Temukan VAZnews di

Nasional

Kinerja Lemot Soal Covid-19, Jokowi Disarankan Pecat Menkes Terawan

Diterbitkan

|

Kinerja Lemot Soal Covid-19, Jokowi Disarankan Pecat Menkes Terawan
Photo: © Disediakan rmco.id

VAZNEWS.COM – Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dinilai lamban dalam menghadapi penyebaran Covid-19. Terkait hal di atas, pengamat menyarankan Presiden Jokowi segera mengambil keputusan untuk merumahkan Terawan.


Kinerja Lemot Soal Covid-19, Jokowi Disarankan Pecat Menkes Terawan. Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dinilai lamban dalam menghadapi serangan wabah penyakit virus corona atau Covid-19.

Banyak kalangan yang menilai lambannya tindakan yang dilakukan Presiden Jokowi diakibatkan oleh para menterinya yang dinilai lamban dalam merespon ucapan dan arahan Presiden. Terlebih menteri kesehan (menkes) Terawan yang dinilai lamban dalam mengeluarkan kebijakan yang mampu memutus penyebaran Covid-19.

Melansir dari RMOL.id, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah menyebut Jokowi merupakan sosok yang paling bertanggung jawab penuh atas penanganan Covid-19 di Indonesia.


Baca Juga:


“Presiden (Jokowi) harus bertanggungjawab penuh (dalam menghadapi Covid-19 di tanah air), kelambatan kebijakan para menteri jelas mengakar dari lambatnya Presiden,” kritik Dedi Kurnia Syah, Jumat (20/3/2019) mengutip dari Rmol.

Jokowi Disarankan Pecat Menkes Terawan

Menurut Dedi, lemotnya kinerja menkes Terawan sudah tidak dapat ditolerir lagi sehingga Presiden perlu merumahkannya segera.

Presiden Jokowi harus sesegera mungkin mengganti Terawan Agus Putranto sebagai menteri kesehatan. Pemerintahan Jokowi perlu mencari sosok menkes yang lebih bertindak cepat dan responsif dalam menyikapi mewabahnya virus corona di Indonesia.

Baca Juga: Tiba-tiba Tulis Postingan Bernada Melow, Ada Apa dengan Jenderal Luhut?

“Tidak berlebihan jika Menkes (Terawan) segera diganti dengan menteri baru yang lebih sigap,” tegas Dedi.

“Tidak perlu pandai soal medis. Yang penting (menkes harus) mampu berpikir dan bertindak prioritas untuk kepentingan warga negara. Bukan kepentingan ekonomi yang jelas-jelas sudah runtuh sebelum ada tantangan krisis wabah Covid-19,” tutup Dedi.

Klik tompol ← → (panah) untuk menjelajah!

Trending