Media Sosial VAZnews.com

Nasional

Masyarakat Cuek Karena Pemerintah Mencla-mencle Tangani Covid-19

Diterbitkan

|

Masyarakat Cuek Karena Pemerintah Mencla-mencle Tangani Covid-19
Photo: © Disediakan oleh Lapan6online

VAZNEWS.COM –  Kebijakan pemerintah yang mencla-mencle menjadi faktor utama Indonesia menjadi negara paling tinggi kasus virus corona baru. Indonesia sendiri memiliki kasus tertinggi jika dibanding negara-negara di Asia Tenggara.


[the_ad id=”1235″]

Masyarakat Cuek Karena Pemerintah Mencla-mencle Tangani Covid-19. Masyarakat Indonesia seakan acuh tak acuh (cuek) dengan pemerintah. Itu semua karena pemerintah mencla-mencle atau tidak konsisten dalam tangani kasus corona baru (covid-19).

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun mengungkapkan, data per (19/6) menunjukkan jika kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Data tersebut yaitu 43.803 kasus positif dan 2.373 kasus kematian.

Mengutip dari Rmolid Ubedilah Badrun mengatakan; “Sampai dengan hari ini, kasus positif Covid-19 di Asia Tenggara berjumlah 123.000 kasus lebih. Sebagian besar dari negara lain dilaporkan kurva kasus positifnya telah melandai. Sementara itu, Indonesia belum melandai,” kata Ubedilah Badrun pada, Jumat malam 19 Juni 2020.


Baca Juga:


Lanjut Ubedilah “Mengapa Indonesia belum melandai? Setidaknya ada dua sebab utama. Pertama, karena pemerintah sudah salah membuat kebijakan pada awal kasus. Saat ada kesempatan berharga untuk melakukan karantina wilayah Jakarta di bulan Maret selama 14 hari tetapi tidak dilakukan”.

Namun, pemerintahan Jokowi malah memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sampai saat ini diperpanjang.

“Kebijakannya justru PSBB yang sampai diperpanjang hingga saat ini dan ada transisi pula. Namun, itu pun terlambat. Sehingga memakan waktu lebih dari 14 hari berlanjut sampai dengan saat ini. Saat PSBB, lalu lintas sosial masih dibolehkan sehingga peluang penyebaran Covid-19 masih terus terjadi,” jelas Ubedilah.

Hal tersebutlah yang menggambarkan jika orientasi kebijakan pemerintah masih mengutamakan keselamatan ekonomi ketimbang keselamatan rakyatnya.

Baca Juga: Kawal Dana Covid-19, Jokowi Beri Peringatan Kepada Para Pejabat

[the_ad id=”1235″]

Penyebab kedua yaitu karena masyarakat Indonesia dinilai secara sosial belum memiliki budaya disiplin yang kuat. Sehingga, membuat masyarakat cenderung mengabaikan protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah.

“Ini problem yang makin serius ketika masyarakat semakin cuek dan tidak percaya dengan kebijakan pemerintah yang mencla-mencle. Kemudian, kebijakan itu cenderung tidak konsisten atau berubah-ubah,” tandas Ubedilah.

Comments

Trending