Terhubung dengan VAZnews.com

Info Umat

Lima Tempat Yang Harus Dikunjungi Di Tanah Suci

Diterbitkan

|

Lima Tempat Yang Harus Dikunjungi Di Tanah Suci
Photo: © Disediakan oleh tribunnews

VAZNEWS.COM – Madinah adalah tujuan Nabi Muhammad untuk melakukan Hijrah dari Mekkah, dan saat ini berangsur-angsur berubah menjadi ibu kota Kekaisaran Muslim


Lima Tempat Yang Harus Dikunjungi Di Tanah Suci. Al-Madīnah al-Munawwarah, “kota yang bercahaya” adalah sebuah kota di Hejaz, sekaligus ibu kota dari Provinsi Madinah di Arab Saudi. Di Madinah ada 5 tempat yang harus dikunjungi umat muslim jika berada disana.

Salah seorang dari Ustadz menyebut dirinya Ustad Ariful Bahri yang ditugaskan oleh Kerajaan Arab Saudi. Tugasnya adalah menyelesaikan studi dalam Bahasa Indonesia. Di pintu Masjid Nabawi 21 ia menjelaskan bahwa peziarah dilarang mengunjungi lima tempat di Madinah. 5 tempat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pemulihan Masjid

Masjid Nabawi

gambar disediakan oleh viva

Masjid Nabawi adalah salah satu ikon Kota Madinah. Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun oleh Nabi. Ada beberapa tempat ibadah di masjid ini.


Baca Juga:


Utusan Allah (semoga damai besertanya) berkata, ” Siapa pun yang berdoa di masjid saya empat puluh kali tanpa kehilangan satu doa pun. Maka itu akan mencatat kebebasannya dari neraka. Bebas dari siksaan dan menghindarinya dari kemunafikan “. (Sejarah Ahmad dan Thabrani).

2. Masjid Quba

Masjid Quba

gambar yang disediakan oleh landmark islam

Masjid ini adalah masjid pertama yang dibangun oleh Utusan Allah dalam perjalanannya dari Mekah ke Madinah.

Rasulullah (saw) mengatakan. Siapa pun yang membersihkan rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba, dan shalat dua rakaat. Maka itu dihargai sebagai hadiah umrah ”(HR Tirmidzi).

3. Makam Nabi

makam Utusan Allah

gambar disediakan oleh wajib.com pembaca

Makam Utusan Allah (semoga damai besertanya) terletak di Masjid Nabawi, dekat dengan makam Raudha. Mengunjungi makam Rasulullah (saw) adalah salah satu dari matahari terbenam. Qaru Daru Imam, Rahimahullah, meriwayatkan hadits Ibnu Umar. Utusan Allah (semoga damai besertanya) berkata, ” Siapa pun yang mengunjungi kuburan saya, maka ia harus mendapatkan syafaat saya,

4. Makam Baqi

makam bagi

gambar disediakan oleh coverage6.com

Ini adalah pemakaman utama yang terletak di Madinah. Makam itu berseberangan dengan Masjid Nabawi di mana teman-teman dan keluarga Nabi dimakamkan.

Baqi berarti tanah, di mana akar pohon yang berbeda ditanam. Dan al-Garqhad adalah nama dari sebuah pohon berduri (Boxthorn) yang berlimpah di Baqi.

Berdasarkan sejarah yang diterima oleh Abi Syaibah dan diriwayatkan oleh umat Islam. Seperti ceritanya, dikatakan bahwa ketika Nabi pergi ke Baqi. Dia berdoa agar semua yang terkubur di pemakaman baqi akan diampuni dari segala dosa mereka oleh Allah SWT.

5. Makam Syuhada Uhud

Makam Syuhada Uhud

gambar yang disediakan oleh TripAdvisor

Tempat ini adalah salah satu tempat paling bersejarah di Madinah. Terletak persis 5 kilometer utara Masjid Nabawi antara Gunung Uhud dan Bukit Rumat.

Tempat ini adalah tanah pemakaman untuk 70 sahabat Rasulullah, yang meninggal dalam Perang Uhud. Di antara mereka adalah Hamzah bin Abdul Muthalib (paman dari Rasulullah). Mush’ab bin ‘Umair, Hanzholah bin Abi’ Amir, Amru bin al-Jamuh dan Abdullah bin Amr bin Haram.

Seperti Rasulullah (saw) mengatakan: ” Bukit Uhud adalah salah satu bukit di surga .” (Sejarah Hadits Al-Bukhari).

Komentar

Info Umat

Mendengarkan Khutbah Jum’at Dilarang Duduk Dengan Memeluk Lutut

Diterbitkan

|

Oleh

Dalam Khutbah Jum'at Dilarang Duduk Dengan Memeluk Lutut
Photo: © Disediakan oleh Steemit

VAZNEWS.COM – Sangat sering ditemui jemaah sholat Jumat yang duduknya dalam keadaan memeluk lutut saat mendengarkan khutbah


Mendengarkan Khutbah Jum’at Dilarang Duduk Dengan Memeluk Lutut. Sholat jumat pada umumnya dilaksanakan oleh umat islam laki-laki. Sholat jum’at adalah sholat yang hukumnya fardhu’ain bagi laki-laki muslim. Itu artinya wajib hukumnya untuk dikerjakan bagi laki-laki.

Namun untuk umat muslim perempuan, melaksanakan sholat jum’at hukumnya sunnah. Itu berarti boleh dikerjakan boleh juga tidak. Hukum menunaikan sholat jumat telah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Jumuah ayat 9 yang artinya :

Hai orang-orang yang beriman. Apabila kalian diseru untuk melaksanakan sholat jum’at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.


Baca Juga:


Sholat jum’at dilakukan setiap hari jumat saat memasuki waktu dhuhur. Maka dari itu, kewajiban untuk menunaikan sholat dhuhur digugurkan bagi laki-laki. Sebab sholat jumat sendiri dilaksanakan saat telah memasuki waktu dhuhur. Namun sebaliknya, para perempuan muslim harus tetap menunaikan sholat dhuhur seperti biasanya. Hari jum’at itu sendiri memiliki keutamaan menurut Islam. Termasuk di dalamnya adalah hari penghapusan dosa dimana dosa-dosa akan diampuni oleh Allah SWT dihari itu. Maka dari itu sholat jum’at begitu penting untuk dilaksanakan bagi muslim laki-laki.

Namun dalam pelaksanaan sholat jum’at itu sendiri banyak kaum muslimin yang tidak mengerti adab-adab dalam sholat jum’at. Misalkan adab duduk dalam mendengarkan khotbah jum’at. Banyak orang ketika duduk sambil mendengarkan khutbah jum’at dengan posisi memeluk lutut. Padahal duduk seperti itu sangatlah dilarang, seperti dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW yang artinya ;

Dari Sahl bin Muadz dari bapaknya (Muadz bin Anas Al-Juhaniy), ia berkata.

Rasulullah saw melarang dari duduk dengan memeluk lutut pada saat imam sedang berkhotbah. (Hadist Riwayat Tirmidzi no. 514 dan Abu Daud no. 1110).

Imam Nawawi rahimahullah juga mengatakan hadis di atas dengan menyatakan dalam judul bab. Makruh hukumnya memeluk lutut pada hari Jumat saat khatib berkhotbah. Sebab itu dapat menyebabkan tertidur hingga terluput dari mendengarkan khotbah dan khawatir pula seperti itu bisa membatalkan wudu.

Menurut Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, duduk ihtiba yaitu duduk dengan mendekatkan paha pada perut dan betis didekatkan pada paha tadi. Kemudian diikat dengan tali, imamah atau cara lainnya.

Intinya adalah, yang dilakukan duduk yang sifatnya makruh atau terlarang. Kita dapat melihat pada sebagian jemaah sholat Jum’at melakukan duduk seperti ini.

Sebelumnya

Lanjut Baca

Info Umat

Anggota TNI Yang Menunaikan Shalat Di Areal Karhutla

Diterbitkan

|

Oleh

Photo: © Disediakan oleh IDNnews

VAZNEWS.COM – Seorang prajurit TNI terlihat sedang menunaikan ibadah shalat ketika sedang menjalankan tugasnya.


Anggota TNI Yang Menunaikan Shalat Di Areal Karhutla. Dalam agama islam, perintah untuk mengerjakan shalat adalah wajib hukumnya. Baik laki-laki maupun perempuan tanpa terkecuali harus mengerjakan perintah shalat sesuai ketentuan shalat dan waktu mengerjakan shalat.

Baru-baru ini di tanah air marak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Banyak dampak yang diakibatkan oleh karhutla ini, yang paling dominan ialah kabut asap yang banyak menyebabkan polusi udara. Udara yang tercemar oleh asap dari karhutla memberikan dampak yang sangat nyata terhadap masyarakat sekitar.

Banyak anak-anak terserang penyakit infeksi saluran pernafasan (ispa). Dan juga jarak pandang ketika berada di jalan lintas menjadi terganggu.


Baca Juga:


Beranjak dari semua itu. Belum lama ini ada kejadian viral di media sosial mengenai prajurit TNI yang menunaikan ibadah shalatnya di hutan saat bertugas dalam pemadaman karhutla. Terlihat sebuah foto yang diunggah oleh akun Pusat Penerangan TNI @Puspen_TNI pada rabu (18/9/2019).

Akun itu mengunggah seorang prajurit yang sedang menunaikan shalat hanya beralaskan daun. Terlihat prajurit itu sedang posisi ruku’ dan sujud. Namun, sampai saat ini belum diketahui nama prajurit yang sedang menunaikan shalat saat bertugas memadamkan karhutla.

Photo: © Disediakan oleh Tribunnews.com

Netizen pun banyak yang memberikan pujian terhadap prajurit TNI tersebut. Netizen salut, pasalnya ditengah-tengah tugas ia tetap beribadah meski berada di lokasi kebakaran hutan dan lahan.

“Ibadah merupakan suatu kewajiban dan kebutuhan umat muslim kepada Allah SWT. Maka dimana pun dan dalam keadaan apapun shalat adalah yang utama. Seperti yang tengah dikerjakan anggota Kodim PPU di sela-sela menjalankan tugas pemadaman karhutla, walaupun hanya beralaskan daun #TNIPeduli #Karhutla,” tulis akun Puspen TNI.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid begitu kagum dengan seorang prajurit TNI yang tengah shalat dengan beralaskan daun tersebut.

Baca Juga: Bagaimanakah Hukum Orangtua Gantikan Pengantin yang Sakit

Menurut Hidayat, kerja keras dalam memadamkan karhutla serta membantu warga dan membela Negara akan semakin bermakna saat itu. Semua itu didasarkan pada spirit dan juga laku ibadah.

“Subhanallah dan memang benar seperti itu. Itu prilaku berpancasila yang nyata. Semoga Allah terima dan jadi kontribusi untuk solusi nan berkah” kata Hidayat.

Lanjut Baca

Info Umat

Memberikan Sumbangan Karna Terpaksa, Bagaimana Hukumnya?

Diterbitkan

|

Oleh

Memberikan Sumbangan Karna Terpaksa, Bagaimana Hukumnya
Photo: © Disediakan oleh sidakpost.co.id

VAZNEWS.COM – Menyumbangkan sesuatu apapun itu haruslah ikhlas dan dengan niat yang baik pula.


Memberikan Sumbangan Karna Terpaksa, Bagaimana Hukumnya?. Dalam keseharian kita sering menemukan orang yang mendonasikan sebagian hartanya karena terpaksa.

Misalkan saja dalam suatu forum. Seorang pejabat atau orang kaya yang diminta memberikan sumbangan, lalu ia menurutinya karena malu kepada orang banyak yang berada di sekitarnya.

Kemudian apakah hukumnya menerima sumbangan dari orang yang terpaksa memberikan sumbangan tersebut?

Dikatakan oleh NU Online pada Jumat (13/9/2019). Adalah pendidik di salah satu Pesantren Raudhatul Quran an-Nasimiyyah. Ustadz Ahmad Mundzir yang menyatakan hukum menerima suatu sumbangan dari orang yang terpaksa disetarakan dengan hukum Ghashab. Ghashab sendiri artinya adalah merusak, merampas, mengganggu atau menyerobot milik orang lain tanpa meminta izin.


Baca Juga :


Balasanya adalah, selain dinilai sebagai suatu pelanggaran. Segala transaksi yang muncul selanjutnya dengan menggunakan harta tersebut tidak lah sah dan tidak halal.

“Dan orang yang mengambil harta milik orang lain dengan alasan malu, mempunyai hukum yang sama dengan orang yang ghashab” (Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj, juz 6, halaman 3).

Untuk mempelajari hukum bagi penerima sumbangan dari orang yang terpaksa juga bisa di ibaratkan dengan masalah yang kerpap terjadi pada  resepsi pernikahan. Semisal ada orang yang mendekat-dekat di pintu masuk resepsi namun ia memang tidak diundang.

Tapi tuan rumah merasa segan membiarkannya, akhirnya karena motif malu, sang empunya rumah mempersilahkan masuk dan menikmati jamuan yang telah disediakan.

Seperti dikatakan Muhammad bin Salim bin Said Babashil. “Di antara maksiatnya tubuh adalah merampas makanan dalam resepsi-resepsi. Yaitu masuk kedalam area jamuan makan orang lain dengan tujuan bisa makan di situ tanpa mendapatkan izin dari yang punya acara.

Baca Juga: Lima Tempat Yang Harus Dikunjungi Di Tanah Suci

Dan tidak memperoleh kerelaannya. Atau sengaja mendatangi pintu rumah penyelenggara resepsi. Dan pada saat keluarga penyelenggara melihatnya, setelahnya menyuruh ia masuk untuk makan karena didorong perasaan malu”.

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Az-Zawajir menyatakan jika hal tersebut termasuk dosa besar sebab memakan harta orang lain dengan cara yang bathil.

Lanjut Baca

Trending