Media Sosial VAZnews.com

Politik

Pemerintah Blokir 1.759 Akun Penyebar Hoaks, Terkait Virus Corona

Diterbitkan

|

Pemerintah Blokir 1.759 Akun Penyebar Hoaks, Terkait Virus Corona
Pemerintah Blokir 1.759 Akun Penyebar Hoaks, Terkait Virus Corona.(foto: teropongnews)

VAZNEWS.COM – Johnny Gerard Plate selaku Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo),  mengatakan bahwa pihaknya telah memblokir 1.759 akun media sosial terkait penyebar kabar bohong (hoaks) tentang virus corona di berbagai platform media sosial.


Pemerintah Blokir 1.759 Akun Penyebar Hoaks, Terkait Virus Corona. Menkominfo mengatakan rinciannya ialah 1.300 akun Facebook, 15 akun Instagram, 424 akun Twitter, dan 20 akun Youtube.

[the_ad id=”5067″]

“Yang sudah di take down atau blokir sebanyak 1.759,” ujar Johnny dalam acara konferensi pers rilis survei Indikator Politik Indonesia, pada Minggu (18/10).


Baca juga:


Ia juga mengatakan terdapat 2.020 sebaran hoaks di empat platform media sosial. Sebanyak 1.497 diantaranya terdapat di Facebook, 482 di Twitter, 20 di Instagram dan sebanyak 21 di Youtube.

Johnny G.Plate menyebut sampai  saat ini pihaknya tengah memproses 261 akun yang diduga menyebar isu hoaks di media sosial. Ia juga telah berdiskusi dengan para petinggi platform media sosial tersebut.

“Saya sudah hubungi. Yang di AS terakhir saya bicara dengan Susan Wojcicki, CEO YouTube yang berikan komitmen kuat untuk bersama-sama mengatasi (hoaks) Covid-19 di ruang digital,” tutur Sekjen Partai Nasdem tersebut.

Selain itu, Johnny juga menyatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk terus melakukan patroli siber dalam menangkal hoaks di media sosial.

Sudah ada 104 orang yang menjadi tersangka, dan sebanyak 17 orang sudah ditahan oleh pihak kepolisian, akibat memproduksi dan menyebarluaskan kabar bohong di media sosial.

“Ada yang sudah melaksanakan, yang sudah bisa dikategorikan tindak pidana, dan itu langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan Polri,” pungkasnya.

Baca Juga: Fahri Hamzah Duga UU Ciptaker Diadopsi Dari China, Benarkah?

[the_ad id=”1235″]

Sebelumnya Johnny menyatakan informasi yang disiarkan pemerintah terkait hoaks Omnibus Law Cipta Kerja tak perlu dibantah lagi.

Johnny juga mengatakan dalam tayangan Mata Najwa yang disiarkan di Trans7, pada Rabu (14/10/2020).  “Kalau pemerintah sudah bilang versi pemerintah itu (informasi) hoaks, ya dia hoaks. Kenapa membantah lagi?” ucap Johnny G.Plate.

Comments

Trending