Media Sosial VAZnews.com

Hukum

PDIP Sebut Pemborgolan Koruptor Oleh KPK Tidak Substantif

Kalau tujuannya mempermalukan, saya pikir para terdakwa sudah malu. Kalau mau mencegah mereka lari, kan tidak pernah ada preseden. Borgol akan kasih kesan dramatik tapi kan tidak substantif

Diterbitkan

|

Photo: merdeka.com

VAZNEWS.COM – Partai PDIP, melalui Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari mempertanyakan rencana KPK memborgol tahanan tersangka korupsi. Menurut PDIP langkah KPK terkesan dramatik tidak substantif.


PDIP Sebut Pemborgolan Koruptor Oleh KPK Tidak Substantif. Rencana KPK yang akan berlakukan pemborgolan bagi para tahanan korupsi bagi PDIP bukanlah hal yang substantif. Jika pemborgolan ditujukan untuk mempermalukan para tersangka, menurut PDIP, para tersangka tersebut sudah malu.

“Kalau tujuannya mempermalukan, saya pikir para terdakwa sudah malu. Kalau mau mencegah mereka lari, kan tidak pernah ada preseden. Borgol akan kasih kesan dramatik tapi kan tidak substantif,” kata Eva Kusuma Sundari kepada detikcom, Sabtu (29/12/2018).


Baca Juga: 


Menurut Eva mestinya KPK fokus saja pada perbaikan sistem pencegahan korupsi dan juga meningkatkan tuntutan hukuman bagi para pejabat yang melakukan korupsi.

“KPK fokus saja ke perbaikan sistem untuk mempersempit orang untuk korupsi dan meningkatkan hukuman,” ucap Eva.

KPK melalui Agus Rahardjo sebelumnya berencana untuk memborgol para tahanan kasus tersangka korupsi mulai tahun 2019 mendatang.

Baca Juga: Rencana KPK Borgol Tahanan Korupsi Tahun 2019 Mendatang

“Ya kita sudah punya perkom (peraturan komisi), perkom itu mirip dengan teman-teman di kepolisian. Begitu menjadi tahanan, kemudian diborgol, mudah-mudahan ini nanti bisa diterapkan di tahun 2019,” kata Agus Rahardjo di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2019).

Agus berharap dengan diberlakukannya aturan tersebut, dapat membuat pejabat publik berfikir ulang untuk melakukan korupsi.

Trending