Temukan VAZnews di

Hukum

Terkait Pam Swakarsa 98, Kivlan Gugat Wiranto Rp 1 Triliun

Diterbitkan

|

Terkait Pam Swakarsa 98, Kivlan Gugat Wiranto Rp 1 Triliun
Mantan Kepala Staf Kostrad TNI Mayjen (Purn) Kivlan Zen

VAZNEWS.COM – Mantan Kepala Staf Kostrad TNI Mayjen (Purn) Kivlan Zen menggugat Wiranto terkait pembentukan Pam Swakarsa pada 1998. Melalui pengadilan, Kivlan meminta Wiranto membayar kerugian materil dan imateril senilai Rp 1 Triilun.


Terkait Pam Swakarsa 98, Kivlan Gugat Wiranto Rp 1 Triliun. Gugatan itu diajukan Kivlan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (5/9). Sidang perdana rencananya akan digelar Kamis (15/9).

Berdasarkan gugatan yang diperoleh dari detikcom Senin (12/8/2019), perkara tersebut bermula saat Kivlan berhenti dari jabatan Kepala Staf Kostrad pada 28 Juni 1998. Kivlan kemudian menjadi perwira tinggi tanpa jabatan di Mabes TNI. Adapun Wiranto pada saat itu menjabat sebagai Panglima ABRI.

Wiranto kemudian memerintahkan Kivlan untuk membentuk PAM Swakarsa dalam rangka pengamanan Sidang Istimewa MPR pada 10-13 November 1998. Di awal pembentukannya, Kivlan diberikan uang Rp 400 juta oleh Wiranto melalui Setiawan Djodi.

Uang Rp 400 juta tadi kemudian dibagi Kivlan menjadi 30 ribu orang yang akan menjadi anggota Pam Swakarsa. Uang itu diklaim sebagai uang transportasi dan makan malam 6 November 1998.


Baca Juga:


Namun uang Rp 400 juta itu ternyata tidak mencukupi untuk biaya akomodasi 30 ribu anggota Pam Swakarsa. Wiranto disebut Kivlan saat itu tidak memberikan dana tambahan lagi.

Dalam gugatannya, Kivlan menyebut telah berhasil menjaga sidang istimewa MPR dari serangan massa. Massa tidak dapat menembus DPR/MPR sampai selesai sidang.

“Bahwa, tugas pokok dari penggugat dari tergugat untuk menjaga Sidang Istimewa dari serangan masa telah dapat dijalankan dan tidak pernah dapat ditembus sampai selesainya Sidang Istimewa MPR tersebut tanggal 13 November 1998,” ujar dia.

Karena tidak ada uang untuk membiayai akomodasi 30 ribu anggota PAM Swakarsa, Kivlan meminjam ke sana-sini untuk memenuhi kebutuhan para anggota tersebut. Total Rp 8 miliar Kivlan mengeluarkan uang untuk kebutuhan akomodasi Pam Swakarsa.

“Dengan menggunakan koneksi dan hubungan baik penggugat maka dapat diberi pinjaman berupa nasi padang dari berbagai rumah makan Padang yang ada di Jakarta, membeli alat komunikasi (HT), membeli mobil PAM Swakarsa dan pembelanjaan lainnya total dana pembelanjaan sekitar ± Rp.8.000.000.000,- (delapan miliar).

Bahwa, pembiayaan Pam Swakarsa sejumlah Rp. 8.000.000.000,- (delapan milyar rupiah) sebagaimana RENOP WASPADA tersebut belum pernah diganti oleh TNI in casu Negara/ Pemerintah terhadap biaya-biaya belanja yang telah dibayar oleh Pemohon,” ujarnya.

Baca Juga: Tindakan Wiranto Bentuk Tim Hukum Dinilai Bermasalah, Ini Alasannya

Kivlan mengaku sudah berusaha 2 kali bertemu dengan Wiranto terkait biaya Rp 8 M itu namun tak pernah berhasil. Baru pada November 1999, Kivlan bertemu dengan Wiranto namun mantan Panglima ABRI tersebut memerintahkan Kivlan untuk menagihnya kepada BJ Habibie.

Kivlan juga sempat menanyakan kepada Wiranto terkait ada atau tidaknya dana RP 10 M untuk biaya Pam Swakarsa. Itu didasarkan pada perkara korupsi Akbar Tanjung pada 2002.


Source: Artkel selengkapnya…

Klik tompol ← → (panah) untuk menjelajah!

Trending