Terhubung Dengan Kami

Nasional

Pemerintah Batasi Media Sosial, Roy Suryo: Keputusan Lebay

Diterbitkan

|

Pemeritah Batasi Media Sosial, Roy Suryo Keputusan Lebay
Photo: © Disediakan oleh Grid.ID

VAZNEWS.COM – Keputusan pemerintah membatsi penggunaan fitur di media sosial dan aplikasi Messenger mendapat kritikan pedas dari politisi Demokrat, Roy Suryo.


Pemerintah Batasi Media Sosial, Roy Suryo: Keputusan Lebay. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengeluarkan kebijakan kontroversial terkait pembatasan penggunaan media sosial.

Kebijakan ini dikeluarkan oleh Kemenkominfo sejak Rabu, 22 Mei 2019 menyusul aksi masa besar besaran di Jakarta terkait pemilihan umum serentak 2019 atau pilpres 2019.

Kebijakan ini menuai banyak reaksi di tengah masyarakat, ada yang pro dan tidak sedikit pula yang mempertanyakan dasar pengambilan keputusan itu. Kritikan datang salah satunya dari pakar informatika dan telekomunikasi, Roy Suryo.


Baca Juga:


Kebijakan Kemenkominfo terkait pembatasan media sosial dan pesan instan ini dinilai Roy Suryo sebagai kebijakan yang berlebihan. Ia menganggap ini sebagai sebuah keputusan lebay.

“Keputusan ini lebay karena justru masyarakat yang menjadi korbannya. Apalagi para provokator tersebut pasti sudah punya cara-cara menyiasati medsos (pakai Telegram, dan sebagainya),” ungkap Roy Suryo, mengutip dari laman viva.co.id.

Kebijakan pemerintah batasi media sosial menurut Roy Suryo tidak dapat menyelesaikan masalah justru dapat merugikan masyarakat karena dinilai tidak efektif.

“Harusnya Kominfo benar-benar bisa selektif. Hanya mengenai mereka-mereka (penyebar hoax) saja. Bukan seluruh pengguna medsos di Indonesia,” kata Roy Suryo.

Anggota Komisi I DPR RI ini berpendapat akibat kebijakan Kemenkominfo tersebut ada 150 juta pengguna internet di Indonesia yang menjadi korban.

Politikus Partai Demokrat itu menilai seharusnya Kemenkominfo fokus pada para penyebar hoax dan provokator saja. Hal ini menurutnya sudah banyak mengorbankan kepentingan masyarakat umum.

“Kalau pun hanya ada 100-200 orang yang menggunakan medsos sebagai sarana untuk provokasi kemarin, mengapa kita-kita pengguna (medsos) di Indonesia yang berjumlah 150 jutaan orang menjadi korbannya semua?” jelas Roy Suryo.

Trending