Media Sosial VAZnews.com

Politik

Seloroh Amien Rais “Kalau Rakyat Turun Kejalan Karena Sudah Lapar”

Diterbitkan

|

Seloroh Amien Rais "Kalau Rakyat Turun Kejalan Karena Sudah Lapar"
Photo: © Disediakan oleh Wartaekonomi

VAZNEWS.COM – Isu kudeta yang belakang mencuat diduga hanyalah upaya untuk mengaburkan kelemahan pemerintah di tengah situasi nasional saat ini. Kesemua ini semakin diperparah oleh dampak pandemik Covid-19 yang hingga saat ini tak kunjung berakhir.


[the_ad id=”1235″]

Seloroh Amien Rais “Kalau Rakyat Turun Kejalan Karena Sudah Lapar”. Sendagurau (seloroh) mantan ketua MPR RI, Amien Rais yang mengatakan jangan heran jika rakyat sudah turun kejalan. Kalau rakyat turun kejalan karena sudah lapar.

“Saya membaca isu kudeta itu. Sesungguhnya untuk mengaburkan kelemahan pemerintahan kita sekarang ini,” ungkap Amien Rais.

Menurut Amien, pengaburan pandangan itu justru dijadikan kesempatan oleh pihak-pihak yang ingin menyanjung-nyanjung pemerintah. Tujuannya adalah dengan maksud agar dapat berlindung di balik ketiak kekuasaan.


Baca Juga:


“Jadi, isu kudeta itu mungkin memang iya dikembangkan untuk meramaikan suasana saja. Bisa diduga hanya untuk mengaburkan seolah-olah pemerintah ini harus hati-hati, harus kita bela, harus kita benar-benarkan terus. Sebab ‘awas kalau tidak, akan ada kudeta’ yang mungkin akan lebih buruk hasilnya begitu,” jelas Amien.

Atas dasar itu, Amien Rais menilai bahwa isu kudeta belakangan yang secara mendadak ramai itu hanya untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Kemudian, masih terlalu awal bergulir isu kudeta dalam waktu yang singkat.

“Jadi kalau menurut saya tidak begitu akan ada kudeta dan lain-lainnya,” kata Amien Rais.

Namun begitu, Amin mekatakan lebih lanjut, akan berbeda lagi halnya jika rakyat benar-benar sadar dan merasa lapar.

“Tapi kalau rakyat turun ke jalan berarti karena sudah lapar begitu,” seloroh Amien.

Baca Juga: Luhut Dituding Bersekutu Hendak Mengobok Partai Demokrat

[the_ad id=”1235″]

Amien Rais mengungkapkan bahwa dirinya pernah berdiskusi strategis dengan salah seorang dosen ekonomi dari salah satu kampus di Jogjakarta.

Isi diskusi itu mengatakan bahwa pada akhir bulan Juli 2020 mendatang diprediksi kelompok menengah bisa saja kehabisan cadangan. Hal ini setidaknya akan menimbulkan gejolak yang rawan jika tidak segera diantisipasi.


Sumber : Rmol

Comments

Trending