Media Sosial VAZnews.com

Hukum

Hanura; Apakah Pemborgolan Cukup Megatasi Korupsi?

Apakah pemborgolan tersebut cukup mengatasi maraknya tindak pidana korupsi? Nah, itu yang harus dikaji juga, karena yang harus dikejar bukan efek malunya, melainkan efek menurunkan jumlah pelaku tindak pidana korupsi

Diterbitkan

|

Photo: indikasinews.com

VAZNEWS.COM – Partai Hanura, melalui Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah pertanyakan rencana KPK memborgol tahanan tersangka korupsi. Hanura berharap KPK tidak sekedar memberikan efek malu melainkan efek penurunan jumlah pelaku korupsi.

Hanura; Apakah Pemborgolan Cukup Megatasi Korupsi?. Hanura meminta KPK mengkaji ulang rencana untuk memborgol para tahanan agar tak cuma menimbulkan efek malu. Menurut Hanura, yang terpenting adalah membuat efek jera hingga dapat menurunkan jumlah pelaku korupsi.

“Apakah pemborgolan tersebut cukup mengatasi maraknya tindak pidana korupsi? Nah, itu yang harus dikaji juga, karena yang harus dikejar bukan efek malunya, melainkan efek menurunkan jumlah pelaku tindak pidana korupsi,” kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah kepada detikcom, Sabtu (29/12/2018) malam.

Baca Juga: Tanggapan PPP Terkait Rencana KPK Borgol Tahanan Korupsi

Inas menilai selama ini tahanan kasus korupsi kerap terlihat melenggang dengan bebas keluar masuk KPK. Inas menganggap para tahanan itu malah bertingkah seperti peragawan atau peragawati.

“Selama ini pesakitan korupsi sering melenggang kangkung dengan cantiknya ketika keluar masuk Gedung KPK bak peragawan dan peragawati diatas catwalk dengan senyum manis yang menawan. Jadi kalau KPK punya rencana akan memborgol juga para koruptor tersebut, tentunya harus memberikan efek jera dalam pemberantasan korupsi,” jelasnya.

Inas juga mengusulkan agar diadakan semacam peragaan busana tahanan KPK lengkap dengan borgol di tiap instansi pemerintah. Tujuannya untuk membuat para pejabat takut melakukan korupsi.

“Apakah tidak sebaiknya diadakan peragaan busana KPK lengkap dengan borgolnya di setiap-setiap instansi agar bisa menimbulkan efek jera bagi para calon koruptor,” ucap Inas.

Rencana KPK borgol tahanan kasus korupsi

Rencana memborgol para tahanan itu disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo. Dia mengatakan bakal melakukan prosedur baru terhadap tahanan kasus korupsi, yaitu diborgol saat dibawa dari dan menuju rutan mulai tahun depan

KPK akan mengupayakan pemberlakuan prosedur baru terhadap tahanan kasus korupsi. Tidah hanya sekedar mengenakan rompi oranye, KPK mau setiap tahanan kasus korupsi diborgol saat dibawa menuju rutan.

“Ya kita sudah punya perkom (peraturan komisi), perkom itu mirip dengan teman-teman di kepolisian. Begitu menjadi tahanan kemudian diborgol, mudah-mudahan ini nanti bisa diterapkan di tahun 2019,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018).

Baca Juga: Rencana KPK Borgol Tahanan Korupsi

Agus Rahardjo berharap dengan diberlakukannya aturan baru tersebut, dapat membuat pejabat publik menjadi malu untuk melakukan korupsi. Ia berharap tahun depan ada perubahan terhadap Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

“Mudah-mudahan itu menjadi salah satu, di samping kita berharap perubahan terhadap UU kita, bisa saja kan melakukan sapu pasar, itu jadi salah satu ini bisa mengakibatkan agak sungkan agak malu lah kalau melakukan korupsi,” kata Agus.

Trending