Media Sosial VAZnews

Politik

Satu Tahun Jokowi Ma’ruf, FPI: “Tidak ada harapan masa depan”

Diterbitkan

|

Satu Tahun Jokowi Ma'ruf, FPI: "Tidak ada harapan masa depan" (foto: nasionaltempo.co)

VAZNEWS.COM – Munarman selaku Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) menilai satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengecewakan.


Satu Tahun Jokowi Ma’ruf, FPI: “Tidak ada harapan masa depan”. Bahkan Ia menyebut bahwa kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf menghilangkan harapan bagi bangsa Indonesia untuk menatap masa depan.

“Tidak ada harapan masa depan. Hutang menumpuk, ketidakadilan merajalela, rakyat miskin makin miskin,” ucap sekretaris umum FPI tersebut kepada salah satu media, pada Senin (19/10/2020).


Baca Juga:


Munarman turut menilai revolusi mental yang digaungkan oleh Jokowi sejak periode pertama gtidak menuai hasil yang maksimal atau bahkan gagal total. Menurutnya, tak ada perubahan yang berarti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut FPI gagasan Jokowi harus diganti dengan gerakan revolusi akhlak, yang akan dipimpin oleh Rizieq Shihab. Menurutnya Gerakan ini, berlandaskan ajaran Islam yang tercantum dalam Alquran dan sunah Rasul.

“(Revolusi mental) jelas gagal karena tidak berdasarkan Alquran dan as-sunnah,” katanya.

Dihubungi secara terpisah, Slamet Maarif selaku Ketua Umum PA 212 menyebut kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf jauh panggang daripada api. Ia menyoroti sejumlah masalah, di antaranya kebebasan berpendapat.

“Masuk tahun keenam mulai antikritik, yang berbeda sikap sikat habis,” kata Slamet, pada Senin (19/10/2020).

Slamet juga mengkritik sejumlah hal lain, yaitu pelemahan KPK, kegagalan pengelolaan pemerintahan, pertumbuhan ekonomi drastis turun, dan gejala islamofobia.

Sebelumnya Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko dalam keterangan tertulis ‘Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Jokowi – Maruf Amin, menyatakan bahwa wajah baru Indonesia di masa mendatang menjadi cita-cita dan janji Jokowi.

“Pertama, Presiden ingin membangun sumber daya manusia sebagai prioritas. Kemudian menyiapkan infrastruktur berkelanjutan untuk menjamin konektivitas antar wilayah agar menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Selain dari pada itu Jokowi juga turut mengedepankan reformasi birokrasi yakni kelincahan dalam menghadapi tantangan turbulensi global yang dihadapi Indonesia saat ini.

“UU Cipta Kerja ini menjadi salah satu instrumen untuk menjawab tantangan itu. Termasuk juga arahan Presiden yang keempat yaitu regulasi di bidang perizinan,” tegasnya.

Baca Juga: Curahkan Isi Hati, Prabowo: “Kalau Saja Saya Jadi Presiden….”

Arahan terakhir, kata Moeldoko adalah mempercepat transformasi ekonomi guna dapat bersaing secara global dengan UU Cipta Kerja sebagai alatnya.

“Kita tidak lagi hanya tergantung sumber daya alam namun mendorong tumbuhnya UMKM pada jasa modern untuk meningkatkan daya saing manufaktur,” tegas Moeldoko.

Comments

Trending