Media Sosial VAZnews.com

Politik

Selesai Diperiksa, Rocky Gerung Sebut Pelapor Kurang Pengetahuan dan Kecerdasan

Rocky Gerung: Jadi, ini suatu kasus yang sebenarnya disidangkan di ruang seminar itu. Bukan dilaporkan oleh yang bersangkutan itu. Ya yang bersangkutan pasti kurang pengetahuan dan kecerdasan. Jadi itu intinya

Diterbitkan

|

Photo: DetikNews

VAZNEWS.COM – Rocky Gerung didampingi kuasa hukumnya Haris Azhar telah menjalani pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya selama 4,5 jam. Rocky diperiksa terkait pelaporan dirinya atas dugaan menista agama.


Selesai Diperiksa, Rocky Gerung Sebut Pelapor Kurang Pengetahuan dan Kecerdasan. Rocky Gerung keluar dari ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sekitar pukul 20.40 WIB  Jumat (1/2/2019).

Ia memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan sejak pukul 16.00 WIB. Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) itu datang ke Polda Metro Jaya dengan didampingi oleh tim kuasa hukumnya.

Pengamat politik yang terkenal kritis itu dimintai klarifikasi oleh pihak kepolisian terkait pelaporan atas dirinya yang dianggap menista agama.

Rocky dilaporkan karena pernyatannya yang menyebut bahwa kitab suci itu fiksi di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TV One, April 2018 yang lalu.


Baca Juga:

Rocky mengaku dimintai keterangan terkait islihah fiksi dan fiktif dan menyebut pelapor gagal paham memahami kedua istilah itu.

“Intinya adalah mencari klarifikasi tentang istilah fiksi. Rupanya pelapor gagal paham membedakan antara fiksi dan fiktif,” tutur Rocky usai memberi klarifikasi ke penyidik Polda Metro Jaya.

“Padahal sudah berkali-kali saya terangkan bahkan sangat jelas disitu, bahwa fiksi itu adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi. Dan itu penting dan baik. Beda dengan fiktif yang cenderung mengada-ada. Jadi itu intinya,” lanjutnya.

Lebih lanjut Rocky menerangkan bahwa konteks dari pembicaraanya adalah menerangkan metodologi Silogisme Eskatologik yang lazim disidangkan di ruang seminar. Ia menilai pelapor kurang pengetahuan dan kecerdasan.

“Itu konteksnya adalah untuk mengajarkan dengan metodologi yang disebut Silogisme Eskatologik. Jadi, ini suatu kasus yang sebenarnya disidangkan di ruang seminar itu. Bukan dilaporkan oleh yang bersangkutan itu. Ya yang bersangkutan pasti kurang pengetahuan dan kecerdasan. Jadi itu intinya” papar Rocky.

Dalam proses penyidikan, Rocky Gerung mengaku mendapatkan 20 pertanyaan dari penyidik dalam klarifikasinya. “Semuanya ada 20 pertanyaan,”.


Source: tribunnews

Comments

Trending