Media Sosial VAZnews.com

Daerah

Korban PHK, Buka Usaha Pembuatan Masker Saja

Diterbitkan

|

Korban PHK, Buka Usaha Pembuatan Masker Saja
Photo: © detiknews

VAZNEWS.COM – Dampak virus corona covid-19 yang mengakibatkan puluhan ribu pekerja atau buruh di Jakarta terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di wilayah Ibu Kota. Wagub DKI Jakarta menghimbau untuk membuka usaha pembuatan masker kain bagi korban PHK.


[the_ad id=”1229″]

Korban PHK, Buka Usaha Pembuatan Masker Saja. Korban PHK harus mencari ide pembuatan usaha, ungkap Wakil Gubernur DKI terpilih Ahmad Riza Patria. Salah satu usulannya ialah membuat masker kain yang nantinya bisa dijual di tengah pandemi corona covid-19 ini.

“Jadi gini, yang udah di-PHK nanti diharapkan dapat kerja di rumah dengan cara buka usaha di rumah. Bisa buat masker, APD, apa sarung tangan dan lain-lain,” kata Riza pada Selasa 14 April 2020.

Selain membuka usaha produksi masker, ada jenis usaha lainnya yang kini sedang diburu masyarakat, yakni menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari.


Baca Juga:


“Usaha kreatif, usaha-usaha pangan, itu juga bisa karena sekarang kebutuhan makan dan sebagainya semakin tinggi,” tambah Riza.

Ia juga menyebut, seusai dirinya resmi dilantik nanti akan mengupayakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk menggelar pelatihan dan pembekalan kepada mereka yang di-PHK.

“Kan ada program Jakpreneur, itu dilakukan,” tutup Riza.

Sebelumnya, sebanyak 50.891 buruh di Jakarta kehilangan pekerjaan karena di PHK oleh perusahaan akibat dari mewabahnya pandemi Covid-19. Jumlah ini terhitung sejak 9 April 2020 lalu dan diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan penyebaran Covid-19 yang terus meluas.

Baca Juga: Hati-hati Terhadap OTG Karena Lebih Banyak Tularkan Covid-19

[the_ad id=”1229″]

“Ada 50.891 pekerja atau buruh dari 6.782 perusahaan yang di PHK,” kata Andri Yansah, Kadis Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi, kemarin.

Sementara itu, ada sekitar 272.333 buruh atau pekerja yang dirumahkan dan tidak menerima gaji dari 32.882 perusahaan akibat terdampak dari virus corona. Nantinya, lanjut Andri data tersebut akan dikirimkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk diverifikasi kembali.


Sumber: Okezone

Comments

Trending