Media Sosial VAZnews.com

Dunia

Rencana Trump Ingin Potong Dana WHO, China dan Jerman Mengecam

Diterbitkan

|

Rencana Trump Ingin Potong Dana WHO, China dan Jerman Mengecam
Photo: © kabar news

VAZNEWS.COM – Pernyataan kementerian luar negeri China menyebutkan jika WHO tidak menyelidiki secara memadai laporan-laporan awal mengenai virus di China. Jerman juga membela WHO, dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Heiko Maas yang menyatakan jika tuduhan itu tidak membantu.


[the_ad id=”1235″]

Rencana Trump Ingin Potong Dana WHO, China dan Jerman Mengecam. Rencana Trump yang ingin potong dana dari WHO dibantah oleh China.

Pada Rabu 15 April China menyatakan keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menahan dana bagi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO akan mempengaruhi semua negara. Sementara ini dunia tengah menghadapi tahap penting dalam memerangi pandemi virus corona covid-19.

“Kita mesti bekerja sama erat melawan #COVID19,” cuit Heiko Maas. “Salah satu investasi terbaik adalah memperkuat @PBB, khususnya @WHO yang kekurangan dana, misalnya untuk mengembangkan dan mendistribusikan tes dan vaksin.”


Baca Juga:


Setidaknya ada sekitar 2 juta kasus terkonfirmasi di seluruh dunia. Namun karena ada kesulitan mengakses tes virus itu di beberapa daerah, angka sebenarnya sudah tentu lebih tinggi. Statistik Johns Hopkins University, pada Rabu 15 April menyatakan jika jumlah kematian akibat virus corona di seluruh dunia melampaui 126 ribu jiwa.

Perancis juga menyatakan jumlah kematian akibat virus corona di negara itu melampaui 15 ribu orang. Angka itu membuatnya sebagai negara keempat yang melampaui angka tersebut, selain Amerika, Italia dan Spanyol.

Italia dan Spanyol termasuk di antara beberapa negara Eropa yang saat ini mulai melonggarkan lockdown yang ketat. Sementara Perancis baru memperpanjang langkah lockdown tersebut.

Baca Juga: Pengamat: Covid 19 Berkah Bagi Harun Masiku Buronan KPK

[the_ad id=”1235″]

Negara bagian California, Gubernur Gavin Newsom mengatakan bahwa ia hanya akan mempertimbangkan pencabutan lockdown jika jumlah orang yang dirawat berkurang setidaknya selama dua pekan.

Tes virus itu semakin luas, semakin banyak alat pelindung diri untuk para petugas layanan kesehatan, dan para pejabat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melacak dan mengisolasi mereka yang terinfeksi.


Sumber: Okezone

Comments

Trending

x