Media Sosial VAZnews.com

Politik

Rekonsiliasi, Diplomasi Nasi Goreng Megawati Luluhkan Hati Prabowo

Diterbitkan

|

Rekonsiliasi, Diplomasi Nasi Goreng Megawati Luluhkan Hati Prabowo
Photo: © Disediakan oleh tribunnews

VAZNEWS.COM – Sepertinya diplomasi Nasi Goreng ala Megawati sukses membuat Prabowo Subianto merapat ke kubu Jokowi. Prabowo mengatakan perbedaan itu biasa dan di ujungnya perlu menyambung tali persaudaraan dan hubungan yang rukun.


[the_ad id=”1235″]

Rekonsiliasi, Diplomasi Nasi Goreng Megawati Luluhkan Hati Prabowo. Megawati berdiplomasi dengan Prabowo Subianto yang berlawanan posisi di Pemilu 2019 lalu. Ia menyebutnya sebagai diplomasi politik nasi goreng.

Hal itu terjadi saat keduanya bertemu di kediaman Megawati di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019). Sejak awal Prabowo datang, suasana yang terbangun memang sudah baik. Dan suasana itu terus terbangun selama pertemuan berlangsung.

Ada kalanya Megawati dan Prabowo hanya bicara berdua sambil menikmati bakwan goreng yang dimasak khusus oleh Megawati untuk Prabowo. Sesekali keduanya tertawa dan berbisik-bisik.

Lalu makan siang dengan menu nasi goreng dan mie jawa. Makan siang semeja dengan putra dan putri Megawati Prananda Prabowo serta Puan Maharani, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kepala BIN Budi Gunawan, Seskab Pramono Anung, dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.


Baca Juga:


[the_ad id=”1234″]

Usai makan, Prabowo bahkan sempat bercanda tak bisa menyalami Megawati dengan lama dan tunduk karena perut yang kenyang akibat menu yang dihidangkan.

“Tadi Ibu Mega memenuhi janjinya, memasak nasi goreng untuk kami, luar biasa nasi gorengnya saya sampai nambah. Padahal beliau mengingatkan saya sudah terlalu gemuk,” kata Prabowo.

Prabowo mengaku dirinya selalu merasa mendapat penghormatan serta perlakuan baik oleh Megawati dan keluarganya. Baginya hal itu karena baik dirinya dan Megawati adalah sama-sama patriot yang berkomitmen pada NKRI. Sehingga kalaupun ada perbedaan pilihan politik, baginya takkan bisa memutus tali persaudaraan yang ada.

“Kalau ada perbedaan itu biasa, di ujungnya kita-kita selalu ingin melanjutkan menyambung tali persaudaraan dan hubungan yang rukun hubungan yang baik. Sehingga kita bisa membantu mengatasi masalah-masalah kebangsaan,” kata Prabowo.

Rekonsiliasi, Diplomasi Nasi Goreng Megawati Luluhkan Hati Prabowo

Sementara Megawati mengaku dirinya memang sudah lama tak memasak makanan untuk Mas Bowo, panggilang Megawati untuk mantan cawapresnya di Pemilu 2009 itu. Apalagi perhelatan pemilu 2019 yang panjang, membuat Prabowo sampai pernah menagih janji makan bersama.

” Katanya nasi goreng yang saya buat itu enak sekali, katanya. Tapi ternyata telah dibuktikan beliau semua yang hadir bilang ‘ya emang enak ya bu, sering-sering diundang untuk bisa makan nasi goreng’,” kata Megawati sambil tersenyum.

Tapi bukan sekedar makanan. Bagi Megawati, kesempatan untuk memasak lalu menjamu makan nasi goreng itu adalah cara jitu untuk meluluhkan hati keras seorang Prabowo. Di tengah situasi politik yang masih belum sepenuhnya normal dan tenang pasca pilpres lalu, taktik itupun mendapatkan konteksnya.

[the_ad id=”1235″]


Baca Juga:


“Untunglah kalau seorang perempuan pemimpin dan politisi, rupanya ada bagian yang sangat mudah meluluhkan hati laki-laki. Nah itu namanya politik nasi goreng yang ternyata ampuh,” kata Megawati.

“Jadi saya bilang pada beliau. Mas, saya panggil beliau tuh mas dari dulu, sebenarnya kan kalau kita berbeda pendapat itu adalah sebuah ruang yang biasa, kenapa harus diteruskan? Mari kita rukun kembali,” beber Megawati.

“Persahabatan kita mendapat ujung yaitu untuk kepentingan bangsa dan negara. Dan kita tentunya harus bisa melakukan dengan diskusi. Silahkan datang ke tempat saya kapanpun.

Begitu juga kalau Mas Bowo ingin bertemu dengan presiden (Jokowi), kalau memang harus, saya diminta untuk bisa menyampaikan, saya sampaikan.

Tapi kalau Mas Bowo sebaiknya menurut saya pasti ngomong sendiri saja dengan Pak Jokowi, pasti akan diterima beliau dengan baik,” tambah Megawati.

[the_ad id=”1235″]

Apapun, Megawati dan Prabowo sudah berhasil menunjukkan sebuah contoh kenegarawanan. Kompetisi politik menghadirkan tensi, namun begitu selesai rekonsiliasi harus terjadi. Walau itu dimediasi dengan ‘politik nasi goreng’.

“Terimakasih nasi gorengnya bu. Dan kami juga menunggu Ibu jalan-jalan ke Hambalang,” kata Prabowo.


Source: Artikel asli

Comments

Trending