Media Sosial VAZnews.com

Politik

Menko Luhut Ditunjuk Jokowi Gantikan Sementara Edhy Prabowo

Luhut telah menerima surat dari Mensesneg yang menyampaikan bahwa berkaitan dengan proses pemeriksaan oleh KPK terhadap Menteri KKP, maka Presiden menunjuk Menko Maritim dan Investasi sebagai Menteri KKP ad interim

Diterbitkan

|

Menko Luhut Ditunjuk Jokowi Gantikan Sementara Edhy Prabowo
Menko Luhut Ditunjuk Jokowi Gantikan Sementara Edhy Prabowo (foto: kotawaringinnews)

VAZNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini menunjuk Luhut Binsar Panjaitan menjadi ad interim Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), guna pengganti sementara Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.


Menko Luhut Ditunjuk Jokowi Gantikan Sementara Edhy Prabowo. Edhy Prabowo diganti setelah ia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi ekspor benih lobster (benur).

Penunjukan kepada Luhut sebagai ad interim Menteri KKP tertuang dalam surat yang diteken Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Kini, Luhut Binsar Panjaitan menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga mengkoordinir KKP.


Baca Juga:


“Menko Luhut telah menerima surat dari Mensesneg yang menyampaikan bahwa berkaitan dengan proses pemeriksaan oleh KPK terhadap Menteri KKP, maka Presiden menunjuk Menko Maritim dan Investasi sebagai Menteri KKP ad interim,” ucap Humas Kemenko Maritim dan Investasi, pada Rabu (25/11/2020) malam.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo diamankan KPK setelah melakukan lawatan dinas dari Amerika Serikat. Dirinya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu dini hari, bersama istrinya, Iis Rosita Dewi, dan 17 orang lainnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Edhy dan tersangka lainnya.

“Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari terhitung sejak 25 November sampai dengan 14 Desember, masing-masing bertempat di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih KPK,” ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

Baca Juga: Maradona Meninggal Dunia, Argentina Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Sementara itu, dua tersangka lainnya, yakni Andreau Pribadi Misata (stafsus Menteri KKP) dan seseorang bernama Amiril Mukminin, belum ditahan lantaran sampai saat ini keduanya masih buron.

Kata Nawawi, KPK meminta kedua tersangka tersebut kooperatif untuk menyerahkan diri.

“KPK mengimbau kepada dua Tersangka yaitu APM dan AM untuk dapat segera menyerahkan diri ke KPK,” pungasnya.

Comments

Trending