Media Sosial VAZnews.com

Politik

Kicau Rocky Gerung “MK Itu Otaknya Di Istana, Kakinya Di Rante”

Diterbitkan

|

Kicau Rocky Gerung "MK Itu Otaknya Di Istana, Kakinya Di Rante"
Photo: © cnn indonesia

VAZNEWS.COM – Politisi Rocky Gerung katakan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai lembaga penegak demokrasi seperti terbelenggu diistana oleh kepentingan beberapa kelompok.


[the_ad id=”1235″]

Kicau Rocky Gerung “MK Itu Otaknya Di Istana, Kakinya Di Rante”. Kicau Rocky Gerung yang ditujukan kepada MK, semua itu merujuk kepada sejumlah keputusan yang dihasilkan ketika Judicial Review (JR) atau uji materi sejumlah UU.

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung mengatakan bahwa UU Pemilu 7/2017 yang digugat oleh beberapa elemen masyaraka termasuk dirinya pada 2018 silam, mengindikasikan MK seperti dikooptasi oleh kekuatan besar. Sehingga, sering kali hasil dari keputusan yang dihasilkan bersifat politis. Terutama tentang Presidential Threshold (PT) dalam UU Pemilu.

“MK itu otaknya di Istana diatur di sana, kakinya dirantai di Senayan, cuma tangannya aja dia itu yang bebas, bebas transaksi dan lain-lain,” Ungkap Rocky Gerung pada Jumat 5 Juni 2020.


Baca Juga:


Menurut Rocky, ambang batas di dalam sistem parlementer tidak diperlukan sama sekali. Oleh karena adanya ambang batas presiden yang mencapai 20 % justru membatasi partisipasi masyarakat dalam berdemokrasi.

“Tidak boleh ada threshold dalam sistem presidensial, ikut kami mengujikan UU Pemilu soal threshold. Ini adalah gerakan yang mengharuskan, sebab ada masalah demokrasi yang terjadi sekarang ini,” lanjut Rocky Gerung.

Menurut dirinya, saat ini kemungkinan ada niat untuk menuduh Pancasila bukan ideologi. Mereka juga pemburu rupiah karena memiliki orientasi untuk mencari keuntungan finansial.

“Ada bandar di balik gerakan mereka, mulai dari bandar menengah sampai bandar papan atas. Bandar menengah misalnya oknum pengusaha pom bensin dan perkebunan, dan bandar papan atas ya tak perlu saya sebutkan di sini,” pungkas Rocky.

[the_ad id=”1235″]

Baca Juga: Sukses Tangani Covid-19, Kuba Fokus Pencegahan Dimasa Depan

Namun, sebagai politisi Rocky Gerung tak jarang mendapat kritikan dari pihak lain. Seperti yang dikatakan oleh Ketua Progres 98 Faizal Assegaf pada 2019 silam yang mengaku geram dengan ocehan Rocky Gerung yang acap kali menarasikan kedunguan. Sebab, label dungu sering kali disangkakan dan ditujukan bagi orang-orang yang bertentangan pendapat dengan dirinya.


Sources : Rmol

Comments

Trending