Media Sosial VAZnews.com

Politik

Menko Airlangga Klaim Demo UU Ciptaker ‘Ditunggangi Elit dan Intelektual’

Diterbitkan

|

Menko Airlangga Klaim Demo UU Ciptaker 'Ditunggangi Elit dan Intelektual'
Menko Airlangga Klaim Demo UU Ciptaker 'Ditunggangi Elit dan Intelektual' (foto: Riau24.com)

VAZNEWS.COM – Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan demo menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja) ada yang menunggangi. Pemerintah mengetahui yang menunggangi berasal dari intelektual dan kaum elite.


Menko Airlangga Klaim Demo UU Ciptaker ‘Ditunggangi Elit dan Intelektual’. Namun, Airlangga Hartarto tak mau memberitahu secara detail siapa pihak yang dituduhnya tersebut.

[the_ad id=”5067″]

“Sebetulnya, pemerintah tahu siapa yang demo itu, kami tahu siapa yang menggerakkan, siapa sponsornya, siapa yang membiayai. Pemerintah sudah tahu siapa tokoh-tokoh intelek dibalik penggerak demo,” ucap Airlangga di program Squawk Box CNBC Indonesia TV, Kamis (8/10).


Baca Juga: 


Airlangga juga mengatakan memiliki bukti soal keterlibatan tersebut. Bukti terkait soal persiapan demo yang sudah dilakukan sejak jauh hari sebelum adanya pengesahan RUU Ciptaker  yang dilakukan oleh badan legislatif.

“Sebelum UU diketok, demo sudah digerakkan tanpa melihat isi uu. Sebagian daripada pendemo memang ditugaskan untuk demo, jadi bukan persoalan isinya apa. Ini gerakan mobilisasi sebelum UU diketok dan jadwalnya sudah dibuat,” ujar Airlangga.

Selain itu, Airlangga menyebut adanya aktor yang menggerakkan demo merupakan kalangan yang tidak peduli adanya pandemi kasus virus corona atau covid-19. Pasalnya, demo dilakukan di tengah penyebaran virus yang terus meningkat di Indonesia.

Sebab, dalam situasi virus yang terus meningkat ini pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar memutus mata rantai penyebaran virus corona. Namun yang dilakukan para pendemo, justru menimbulkan angka peningkatan kasus,  bukan hanya membayangi pendemo, namun juga masyarakat secara luas.

“Pemerintah sudah berbicara dengan aparat untuk melakukan tindakan tegas karena ini tidak hanya membahayakan kepada diri sendiri tetapi kepada masyarakat sekitar apabila jumlah mereka yang terpapar covid-19 meningkat,yang tentunya akan berakibat juga kepada pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Sementara, ia tidak menjelaskan lebih lanjut tindakan kepada aktor di balik demo. Namun, ia berharap dukungan dari tujuh fraksi politik di DPR bisa membantu pemerintah untuk melanjutkan penerapan uu ke depan.

“Tentu kami berharap bahwa tujuh fraksi di DPR itu juga merepresentasikan rakyat, kemudian konkretnya lebih dari 30 juta masyarakat Indonesia yang membutuhkan pekerjaan,” pungkasnya.

Ia hanya mengatakan aktor di balik terjadinya demo buruh sudah pasti berasal dari kaum elite dan intelektual. Pasalnya, ia mengklaim ada empat federasi pekerja atau buruh besar sudah mendukung Omnibus Law Cipta Kerja.

Baca Juga: Tolak RUU Ciptaker, Yohanes: ‘Batalkan omnibus law, Itu harga mati’

[the_ad id=”1235″]

“Ada empat federasi buruh yang mendukung undang-undang ini, empat federasi buruh ini besar dan menjadi basis daripada (pembahas di kluster) ketenagakerjaan,” katanya.

Karena itulah, ia yakin aktor di balik layar demo mempunyai kepentingan dan tujuan lain dari aksi itu.

“Tokoh-tokoh intelektual ini saya lihat mempunyai ego sektoral yang cukup besar karena tokoh ini tidak ada di lapangan, mereka ada di balik layar,” ujar Airlangga Hartarto.

Comments

Trending