Media Sosial VAZnews.com

Politik

Mahfud MD: Rakyat Lebih Suka Prabowo Memimpin Oposisi di Parlemen

Diterbitkan

|

VAZNEWS.COM – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menilai Prabowo bersama partai Gerindranya lebih baik berada di luar pemerintah sebagai oposisi. Menurutnya hal itu akan menyehatkan demokrasi konstitusional Indonesia.


[the_ad id=”1235″]

Mahfud MD: Rakyat Lebih Suka Prabowo Memimpin Oposisi di Parlemen. Mahfud MD menilai rakyat lebih menghendaki Prabowo Subianto memimpin oposisi di parlemen sebagai kontrol terhadap pemerintahan lima tahun ke depan.

“Rakyat seperti kita-kita ini lebih suka Pak Prabowo memimpin oposisi di parlemen,” kata Mahfud di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Senin (15/7/2019).

Mahfud mengandaikan oposisi 36 persen Partai Gerindra, PKS, dan PAN bergabung sudah cukup lumayan untuk mengimbangi kubu pemerintah.


Baca Juga:


[the_ad id=”1234″]

Namun demikian, saat dengan ini hanya PKS yang secara jelas menyatakan sikap tidak bersedia bergabung dengan pemerintah yang dipimpin Jokowi-Ma’ruf. Hanya saja, jika mengandalkan PKS, tentu kekuatan di parlemen cuma delapan persen saja.

“PKS itu hanya delapan persen berarti nanti kekuatannya 92 persen lawan 8 persen, tidak imbang Tidak sehat bagi kehidupan demokrasi konstitusional kita,” ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, Presiden terpilih Joko Widodo melalui pidatonya telah membuka opsi agar muncul oposisi sebagai kekuatan kontrol di DPR yang bisa dilakukan oleh Prabowo atau partai-partai lain. Namun, Presiden yang berasal dari PDIP itu berharap agar terwujud oposisi yang terhormat karena oposisi itu merupakan peran yang mulia.

Meski demikian, Mahfud juga mengatakan tidak masalah dan tidak ada larangan jika pada akhirnya kubu Prabowo mengambil keputusan untuk bergabung bersama pemerintahan Jokowi.

[the_ad id=”1235″]

Baca Juga: Prabowo: Lebih Baik Mati Daripada Berkhianat Pada Rakyat!

“Di samping artinya yang mulia untuk melaksanakan tugas negara, ada arti yang tidak mulia, yakni politik itu adalah proses perburuan kekuasaan. Ya silakan saja kalau mau mengambil politik dalam arti yang begitu. Tetapi politik sebagai tugas konstitusional itu harusnya berbagi tugas,” terang Mahfud.

Comments

Trending