Media Sosial VAZnews.com

Hukum

Polemik Revisi UU KPK, Pegawai KPK Minta Tolong Jokowi

Diterbitkan

|

Polemik Revisi UU KPK, Pegawai KPK Minta Tolong Jokowi
Photo: © Disediakan oleh detikcom

VAZNEWS.COM – Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kompak menolak revisi UU KPK. Mereka melakukan aksi protes dan meminta presiden Jokowi agar tidak merevisi UU KPK.


[the_ad id=”1235″]

Polemik Revisi UU KPK, Pegawai KPK Minta Tolong Jokowi. Aksi menolak revisi UU KPK dilakukan oleh para pegawai KPK di acara Car Free Day (CFD) Bundaran HI pada pagi ini. Mereka kompak berpakaian hitam dan membawa bunga yang akan dibagikan kepada masyarakat yang datang.

Di CFD Bundaran HI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (8/9/2019), para peserta aksi yang mengenakan serba hitam terlihat menyebar dan membawa bunga. Mereka juga membentangkan selebaran kertas yang bertulisan ‘Tolong’ dan ‘Jokowi Setuju Revisi UU KPK=KPK Mati’.


Baca Juga:


“Kita seluruh pegawai KPK akan membagikan lebih dari seribu tangkai bunga kepada masyarakat. Nanti secara simbolik kita akan bergerak ke gedung KPK dan disambut oleh pimpinan.” ungkap pegawai KPK, Heni Mustika kepada wartawan di lokasi.

Polemik Revisi UU KPK, Pegawai KPK Bagikan Bunga

Photo: © Disediakan oleh detikcom

Rencananya, setelah sampai di gedung KPK mereka akan memasang kain hitam. “Jadi kita akan memasang kain hitam di sana,”. tambah Heni.

Adapun pada acara ini juga terlihat dihadiri penyidik Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo dan para pegawai KPK lainnya. Heni Mustika secar tegas menolak revisi UU KPK dan menurutnya revisi UU KPK pun harus dilawan.

Pegawai KPK Minta Tolong Jokowi

“Kita pesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk besok tidak merevisi undang-undang KPK dan tidak tanda tangan,” ujar Heni di lokasi.

[the_ad id=”1235″]

Baca Juga: Gerindra Usul Jokowi Berkantor di Papua, Ini Kata Ngabalin

Orang-orang KPK itu meyakini KPK akan berada dalam bahaya besar jika Presiden Jokowi memutuskan untuk menandatangani revisi UU tersebut.

“Bahaya karena KPK benar-benar mati kalau besok ditanda tangan oleh Presiden Joko Widodo,” katanya lagi.

Comments

Trending