Media Sosial VAZnews.com

Nasional

Kok Bisa Logo PDIP di Sila Ke-4 Pancasila, Ini Penjelasan Dispendik Surabaya

Diterbitkan

|

Kok Bisa Logo PDIP di Sila Ke-4 Pancasila, Ini Penjelasan Dispendik Surabaya

VAZNEWS.COM – Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo, membenarkan ada kesalahan pemasangan gambar lambang PDIP pada simbol sila keempat Pancasila.


Kok Bisa Logo PDIP di Sila Ke-4 Pancasila, Ini Penjelasan Dispendik Surabaya. Dalam program ‘Belajar dari Rumah Bersama Guruku’ yang ditayangkan di SBOTV pada Selasa, 8 September 2020. Namun, ia menegaskan hal itu terjadi bukan karena disengaja.

[the_ad id=”5067″]

Kehebohan itu bermula dari cuitan @chandra_ds di akun Twitternya. “Kesalahan sangat fatal pada materi program pembelajaran GURUKU untuk kelas 1 SD disiarkan @sbotv pagi ini tanggal 8 September. Lambang sila empat kepala banteng, tapi gambarnya lambang PDI-P,” cuit @chandra_ds menulis di akun Twitternya.

@chandra_ds mentautkan unggahannya dengan cuplikan video yang menggambar guru wanita mengenakan baju dan kerudung merah. Ia menjelaskan tentang sila-sila dalam Pancasila. Namun saat sila keempat ditampilkan, bukannya simbol pancasila kepala banteng tegak lurus dalam kotak berwarna merah, malah lambang PDIP yang tampil.


Baca Juga:


Kadispendik Surabaya, Supomo, menegaskan hal itu terjadi tanpa disengaja. “Tidak ada muatan apa-apa. Kita melakukan pembelajaran melalui televisi dalam rangka mencukupi kesulitan pembelajaran di masa pandemi,” katanya dihubungi VIVA pada Selasa malam.

Ia menjelaskan, untuk membantu siswa yang kesulitan di masa pandemi, Dispendik membuat program ‘Belajar dari Rumah bersama Guruku’ bekerjasama dengan dua televisi lokal, yaitu SBOTV dan TV9.

Untuk menyampaikan materi, pihak Dispendik menugaskan guru-guru pilihan. Materi yang diajarkan juga disiapkan oleh guru yang diberi tugas.

“Guru-guru terbaik yang mengajar di situ, IPK 3,75,” ujar Supomo.

Materi disiarkan secara langsung oleh dua televisi yang bekerjasama. Nah, guru wanita yang bikin heboh itu sudah keempat kalinya mengajar di program tersebut.

“Cuma, tadi sebenarnya bukan dia gurunya. Karena ada halangan, dia kemudian menjadi guru pengganti,” kata Supomo.

[the_ad id=”1235″]

Baca Juga: Demokrasi Kriminal, Mau Nyapres Diminta Parpol Hampir Rp1 Triliun

Karena menjadi guru pengganti, Supomo menduga, guru tersebut terburu-buru karena keterbatasan waktu. Akibatnya, ia salah memasang simbol sila keempat menjadi logo PDIP.

“Kita klarifikasi (guru yang mengajar dan bikin heboh itu). Saya belum dapat info tentang apa kemudian yang menyebabkan sampai muncul seperti itu,” kata Supomo.


Source: viva

Comments

Trending