Media Sosial VAZnews.com

Politik

Polemik Capim KPK, Fadli Zon Minta Jokowi Turun Tangan

Diterbitkan

|

Polemik Capim KPK, Fadli Zon Minta Jokowi Turun Tangan
Photo: © Disediakan oleh kompas

VAZnews.com – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon meminta Presiden Joko Widodo turun tangan dalam mengatasi polemik Capim KPK. Menurut Fadli, Jokowi tidak boleh mengabaikan persoalan tersebut begitu saja.


[the_ad id=”1235″]

Polemik Capim KPK, Fadli Zon Minta Jokowi Turun Tangan. Sejumlah aktivis anti korupsi dan LSM meminta Jokowi membatalkan proses seleksi capim KPK karena dianggap terdapat kandidat terpilih yang bermasalah.

Merespon permintaan Sejumlah aktivis anti korupsi dan LSM tersebut, Fadli mengingatkan Jokowi untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Presiden harus menanggapinya dengan serius dan tidak boleh mengabaikannya begitu saja.

“Presiden saya kira perlu merespons itu dan tidak bisa menghindari atau mengabaikan begitu saja,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/9).


Baca Juga:


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini berkata masukan para aktivis antikorupsi perlu didengarkan oleh Jokowi. Sebab mereka punya perhatian khusus dalam masalah antikorupsi.

Atas dasar itu, Fadli berpendapat Jokowi harus mengkaji lagi seleksi capim KPK jika benar-benar serius ingin menangani permasalahan korupsi.

“Aspirasi-aspirasi itu kan harus didengarkan oleh Presiden, kalau kita masih mempunyai komitmen terhadap penataan kelembagaan ketatanegaraan termasuk pemberantasan korupsi ya,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah aktivis antikorupsi mengkritik proses seleksi pansel capim KPK. Mereka menyebut ada beberapa kandidat bermasalah dari sepuluh nama yang diajukan pansel ke Jokowi.

Baca Juga: Apa Gunanya Ibukota Pindah Jika Rakyat Makin Susah

[the_ad id=”1235″]

Bahkan Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Jokowi menemui pimpinan KPK saat ini untuk membahas nama-nama tersebut.

“Dari nama-nama yang disampaikan kepada Presiden, sayangnya masih terdapat beberapa nama yang diduga memiliki rekam jejak buruk dan tidak berintegritas,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (3/9).


Source: Artikel asli

Trending