Terhubung dengan VAZnews.com
[the_ad id="3299"]

Nasional

Refly Harun: Media Jangan Lagi Nyebong Atau Ngampret

Diterbitkan

|

Photo: © Disediakan oleh RMOL

VAZNEWS.COM – Pakar hukum tata negara, Refly Harun turut meramaikan perbincangan terkait pertemuan Prabowo Subianto dengan Joko Widodo. Setelah pertemuan itu, Refly berharap tidak ada lagi cebongers dan kampreters. Ia juga meminta media jangan lagi nyebong atau ngampret.


Refly Harun: Media Jangan Lagi Nyebong Atau Ngampret. Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, diyakini mempunyai efek ganda yang positif.

Pertemuan itu diharapkan dapat menghapus polarisasi di masyarakat atau pengkubuan kelompok cebongers (sebutan buat pendukung Jokowi-Ma’ruf) dan kampreters (pendukung Prabowo-Sandi).

“Dengan temu Jokowi-Prabowo, semoga tidak hanya cebongers dan kampreters yang bubar, media juga mudah-mudahan tidak lagi nyebong atau ngampret,” tulis ahli hukum tata negara, Refly Harun, di akun twitter pribadinya, Sabtu (13/7).


Baca Juga:


Refly juga berharap seluruh lembaga pers kembali kepada tugas mulianya.

“Media harus kembali pada tugas mulianya untuk mencerdaskan rakyat dan ikut mengontrol jalannya pemerintahan sebagai pilar demokrasi,” demikian Refly.

Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu pagi. Mereka menumpang MRT hingga kawasan Senayan. Lalu berjalan sekitar 500 meter menuju Restoran Sate Khas Senayan, di FX Sudirman, untuk makan siang bersama.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, , Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan, Pramono Anung, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Erick Thohir dan Wakil Ketua Umum Gerindra, Edhy Prabowo.

Budi Gunawan, Pramono Anung dan Edhy Prabowo disebut-sebut sebagai orang-orang yang berperan besar di balik pertemuan Prabowo dan Jokowi. Pertemuan itu sendiri sempat tertunda beberapa kali sejak berakhirnya Pilpres 2019.

Baca Juga: Prabowo Ke Jokowi: Mohon Maaf Kalau Nanti Kami Kritik

Pramono menyatakan, pertemuan bersejarah hari ini akan disusul pertemuan lanjutan. “Saya optimis bila nanti akan ada pertemuan susulan antara Jokowi dengan Prabowo di hari-hari mendatang,” ungkap Pramono di FX Sudirman.

Komentar

Nasional

Jokowi Tunda Peresmian Proyek ‘Tol Langit’ Palapa Ring

Diterbitkan

|

Oleh

Jokowi Tunda Peresmian Proyek 'Tol Langit' Palapa Ring
Photo: © Disediakan oleh tribunnews

VAZNEWS.COM – Plt Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu mengkonfirmasi batalnya Presiden Jokowi meresmikan proyek pembangunan infrastuktur internet cepa, Palapa Ring atau lebih dikenal dengan istilah Tol Langit.


Jokowi Tunda Peresmian Proyek ‘Tol Langit’ Palapa Ring. Proyek Palapa Ring yang rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Jumat (11/10/2019) dinyatakan harus ditunda terlebih dahulu.

Informasi penundaan tersebut diperoleh dari keterangan Ferdinandus Setu yang merupakan Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Peresmian Pengoperasian Palapa Ring (oleh Jokowi) yang direncanakan dilakukan Jumat 11 Okt 2019 pukul 08.00 di Istana Merdeka ditunda,” ujar Ferdinandus, mengutip dari laman detikcom, Jumat (11/10/2019).


Baca Juga:


Ketika ditanya terkait sampai kapan penundaan peresmian proyek internet cepat tersebut, pihak pemerintah enggan memberitahukannya lebih lanjut. Pihak kominfo hanya mengatakan tunggu pemberitahuan lebih lanjut.

“Sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata Ferdinandus Setu.

Tidak diketahui pasti alasan penundaan peresmian tol langit tersebut. Apakah penundaan tersebut berkaitan dengan insiden penusukan Menko polhukam, Wiranto di Pandeglang kemarin juga belum ada konfirmasi terkait hal itu.

Seperti diketahui, Palapa Ring adalah proyek pembangunan jaringan serat optik nasional oleh pemerintah. Proyek internet cepat ini akan menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Wiranto Ditusuk Pisau Oleh Teroris

Total panjang kabel laut diperkirakan mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer demi menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Proyek yang dijuluki tol langit ini dimaksudkan untuk menyediakan sinyal yang dapat membuat masyarakat Indonesia bisa lebih mudah berkomunikasi satu sama lain, baik di perkotaan maupun pelosok negeri berkat infrastruktur telekomunikasi.

Sebelumnya

Lanjut Baca

Nasional

Presiden Jokowi Sebut Wiranto Ditusuk Pisau Oleh Teroris

Diterbitkan

|

Oleh

Presiden Jokowi Sebut Wiranto Ditusuk Pisau Oleh Teroris
Photo: © Disediakan oleh Antaranews

VAZNEWS.COM – Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi mengungkap pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Ia menyebut pelaku penusukan Wiranto adalah seorang teroris.


Presiden Jokowi Sebut Wiranto Ditusuk Pisau Oleh Teroris. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto diserang oleh seseorang yang diduga teroris saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten.

Menurut laporan yang diterima Presiden Jokowi, pelaku penusukan Wiranto adalah seorang teroris. Setelah terjadinya insiden penusukan Wiranto, Jokowi mengaku langsung mengeluarkan perintah agar yang bersangkutan segera dibawa menggunakan heli menuju ke RSPAD di Jakarta.

“Tadi hanya beberapa menit setelah kejadian penusukan dengan pisau oleh teroris kepada Menko Polhukam, Bapak Wiranto, saya langsung mendapatkan laporannya dan saat itu juga saya langsung perintahkan yang ada di lapangan untuk segera dibawa dengan heli menuju ke Jakarta menuju ke RSPAD,” kata Jokowi kepada wartawan seperti yang dimuat laman detikcom, Kamis (10/10/2019).


Baca Juga:


Pihak kepolisian sebelumnya juga mengatakan bahwa pelaku dengan identitas SA alias Abu Rara terpapar ISIS, dan terkait jaringan JAD. Terkait kondisi Wiranto, Jokowi mengatakan saat ini sedang dalam penanganan dokter.

“Saat ini beliau, Bapak Wiranto masih dalam penanganan oleh tim dokter di RSPAD dalam proses operasi dan kesempatan ini,” ujar Jokowi.

Wiranto ditusuk oleh pelaku yang bernama Abu Rara di Menes, Pandeglang, Banten, pukul 11.50 WIB. Diketahui pelaku mengajak istrinya dalam aksinya itu. Pelaku dan istrinya kini ditangkap polisi. Polisi menyebut penusuk Wiranto terpapar jaringan ISIS.

Baca Juga: Pak Wiranto Apa Tidak Ingin Husnul Khotimah?

Sementara Wapres Jusuf Kalla (JK) juga ikut menanggapi insiden Wiranto. JK kemudian mengaitkan pelaku dengan kelompok radikal.

“Yang jelas bahwa di Indonesia ini kelompok yang sangat radikal itu masih ada dan itu berkeliaran,” beber Jusuf Kalla di RSPAD, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Lanjut Baca

Nasional

Usai Ditikam dan Terluka, Wiranto Dilarikan Ke RSUD Pandeglang

Diterbitkan

|

Usai Ditikam dan Terluka, Wiranto Dilarikan Ke RSUD Pandeglang
Photo: © Disediakan oleh Republika

VAZNEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjadi korban penusukan oleh orang tidak dikenal. Wiranto kini tengah menjalani proses perawatan di RSUD Pandeglang.


Usai Ditikam dan Terluka, Wiranto Dilarikan Ke RSUD Pandeglang. Menko Polhukam, Wiranto dikabarkan mengalami luka pada bagian perutnya setelah ditikam menggunakan pisau tajam oleh orang tidak dikenal.

Insiden penikaman Wiranto terjadi ketika ia turun dari mobil dinasnya yang hendak menyalami masyarakat yang sudah menunggunya di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Peristiwa penusukan tersebut terjadi sekitar pukul 11.50 WIB. Diketahui, kehadiran Wiranto di Pandeglang dikabarkan dalam rangka menghadiri acara di Universitas Mathlaul Anwar.


Baca Juga:


Saat ini, mantan Panglima ABRI itu sedang dalam proses pemulihan di RSUD Pandeglang, Banten.

Seperti dimuat dalam laman RMOL, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan peristiwa penusukan yang dialami Menko Polhukam Wiranto. Saat ini pelaku juga sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Wiranto Ditikam, JK Sebut Kelompok Radikal Masih Berkeliaran

Atas insiden ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sangat menyayangkan hal tersebut bisa sampai terjadi. JK menyinggung keberadaan kelompok radikal yang menurutnya masih ada dan tersebar di Indonesia.

“Yang jelas bahwa di Indonesia ini kelompok yang sangat radikal itu masih ada dan itu berkeliaran,” katanya di RSPAD, Jakarta, mengutip dari laman detikcom Kamis (10/10/2019).

Lanjut Baca

Trending