semua orang dapat mengkonsumsi air putih hingga 8 gelas per hari.

Berikutnya

Lanjut Baca

Trending