Terhubung Dengan Kami

Politik

Menurut Moeldoko Demo Itu Wajar

Diterbitkan

|

Menurut Moeldoko Demo Itu Wajar
Photo: © Disediakan oleh Riau Pos

VAZNEWS.COM – Kepala Staf Presiden Moeldoko menanggapi berbagai aksi demo mahasiswa dan pelajar yang berujung kisruh beberapa waktu lalu.


Menurut Moeldoko Demo Itu Wajar. Menurut Moeldoko, demo yang menyoroti kinerja DPR RI itu merupakan hal yang wajar.

“Saya anggap itu adalah bagian dari negara demokrasi. Saya anggap ya wajar-wajar aja demo. Akan tetapi harapan kita sekali lagi supaya harapan masyarakat semakin dapat diwujudkan”. Ungkap Kepala Staf Presiden Moeldoko di Monumen Pancasila Saksi, Jalan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa (1/10/2019).

Moeldoko mengatakan jika bukan hanya DPR yang akan berusaha memperjuangkan harapan masyarakat. Menurut Moeldoko, terkait memperjuangkan harapan masyarakat, pihak istana juga telah bekerja keras dalam mewujudkan hal tersebut.


Baca Juga:


“Ya dari istana pasti itu kerja keras untuk itu kan”, sambung Moeldoko.

Pria berkacamata itu juga memberi tanggapan terkait kinerja DPR yang menjadi acuan para mahasiswa dan pelajar berdemo beberapa waktu lalu. Ia mengharapkan bahwa kinerja DPR harus lebih baik lagi di masa-masa berikutnya.

“Ya sudah pasti DPR yang sekarang ini menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan harapan masyarakat. Selalu ingin jika DPR bekerja lebih baik dan lebih baik lagi, kan itu kan”, kata Moeldoko.

Namun sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) SI berencana akan kembali menggelar demo di area Gedung DPR. BEM SI mengatakan jika aksi ini ialah merupakan bentuk pengawalan mahasiswa terhadap pelantikan anggota DPR yang baru.

“Kita akan mengadakan aksi pengawalan pelantikan, Ini adalah aksi solidaritas”. Ungkap korlap aksi BEM SI, Muhammad Abdul Basit (Abbas) pada Senin (30/9/2019).

Baca Juga: Polisi Sebut Ambulan Pemprov DKI Angkut Batu dan Bensin Untuk Molotov

Abbas, yang juga Ketua BEM dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) juga mengatakan jika tuntutan mahasiswa tetap sama. Mereka akan terus mendesak anggota kepada DPR yang baru untuk ikut bertanggung jawab atas kegaduhan terkait RUU kontroversial yang dirumuskan oleh DPR sebelumnya.

“Tuntutan kami masih yang kemarin, tuntaskan reformasi. Sebab DPR yang baru harus bertanggung jawab juga atas kegaduhan dari DPR yang lama,” jelas Abbas.

Trending