Media Sosial VAZnews

Politik

Soal Dalang Demo, Mahfud: Orang Dekat SBY, Kami Tak Sebut Partainya

Diterbitkan

|

Soal Dalang Demo, Mahfud Orang Dekat SBY, Kami Tak Sebut Partainya.
Soal Dalang Demo, Mahfud: Orang Dekat SBY, Kami Tak Sebut Partainya. (foto: tribunmedan-tribunnews)

VAZNEWS.COM – Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia sempat dihebohkan oleh isu adanya dalang di balik aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Salah satu tuduhan tersebut bahkan mengarah ke Partai Demokrat hingga mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.


Soal Dalang Demo, Mahfud: Orang Dekat SBY, Kami Tak Sebut Partainya. SBY sendiri telah memberikan klarifikasi dan bantahan soal tudingan menjadi penunggang aksi demo Omnibus Law UU Cipta Kerja. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD buka suara.

Ia menyebut proses hukum terkait demo ricuh memprotes Omnibus Law Cipta Kerja dilakukan berdasarkan pertanggungjawaban pidana perseorangan,

bukan karena dasar kedekatan dengan pihak tertentu.

Pernyataannya disampaikan melalui video yang diunggah di Kanal YouTube Karni Ilyas Club pada Minggu malam, 18 Oktober 2020 kemarin.

“Ketika kemarin Partai Demokrat misalnya merasa disudutkan oleh itu, pemerintah kan tidak mengatakan itu,” ujar Mahfud.


Baca Juga: 


Mahfud pun berbicara soal kemungkinan adanya penangkapan terhadap orang yang memiliki kedekatan dengan SBY.

“Pemerintah katakan orangnya. Mungkin ya ada orang nanti ditangkap, itu orang dekat dengan Pak SBY, tetapi kita tidak mengatakan itu disuruh Pak SBY, hanya dekat dengan Pak SBY,” pungkasnya.

Hal itu dikatakannya menjawab kekhawatiran Partai Demokrat yang merasa disudutkan karena ada pihak yang mengaitkan dalang aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law Cipta Kerja 8 Oktober dengan mantan Ketua Umum-nya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“[Proses hukum] itu karena orangnya, bukan karena kedekatannya dengan siapa, karena tindak pidananya yang nanti dibuktikan di pengadilan,” seperti dikutip CNNIndonesia.com dari wawancara di kanal YouTube Karni Ilyas, pada Minggu (18/10/2020).

Mahfud pun menyatakan pemerintah tak pernah mengaitkan tokoh-tokoh yang ditangkap dalam kasus itu dengan organisasi, partai, atau tokoh politik tertentu.

“Kita ndak nyebut partainya, oleh sebab itu ketika kemarin Partai Demokrat dengan apa namanya merasa disudutkan oleh itu, kalau pemerintah kan tidak mengatakan itu,” tutur Mahfud.

Ia mengatakan pemerintah hanya menyebut ada pihak yang ditangkap secara individu tanpa embel-embel organisasi ataupun kedekatan dengan siapapun.

“Mungkin, mungkin ya, ada orang yang nanti ditangkap. Itu orang dekat dengan Pak SBY, tetapi kita tidak mengatakan orang itu disuruh Pak SBY,” ujarnya.

“Hanya dekat dengan Pak SBY dan mungkin orang itu dekat juga dengan saya, masa dibilang saya [dalangnya],” imbuh Menkopolhukam tersebut.

Sebelumnya1 / 2

Comments

Trending