Terhubung Dengan Kami

Ekonomi

Luhut: RI Akan Menjadi Produsen Terbesar Baterai Lithium di Dunia

Diterbitkan

|

Luhut RI Akan Menjadi Produsen Terbesar Baterai Lithium di Dunia

VAZNEWS.COM Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku optimis Indonesia bakal menjadi salah satu pemain terbesar dalam memproduksi baterai Mobil Listrik.


Luhut: RI Akan Menjadi Produsen Terbesar Baterai Lithium di Dunia. Menteri Luhut mengatakan, Indonesia bakal menjadi salah satu produsen terbesar baterai lithium. Luhut yakin, Indonesia akan segera memproduksi baterai lithium tersebut pada 2024.

Menurut keterangan Luhut, Indonesia memiliki cadangan mineral yang cukup sehingga  berpotensi untuk menjadi pemain kunci di industri baterai lithium.

Sementara itu, Eropa dalam beberapa tahun mendatang kata Luhut akan menggenjot penggunaan kendaraan listrik. Artinya, kebutuhan baterai lithium akan semakin besar.


Baca Juga:


“Indonesia memiliki cadangan mineral yang cukup (untuk) menjadi pemain kunci di industri baterai lithium.” ungkap Luhut dalam sebuah webinar, Minggu (28/6/2020).

“Kenapa lithium menjadi penting,  tahun 2027 nanti ada Google, tahun 2030 Eropa nggak ada mobil seperti sekarang combustion car semua harus lithium baterai harus mobil listrik,” sambungnya.

Hal tersebut membuat Menteri Luhut optimis, ditahun 2026 Indonesia akan mampu menjadi salah satu produsen baterai lithium terbesar di dunia.

“Akibatnya apa, Indonesia akan menjadi produsen lithium baterai salah satu (yang) terbesar di dunia tahun 2026-2027 karena kita berharap kalau semua berjalan baik tahun 2024 kita akan produksi lithium baterai dengan teknologi terakhir, apa yang disebut 811,” ujar Luhut.

Baca Juga: Ditanya Rencana China Bantu BPJS, Luhut: Itu Urusan Puan Maharani

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, rencananya dalam memproduksi baterai ini LG akan bekerja sama dengan Contemporary Amperex Technologyy (CATL).

“Dengan siapa kita kerja sama, kita kerja sama LG dan CATL. Karena tadi LG Hyundai membuat mobilnya di Indonesia,” jelas Luhut.


Source: detik finance

Trending