Media Sosial VAZnews

Hukum

RUU: Peminum Minuman Beralkohol Dibui 2 Tahun atau Denda Rp 50 Juta

RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol) yang mengatur sanksi pidana kepada para peminum atau orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol, berupa pidana kurungan penjara maksimal dua tahun atau denda maksimal Rp50 juta.

Diterbitkan

|

RUU Peminum Minuman Beralkohol Dibui 2 Tahun atau Denda Rp 50 Juta
RUU: Peminum Minuman Beralkohol Dibui 2 Tahun atau Denda Rp 50 Juta (foto: kabar24bisnis)

VAZNEWS.COM – Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol) yang mengatur sanksi pidana kepada para peminum atau orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol, berupa pidana kurungan penjara maksimal dua tahun atau denda maksimal Rp50 juta.


RUU: Peminum Minuman Beralkohol Dibui 2 Tahun atau Denda Rp 50 Juta. Sanksi pidana atau denda tersebut telah tertulis pada Pasal 20 Bab VI tentang Ketentuan Pidana RUU Minol.

“Setiap orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dipidana dengan pidana penjara paling sedikit tiga bulan dan paling lama dua tahun atau denda paling sedikit Rp10

juta dan paling banyak Rp50 juta,” demikian isi draf beleid tersebut seperti yang diunduh dari situs DPR.

Pada Pasal 7 Bab III mengenai larangan yang dimaksud di atas mengatur bahwa setiap orang tidak boleh atau dilarang mengkonsumsi minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, minuman beralkohol tradisional dan minuman beralkohol campuran ataupun racikan.


Baca Juga:


Sanksi pidana dan denda bagi para peminum juga dapat ditambah jika mereka sudah dinilai telah membuat kekacauan.

Sebagaimana telah tertulis pada Pasal 21 angka (1) Bab VI tentang Ketentuan Pidana RUU Minol (Rancangan Undang-undang Minuman Beralkohol), sanksi pidana penjara bagi peminum minol yang mengganggu ketertiban umum atau mengancam keamanan orang lain ditingkatkan menjadi maksimal lima tahun atau denda maksimal Rp100 juta.

Bahkan pada Pasal 21 angka (2) juga ditetapkan apabila peminum minuman beralkohol terbukti menghilangkan nyawa orang lain maka pidana akan ditambah sebesar sepertiga dari pidana pokok.

Selain kepada peminum, RUU Minol ini juga mengatur ancaman sanksi kepada orang yang memproduksi, memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan menjual minuman beralkohol.

Pasal 18 Bab VI Ketentuan Pidana RUU Minol menyatakan bahwa orang yang memproduksi minol bisa dipenjara maksimal 10 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar.

Sementara Pasal 19 Bab VI Ketentuan Pidana RUU Minol mengatur ketentuan bahwa orang yang memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan menjual minol bisa dijerat pidana penjara maksimal 10 tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

RUU Minol juga mengatur tiga klasifikasi minol berdasarkan kadar etanolnya, tepatnya pada Pasal 4 Bab II tentang Klasifikasi.

Rancangan aturan itu menyebut minuman alkohol golongan A ialah yang berkadar etanol 1 hingga 5 persen, minol golongan B berkadar etanol 5 sampai 20 persen, serta minol golongan C berkadar etanol 20 hingga 55 persen.

Meski begitu, larangan bagi masyarakat untuk memproduksi, memasukkan, menyimpan, mengedarkan, menjual, serta mengonsumsi minol tidak berlaku untuk beberapa kepentingan.

Berbeda dengan pasal sebelumnya, pada Pasal 8 angka (2) Bab III tentang Larangan dituliskan pengecualian RUU Minol diberikan untuk kepentingan adat, ritual keagamaan, wisatawan, farmasi, dan di tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: RI Resesi, Jokowi Sebut Ekonomi Minus 3 persen pada kuartal III 2020

Menanggapi RUU Minol tersebut, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mewaspadai akan adanya potensi over-kriminalisasi yang mungkin terjadi apabila draft aturan ini disahkan menjadi UU.

Atas dasar tersebut Direktur Eksekutif ICJR Erasmus Napitupulu menilai RUU Minol tersebut tidak perlu dibahas DPR.

“Pendekatan pelarangan bagi minuman beralkohol dapat memberi dampak negatif bagi peradilan pidana di Indonesia,” kata Erasmus dalam rilis ICJR, Rabu (11/11).

Comments

Trending