Media Sosial VAZnews.com

Uncategorized

Puisi Srikandi Pencetak Utang, Mungkinkah ini Sindiran Untuk Sri Mulyani?

Diterbitkan

|

Photo: wartaekonomi

VAZNEWS.COM – Puisi dari Hijriyah Jamaludin Mahasisiwi Universitas Bung Karno, Angkatan 2011 berjudul Srikandi Pencetak Utang berbunyi seperti sindiran kepada Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani.


Puisi Srikandi Pencetak Utang, Mungkinkah ini  Sindiran Untuk Sri Mulyani?. Belum lama ini calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melontarkan kritik pedas soal utang pemerintah yang semakin membengkak.

Prabowo menyebut pemimpin di Kementerian Keuangan disebut sebagai Menteri Pencetak Utang saja. Prabowo mengatakan itu saat deklarasi dukungan Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, pada Sabtu (25/1/2019) lalu.

“Menurut saya, jangan disebut lagi Menteri Keuangan tapi mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang bayar orang lain,” kata Prabowo.

Sri Mulyani Indrawati kemudian merespon pernyataan Prabowo dengan mengunggah sebuah puisi di akun Instagram, @smindrawati pada Jumat (1/2/2019).

“Kala kamu menuduh aku Menteri pencetak utang, kami menyelesaikan ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan untuk rakyat, untuk kesejahteraan kami menyelesaikan, puluhan embung dan air bersih, bagi jutaan saudara kita yang kekeringan, puluhan ribu rumah, untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh, kala kamu menuduh aku Menteri pencetak utang,” tulis Sri Mulyani.


Baca Juga:

Mungkin saja puisi Srikandi Pencetak Utang juga merupakan respon dari klaim Sri Mulyani atas keberhasilannya selama menjabat Menteri Keuangan Indonesia. Berikut isi puisi Srikandi Pencetak Utang yang ditulis oleh Hijriyah Jamaludin Mahasisiwi Universitas Bung Karno, Angkatan 2011.

Puisi Mahasiswi UBK: Srikandi Pencetak Utang

MIRIS hatiku baca puisimu
Bukan karena terharu
Lebih karena gerutu
Karena banyak yang telah kau tipu

Justru setelah dirimu jadi menteri
Kau paksakan pengetatan anggaran
Yang terbukti gagal di seluruh dunia
Yang terbukti telah hambat pertumbuhan
Yang terbukti lambat kurangi kemiskinan

Kau potong anggaran sosial dan bencana
Kau tak mampu selesaikan masalah BPJS
Kau tak mampu naikkan gaji PNS
Kau prioritaskan bayar cicilan dan bunga utang
Lebih besar dari infrastruktur dan pendidikan

Pembangunan bukan hanya jasamu
Banyak yang lebih keras kerjanya
Banyak yang lebih cerdas kerjanya
Tak layak kau kliam semua pembangunan itu
Tugasmu adalah mencari pendanaan

Banyak cara mencari pendanaan
Bisa dengan tingkatkan pajak
Tapi jelas kau tidak mampu
Rasio pajak di eramu terus menurun

Bisa dengan renegosiasi utang lama
BIsa dengan tukar utang bunga tinggi dengan bunga rendah
Tapi jelas dirimu tak berani lawan Tuanmu
Kau hanyalah hamba Tuanmu
Tuanmu hanya ingin Indonesia buat utang baru

Iya, Tuanmu: IMF dan Bank Dunia
Serta para investor pasar uang
Segelintir 1% manusia penguasa kapitalisme dunia
Para Tuan penyebab ketimpangan dunia

Ketika Tuanmu yang rakus ingin diperkaya
Maka kau paksa rakyatberutang dari mereka
Kau bilang ini satu-satunya cara Negara mencari dana
Perbanyak utang dari mereka yang sudah kaya

Tentu utang dengan bunga sangat tinggi
Di kawasan Asia Pasifik bunga Indonesia paling tinggi
Bikin Tuanmu makin senang dan riang
Bikin rakyat Indonesia malang sampai bertahun mendatang

Jangan–jangan dari utang bunga tinggi
Ada oknum-oknum yang mendapat fee
Mungkin saja oknum itu bukan dirimu
(Meski masa lalumu sejatinya diselimuti banyak kasus korupsi)

Karena dirimu sepertinya hanya ingin penghargaan
Yang dengan murah hati akan diberikan Tuanmu
Yang diberikan kalau perlu setiap tahun untukmu
Agar kau terus dapat jadi Srikandi di panggung gemerlap
Sementara rakyat Indonesia masih hidup susah di gubuk gelap [***]

Depok, 2 Februari 2019

Hijriyah Jamaludin 
Mahasisiwi Universitas Bung Karno, Angkatan 2011


Source: RMOL.CO

Comments

Trending

x