Terhubung Dengan Kami

Ekonomi

Rapid Test Jadi Lahan Bisnis, Pandu; Komersialisasi Ditengah Wabah

Diterbitkan

|

Rapid Test Jadi Lahan Bisnis, Pandu; Komersialisasi Ditengah Wabah
Photo: © Disediakan oleh ayosemarang

VAZNEWS.COM – Dalam menekan angka penyebaran dan penularan virus Corona baru (covid-19), pemerintah gencar melakukan rapid test. Namun begitu mirisnya jika hal ini dijadikan lahan bisnis dan komersialisasi ditengah wabah pandemi ini. Sungguh hal itu adalah kejahatan yang tidak dapat dimaafkan.


Rapid Test Jadi Lahan Bisnis, Pandu; Komersialisasi Ditengah Wabah. Test untuk membuktikan terinfeksi atau tidaknya seseorang terhadap virus corona (Rapid Test) gencar dilakukan oleh pemerintah untuk menekan tingkat penyebaran virus tersebut.

Namun langkah tersebut menuai berbagai kritik dari banyak pihak mengingat besarnya biaya rapid test yang harus dikeluarkan.

Mengutip dari laman Rmolid, ahli epidemiologi Pandu Riono mengatakan, jika Rapid Test dijadikan lahan bisnis ditengah wabah, sungguh itu adalah kejahatan yang sulit dimaafkan.


Baca Juga:


“Komersialisasi dan bisnis di tengah wabah, itu dapat dianggap kejahatan yang sulit dimaafkan,” kata Pandu pada akun Twitter pribadinya pada, Minggu 28 Juni 2020.

Lebih lanjut Pandu mengatakan, bahwa sejumlah oknum memanfaatkan ketakutan dan kepanikan penduduk yang terjadi saat ini untuk mengeruk keuntungan.

“Dan seringkali memanfaatkan celah regulasi,” lanjut Pandu.

Menurut Pandu hingga saat ini, masih banyak korban yang berjatuhan akibat wabah Covid-19. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang terpaksa harus meregang nyawa dan itu tidak terdata.

Baca Juga: Polemik RUU HIP, Pengusul RUU HIP Dianggap Pemberontak NKRI

Dana untuk penangulanan virus Corona baru (Covid-19) di Indonesia sendiri disebutkan mencapai nyaris Rp 700 triliun. Namun demikian, fakta yang ada memperlihatkan bahwa dana rapid test tidak semua ditanggung oleh anggaran pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal itu terjadi disebabkan anggaran yang diberikan oleh pemerintah hanya kepada rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk menjalankan rapid test. Sedangkan bagi rumah sakit yang tidak terpilih dana itu tidak sampai. Sehingga ini menjadi lahan bisnis komersialisasi bagi rumah sakit tersebut.

Trending