Media Sosial VAZnews.com

Hukum

Ungkit Pam Swakarsa di 98, Kivlan Gugat Wiranto ke PN Jaktim

Diterbitkan

|

Ungkit Pam Swakarsa di 98, Kivlan Gugat Wiranto ke PN Jaktim
Photo: © Disediakan oleh kompas

VAZNEWS.COM – Mantan Kepala Staf Kostrad TNI Mayjen (Purn) Kivlan Zen mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Wiranto, mantan Panglima ABRI yang saat ini menjabat sebagai Menko Polhukam.


[the_ad id=”1235″]

Ungkit Pam Swakarsa di 98, Kivlan Gugat Wiranto ke PN Jaktim. Gugatan diajukan oleh Kivlan Zen agar Wiranto membayar ganti rugi terkait pembentukan Pam Swakarasa yang dibentuk pada tahun 1998.

Kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta mengatakan gugatan itu diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (5/8/2019). Sidang perdana rencananya akan digelar Kamis (15/8).

“Sidangnya tanggal 15 (Agustus) nomor 354,” kata Tonin saat dimintai konfirmasi, Senin (12/8).

Berdasarkan isi gugatan yang disampaikan Tonin, perkara tersebut bermula saat Kivlan berhenti dari jabatan Kepala Staf Kostrad pada 28 Juni 1998. Kivlan kemudian menjadi perwira tinggi tanpa jabatan di Mabes TNI. Sedangkan Wiranto pada saat itu menjabat Panglima ABRI.


Baca Juga:


Wiranto kemudian memerintahkan Kivlan untuk membentuk PAM Swakarsa dalam rangka pengamanan Sidang Istimewa MPR pada 10-13 November 1998.

Di awal pembentukannya, Kivlan diberikan uang sejumlah Rp 400 juta oleh Wiranto melalui Setiawan Djodi. Namun dana itu dinilai tak cukup memenuhi kebutuhan akomodasi anggota Pam Swakarsa.

Kivlan mengaku harus meminjam dari sana-sini untuk menutupi sisa kebutuhan akomodasi tersebut. Atas peristiwa tersebut, Kivlan pun merasa dirugikan secara materiil dan imateriil.

“Bahwa seandainya tergugat tidak menyuruh penggugat untuk membuat pengamanan dalam bentuk Pam Swakarsa, maka rumah, mobil, dan barang berharga tidak pernah dijual.

Demikian juga nama baik dari tempat-tempat yang terjadi utang serta tidak perlu meminta dana bantuan dari berbagi pihak dan demikian juga tidak akan terjadi kematian anggota Pam Swakarsa di Cawang dan di Kasablanka yang tidak pernah mendapat santunan quod non.

[the_ad id=”1235″]

Baca Juga: Tindakan Wiranto Bentuk Tim Hukum Dinilai Bermasalah, Ini Alasannya

Bahwa kerugian materiil dan imateriil penggugat total Rp. 1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah) dapat diuraikan sebagaimana berikut ini,” beber kuasa hukum Kivlan.


Source: Artikel asli

Comments

Trending