Terhubung dengan VAZnews.com

Politik

Ali Mochtar Ngabalin Bicara Soal Desain Pemilu 2024

Diterbitkan

pada

VAZNEWS.COM – Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin Bicara Soal Desain Pemilu 2024. Ia mengatakan merancang ulang pemilu merupakan agenda dan prioritas,


Ali Mochtar Ngabalin Bicara Soal Desain Pemilu 2024. Ali Mochtar Ngabalin bicara soal electoral threshold atau ambang batas pemilihan pada Pemilu yang akan datang. Dia mengatakan electoral threshold yang dibuka sebesar-besarnya adalah hal penting.

Hal itu disampaikan Ngabalin saat menghadiri acara halalbihalal relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Dia awalnya mengatakan prioritas saat ini adalah merancang Pemilu 2024 yang sukses tanpa politik identitas.

“Karena itu, merajut kembali persatuan Indonesia, rancang ulang pemilu 2024 sukses tanpa politik identitas adalah agenda dan prioritas kita dalam meniti masa depan Indonesia dan mempersiapkan generasi baru,” kata Ngabalin di Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019).

Dia mengaku khawatir jika ada pihak yang menggunakan isu agama dalam politik. Ngabalin menilai hal itu rawan memecah persatuan.

“Saya khawatir karena orang menggunakan isu agama menjadi isu yang sangat kuat dalam memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa,” tuturnya.

Ngabalin kemudian bicara soal para pendiri bangsa yang mencoret kalimat tentang kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya dalam Piagam Jakarta. Dia menyatakan hal itu dilakukan untuk kepentingan Indonesia.

“Luar biasa Indonesia. Kemarin-kemarin saya bilang, founding father kita, tujuh orang yang mencoret dengan kewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi pemeluknya. Bukan untuk kepentingan-kepentingan sesaat tapi untuk kepentingan bangsa Indonesia,” papar Ngabalin.

Selanjutnya, Ngabalin menyinggung keberadaan electoral threshold. Dia mengatakan bakal mengusulkan kepada pemerintah supaya hal itu dibuka sebesar-besarnya agar siapa saja bisa mencalonkan diri sebagai presiden.

“Satu yang sangat penting itu adalah electoral threshold yang akan datang kita buka sebesar-besarnya, mengusulkan kepada pemerintah agar siapa saja yang hidup di negeri ini boleh mengajukan diri menjadi calon presiden. Sehingga ada anak Indonesia keturunan China jadi presiden. Anak warga negara Indonesia keturunan Belanda, Pakistan, Papua, Aceh, bisa jadi calon presiden,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, dengan tidak adanya politik identitas dan dibukanya electoral threshold sebesar-besarnya, siapa pun punya kesempatan yang sama menjadi presiden.

“Supaya orang tidak lagi menggunakan diksi dan narasi politik identitas itu. Sehingga dia tidak perlu menjadi anak sultan, jadi anak jenderal, anak orang kaya. Karena anak orang desa sudah bisa jadi presiden dua periode,” tuturnya. [dtk]

Komentar

Politik

Anies Baswedan Diprediksi Jadi Capres Terkuat 2024

Diterbitkan

pada

Oleh

Anies Baswedan Diprediksi Jadi Capres Terkuat 2024

VAZNEWS.COM – Gubenur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan, diprediksi bakal menjadi calon Presiden terkuat pada Pilpres 2024. Lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut diyakini bakal menjadi calon bintang pada pilpres 5 tahun mendatang.


Anies Baswedan Diprediksi Jadi Capres Terkuat 2024. Menurut Indo Barometer, ada dua kunci pengajuan calon Presiden, pertama kunci pemilik partai dan kedua kunci elektabilitas yang tinggi. Kunci pemilik partai ada di tangan 3 orang, pertama Megawati (PDIP), kedua Prabowo (Gerindra), ketiga SBY (Demokrat).

Jika Megawati tidak maju maka dari PDIP ada nama Puan Maharani dan Prananda Prabowo, jika Prabowo tidak maju maka ada nama Sandiaga Uno dan Fadli Zon, sedangkan dari Demokrat tentu saja ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


Baca Juga:


Sementara itu, ada 5 tokoh yang diprediksi memiliki elektabilitas memadai sebagai calon Presiden periode 2024 – 2029, yang berasal dari unsur kepala daerah yaitu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Dari 5 kepala daerah tesebut, Anies Baswedan memiliki peluang terbesar menjadi capres terkuat 2024. Meskipun populasi penduduk DKI Jakarta hanya 4 persen jika dibandingkan populasi Jawa Barat sebesar 18,3 persen, Jawa Timur 15,1 persen dan Jawa Tengah sebesar 13,1 persen. Namun DKI Jakarta merupakan Ibu Kota Indonesia yang otomatis menjadi pusat perhatian masyarakat luas.

Tingkat popularitas Anies Baswedan bisa terkatrol dengan banyaknya media, baik online maupun cetak nasional yang terkonsentrasi di Jakarta, terutama media televisi nasional yang hampir setiap hari mengabarkan situasi, kondisi dan dinamika politik Jakarta ke daerah-daerah.

Kemudian, Anies Baswedan dinilai mampu mengikuti jejak Presiden Joko Widodo membangun elektabiltas ditingkat nasional saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hanya dalam waktu 2 tahun (2012-2014).

Baca Juga: Pakar Hukum: Komisioner KPU Yang Curang Terancam Pidana 5 Tahun

Tidak hanya itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dianggap mewakili kelompok Islam modernis, sebab Anies tercatat pernah aktif menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebagaimana diketahui, mantan aktivis HMI cukup banyak tersebar di berbagai partai politik dan turut mewarnai kancah percaturan politik di Indonesia.


Source: Artikel asli

Sebelumnya

Lanjut Baca

Politik

Tak Mau Kalah dari PKB, Nasdem Minta 11 Kursi Menteri ke Jokowi

Diterbitkan

pada

VAZNEWS.COM – Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Tengku Taufiqulhadi menilai partainya lebih layak mendapatkan kursi menteri lebih banyak di banding PKB. Ia mengatakan suara Nasdem lebih besar di DPR ketimbang PKB.


Tak Mau Kalah dari PKB, Nasdem Minta 11 Kursi Menteri ke Jokowi. Partai Nasdem tidak ingin kalah dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang meminta jatah sepuluh menteri di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Tengku Taufiqulhadi mengatakan, pihaknya akan meminta jatah kursi menteri lebih banyak. Hal itu dikarenakan jumlah kursi Nasdem di DPR lebih banyak ketimbang PKB.

“Karena suara Nasdem lebih besar daripada PKB di DPR. Jadi, berdasarkan kursi, maka sepantasnya Nasdem mengusulkan sebelas,” ujar Taufiqulhadi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/7).


Baca Juga:


Namun demikian, Taufiqulhadi kemudian menyampaikan, pernyataannya itu hanyalah guyonan. Sebab tidak tepat apabila partai-partai pendukung meminta jatah kursi menteri. Hal itu, kata dia, merupakan hak prerogatif Joko Widodo (Jokowi) sebagai kepala negara.

“Klaim-klaim itu tidak terlalu tepat. Itu nanti dikomunikasikan saja saat rapat dengan Pak Presiden. Jadi, enggak perlu diungkapkan ke publik,” katanya.

Anggota Komisi III DPR ini menuturkan, hingga saat ini belum ada pembicaraan mengenai kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin. Tetapi ia mengakui, Nasdem berharap bisa mendapatkan jatah lebih kursi di kabinet.

“Jadi, kursi Nasdem di DPR naik 100 persen. Kursi yang ada bisa dipertahankan dan bisa dapat lagi (kursi menteri),” ungkapnya.

Sebelumnya, ‎Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sudah mengusulkan sepuluh nama kadernya untuk duduk di posisi menteri Jokowi-Ma’ruf Amin di 2019-2024. Soal kementerian apa yang diinginkan, Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar, tidak bisa memastikan.

Namun, katanya, bisa saja posisi yang diperoleh berubah dari komposisi dalam kabinet saat ini. “Saya nggak tahu, belum dibahas. Bisa berubah kayaknya,” ujarnya.

Baca Juga: Belum Ada Aba-aba Jokowi, PKB Sudah Siapkan 34 Calon Menteri

Dalam kabinet saat ini, ada empat menteri dari PKB, yakni Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo, serta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir.


Source: Artikel asli

Lanjut Baca

Politik

Setelah PKB, Nasdem pun Sodorkan Anak Surya Paloh ke Jokowi

Diterbitkan

pada

Photo: © Disediakan oleh medcom.id

VAZNEWS.COM – Partai Nasdem, melalui Sekretaris Jenderal Partai, Johnny G Plate mengatakan Prananda Paloh merupakan kader terbaik yang siap menduduki jabatan Menteri jika Presiden Jokowi menghendaki.


Setelah PKB, Nasdem pun Sodorkan Anak Surya Paloh ke Jokowi. Menyodorkan anak petinggi partai sebagai kandidat menteri Jokowi mulai menjadi tren di kalangan parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Setelah Perindo mengusulkan anak Hary Tanoesoedibjo, kini giliran Nasdem menyodorkan nama anak Ketua Umum Surya Paloh, Prananda Paloh.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate mengatakan, partainya sudah menyiapkan kader terbaik untuk memenuhi keinginan Jokowi dalam membentuk Kabinet Kerja Jilid II. Salah satu kader dari kalangan muda atau generasi milenial yang disiapkan adalah Prananda Paloh.


Baca Juga:


“Banyak sekali, banyak juga pendidikan bagus, profesi usaha. Yang sudah dikaderisasi dari dalam, salah satunya Prananda,” katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Johnny menyatakan, kiprah Prananda di Nasdem sudah mumpuni dan menjadi salah satu figur politisi muda.

“Dia juga juga Garda pemuda Nasdem yang punya anggota tersebar di seluruh Indonesia. Dalam organisasi internal dia juga mumpuni,” jelasnya.

Soal kiprah politik praktis, lanjutnya, Prananda sudah pernah menjadi wakil rakyat di DPR periode 2014 hingga 2019 dan kembali terpilih untuk periode 2019 hingga 2024.

Namun demikian, pilihan mutlak ada di tangan Jokowi. Seandainya mantan walikota Solo itu tidak memilih Prananda, Nasdem tetap mempersilakan.

“Jokowi silakan memilih mana yang cocok. Kami tidak memberikan daftar nama,” pungkasnya.

Sebelumnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mengaku akan menyodorkan 34 nama calon menteri kepada Joko Widodo.

Baca Juga: PPP Pasrah Jika Tak Dapat Kursi Menteri Agama di Kabinet Jokowi

Ketua DPP PKB, Lukman Edy mengatakan usulan tersebut belum final dan masih akan dibahas bersama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin.

“Malah kita disarankan mengirimkan 34 nama, yang 34 orang punya kualifikasi terhadap 34 kementerian,” ujar Lukman Edy di Jakarta, Jumat (12/7/2019).


Source: Artikel asli

Lanjut Baca

Trending