Media Sosial VAZnews

Dunia

Klaim Menang Pilpres AS, Trump Akan Ajukan Protes dan Gugatan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa ia telah memenangkan Pipres AS 2020, walaupun hasil penghitungan suara belum selesai.

Diterbitkan

|

Klaim Menang Pilpres AS, Trump Akan Ajukan Protes dan Gugatan
Klaim Menang Pilpres AS, Trump Akan Ajukan Protes dan Gugatan (foto: kompas)

VAZNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa ia telah memenangkan Pipres AS 2020, walaupun hasil penghitungan suara belum selesai.


Klaim Menang Pilpres AS, Trump Akan Ajukan Protes dan Gugatan. Ia juga mengatakan bahwa dirinya akan pergi ke Mahkamah Agung untuk menghentikan penghitungan surat suara via pos yang sampai kini masih belum selesai. Trump tanpa dasar apapun mengklaim telah terjadi penipuan.

“Ini penipuan terhadap publik Amerika. Ini memalukan negara kita,” klaim Trump dalam pidatonya di Gedung Putih seperti dilansir AFP, pada Rabu (4/11/2020).


Baca Juga:

AS, Joe Biden Pecahkan Rekor Salip Jumlah Suara Barack Obama” (Edit)">Pilpres AS, Joe Biden Pecahkan Rekor Salip Jumlah Suara Barack Obama
  • Seruan Boikot Produk Prancis, Danone: Aqua & SGM Diproduksi Orang RI
  • RI Resesi, Jokowi Sebut Ekonomi Minus 3 persen pada kuartal III 2020

  • “Kita memang memenangkan pemilu ini,” cetusnya, walaupun jutaan suara masih belum selesai dihitung.

    Ia juga mengatakan bahwa dirinya telah menang di berbagai negara-negara bagian yang sebelumnya tidak dimenangkan Republik.

    Ia juga mengatakan bahwa kemenangan sementaranya di sejumlah negara bagian ini seperti North Carolina, Pennsylvania, Michigan, Wisconsin yang menurutnya sudah tidak akan dapat dikejar oleh pesaingnya di Pilpres 2020 yakni, Joe Biden.

    “Jutaan dan jutaan orang memilih kami malam ini. Dan sekelompok orang yang sangat menyedihkan sedang mencoba mencabut hak pilih dari kelompok orang itu. Dan kami tidak akan membiarkannya,” kata Trump.

    Baca Juga: Jokowi Resmi Teken UU Ciptaker 1.187 Halaman Langsung Diundangkan

    Capres Republik, yang menurut hasil awal masih bersaing ketat dengan capres Demokrat Joe Biden itu, mengatakan dia akan pergi ke pengadilan dan “kami ingin semua voting berhenti”.

    Dia tampaknya bermaksud menghentikan penghitungan surat suara via pos yang dapat diterima secara hukum oleh dewan pemilihan negara-negara bagian setelah pemilihan hari Selasa (3/11), asalkan dikirim tepat waktu.

    Comments

    Trending