Media Sosial VAZnews

Ekonomi

Menristek: Orang Indonesia Lebih Pilih Merokok Ketimbang Makan Protein

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia lebih memilih mengkonsumsi rokok dibandingkan protein.

Diterbitkan

|

Menristek Orang Indonesia Lebih Pilih Merokok Ketimbang Makan Protein
Menristek: Orang Indonesia Lebih Pilih Merokok Ketimbang Makan Protein (foto: Bisnis)

VAZNEWS.COM – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia lebih memilih mengkonsumsi rokok dibandingkan protein.


Menristek: Orang Indonesia Lebih Pilih Merokok Daripada Makan Protein. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2020 yang dibuat secara daring.

“Ternyata Indonesia di ASEAN, konsumsi protein per kapitanya relatif rendah. Konsumsi ayam apalagi sapi di dalam struktur konsumsi masyarakat kita masih di bawah rokok. Jadi, orang Indonesia lebih penting merokok daripada memakan protein dalam bentuk ayam atau daging sapi,” ucap Bambang, pada Kamis (19/11/2020).

Dengan demikian, Bambang mendorong kepada pihak

terkait agar produksi daging ayam serta sapi mesti ditingkatkan lagi. Asalkan, melihat dari jumlah stok di pasaran dan memastikan harga daging ayam dan sapi tetap terjaga stabil.


Baca Juga:


“Jadi artinya, perlu kita tingkatkan produktivitas ayam dan sapi sekaligus memastikan suplainya cukup, harganya terjangkau,” kata Menristek tersebut.

Pada saat sebelumnya, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Rahmad Pambudi turut mengatakan, dengan mengkonsumsi telur dan ayam bisa mengurangi jumlah anak yang kekurangan gizi alias stunting.

Apalagi, harga telur ayam lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat yang termasuk dalam kategori golongan kurang mampu.

Bahkan, dia membandingkan harga telur ayam setara dengan dua batang rokok.

Baca Juga: Presiden Jokowi Siap Jadi Orang Pertama Yang Disuntik Vaksin Covid-19

Rahmad juga mengatakan, bahwa telur dan daging ayam akan lebih bermanfaat ketimbang masyarakat berpenghasilan rendah mengeluarkan uangnya untuk membeli rokok maupun pulsa.

“Sementara rokok dan pulsa itu pengeluarannya imbang dengan pengeluaran ayam dan telur. Kita lihat konsumsi rokok dan konsumsi pulsa itu memang sudah sama dengan konsumsi ayam dan telur secara keseluruhan,” pungkasnya.

Comments

Trending